BerandaKulinary
Kamis, 4 Jan 2023 15:00

Angkringan Papandayan dan Kelap-kelip Lampu Kota dari Ketinggian

Tempat duduk yang menghadap langsung night view Kota Semarang yang keren abis. (Inibaru.id/ Finka Rachma)

Sembari menikmati nasi kucing yang murah meriah, orang-orang biasanya mulai datang ke Angkringan Papandayan mulai sore hingga tengah malam untuk menikmati sunset dan kelap-kelip lampu kota dari ketinggian.

Inibaru.id - Angkringan, atau orang Semarang menyebutnya "kucingan", adalah kuliner jalanan yang bisa dengan mudah kamu temukan di pelbagai sudut di Kota Lunpia. Namun, ada beberapa kucingan yang menawarkan suasana istimewa, salah satunya Angkringan Papandayan.

Bukan karena makanannya yang spesial, tapi night view-nya yang sungguh memikat hati. Yap, di angkringan yang berlokasi di Jalan Papandayan, Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur ini, kamu bisa menikmati lanskap Semarang dari ketinggian lengkap dengan kelap-kelip lampu kotanya.

Begitu buka pukul 15.30 WIB, kedai kucingan ini biasanya sudah mulai ramai orang, terlebih saat langit cerah. Selain untuk menikmati camilan sore atau makan malam yang dipercepat, mereka juga berharap mendapatkan momen sunset yang memang nggak kalah menawan.

Maka, jangan heran kalau banyak pasangan yang memilih menghabiskan sore di tempat ini. Eits, tapi ada juga yang sengaja datang sendiri untuk me-time, kok. Terus, karena area nongkrongnya cukup luas, nggak sedikit pula rombongan yang menjadikan Angkringan Papandayan sebagai titik kumpul.

Terus Diperluas

Tempat duduk lesehan yang tersedia di Angkringan Papandayan kini sudah jauh lebih luas. (Inibaru.id/ Finka Rachma)

Yuni, pemilik Angkringan Papandayan mengaku nggak menyangka kedainya yang dibangun tepat di bibir tebing itu bisa menjadi sebesar sekarang dalam waktu empat tahun. Bersama suaminya, perempuan asli Semarang ini sejatinya sudah buka kucingan di situ sejak 2006.

"Namun, karena nggak banyak pembeli, kucingan nggak buka tiap hari. Kadang tutup, kadang buka," kata perempuan asal Kecamatan Gajahmungkur ini.

Sebelum di-paving dan diberi peneduh seperti sekarang, Yuni mengatakan bahwa kucingannya hanya didirikan di pinggir jurang. Barulah setelah mulai ramai sekitar empat tahun lalu, dia memberanikan diri untuk memperluas area tempat duduk.

“Dulu, tempat ini adalah jurang. Kebetulan kami dapat amanah untuk menjaga dan mengelola tanah ini. Lalu, kami uruk dan bangun angkringan,” ujar perempuan ramah tersebut, belum lama ini.

Awal-awal mulai ramai, angkringan yang buka hingga selewat tengah malam itu menyediakan 10 meja pengunjung. Namun, setelah viral di media sosial, saat ini tempat tersebut telah diperluas hingga bisa menampung 65 meja pengunjung.

Pesan, Langsung Bayar

Pengunjung bebas memilih sendiri menu yang diinginkan, tapi langsung bayar, ya. (Inibaru.id/ Finka Rachma)

Untuk kamu yang biasa ngemplang gorengan di kucingan dengan "makan tiga bilangnya dua", jangan harap bisa melakukannya di sini, lo! Bejibunnya pembeli yang datang dan banyaknya pelanggan yang curang membuat Yuni memberlakukan aturan "pesan, langsung bayar".

Eits, tapi tenang, harga makanan di Angkringan Papandayan nggak bikin kantongmu jebol, kok. Yeah, sebagaimana kebanyakan kedai kucingan di Semarang, deh. So, ngapain harus curang? Ha-ha.

Kemudian, gimana dengan daftar menunya? Seperti kucingan pada umumnya, kamu bisa memesan pelbagai minuman panas dan dingin seperti teh, kopi, jeruk, atau susu. Terus, ada juga mi instan berbagai varian serta tentu saja aneka gorengan dan satai-sataian.

Lia, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja jauh-jauh datang ke Angkringan Papandayan untuk sekadar menikmati suasana malam di tempat tersebut. Sembari menenteng seporsi burger berukuran besar dari sebuah jenama kenamaan, dia duduk di tempat ternyaman yang menghadap lanskap Semarang.

“Makanan elit, tempat juga harus worth it,” seru gadis yang saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial di salah satu universitas di Semarang, lalu terbahak.

Lia yang datang bersama kawan-kawan seorganisasi di kampusnya itu mengaku telah beberapa kali datang ke Angkringan Papandayan. Selain untuk sekadar menghabiskan malam dengan teman-teman, mereka juga kadang sengaja datang untuk berdiskusi serius tapi santai sembari menikmati lanskap Kota ATLAS.

Oya, Angkringan Papandayan biasanya mulai dipadati pengunjung sekitar jam delapan malam. Jadi, sudah tahu kan kapan waktu yang tepat untuk ajak doi ke tempat ini? Buruan siap-siap, gih! Ha-ha. (Finka Rachma/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: