BerandaKulinary
Kamis, 16 Okt 2019 17:16

Perjuangan Seniman Kuntulan, Dulu Mengecoh Penjajah, Kini Melawan Punah

Kuntulan sudah ada sebelum kemerdekaan. (Desaku Pemalang)

Kuntulan muncul pada masa penjajahan. Berasal dari Jawa Timur, kesenian ini lahir untuk menjadi wadah berlatih seni bela diri. Sayang, di tengah arus modernisasi zaman, kuntulan kian ditinggalkan.

Inibaru.id – Kesenian merupakan salah satu media untuk menyampaikan ideologi hingga propaganda. Selain itu, kesenian ini menjadi alat pemberontakan. Nah, di Pemalang, Kuntulan menjadi salah satu kesenian yang digunakan untuk tujuan tersebut.

Kuntulan konon berasal dari Jawa Timur. Kesenian ini masuk ke Desa Donosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada 1942.

Pada masa penjajahan, Belanda melarang rakyat untuk berlatih bela diri. Ini tentu saja dilakukan agar orang-orang nggak menghimpun kekuatan. Supaya nggak menarik perhatian Belanda, para kiai mengajari santri mereka bela diri dan menggabungkannya dengan tari.

http://klareyan.desakupemalang.id/wp-content/uploads/2018/08/2018_0803_21130600.jpg

Sempat vakum selama 22 tahun, generasi muda Pemalang berusaha membangkitkan kesenian ini lagi. (Desaku Pemalang)

Sayang, hanya sedikit pemuda Desa Donosari yang berminat mempelajari kuntulan. Seorang sesepuh memutuskan mempelajari tarian ini dan menyebarkannya ke Desa Klareyan. Nggak disangka, pemuda di desa tersebut lebih antusias. Mereka akhirnya mempelajari dan mempopulerkan kuntulan di pelbagai acara hajatan.

Selain sebagai media untuk belajar bela diri, kuntulan juga menjadi media hiburan. Sekali tampil, terdapat sebanyak 30 penari. Ini belum ditambah jumlah penyanyinya, lo. Sayang, seiring berjalannya waktu, kuntulan semakin ditinggalkan. Kini, kesenian ini pun jarang muncul di Pemalang.

Sebagai generasi muda, kamu mungkin bisa berkontribusi melestarikan kesenian Pemalang dengan mempelajari kuntulan. Jangan biarkan budaya lokal mati di daerah sendiri ya! (IB15/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: