BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 14 Feb 2021 19:55

Tillema, Bos Air Mineral yang Punya Banyak Jasa Bagi Kota Semarang di Era Kolonial

Pabrik Hygeia milik Tillema. (Inibaru.id/ Audrian F)

Hendrik Tillema adalah pemilik pabrik air mineral Hygeia. Kiprahnya bagi Kota Semarang sungguh mengagumkan. Namanya sempat diabadikan jadi nama taman di Gajah Mungkur.<br>

Inibaru.id - Kita mungkin mengenal Thomas Karsten, salah seorang warga negara Belanda dan juga arsitek yang punya banyak jasa di Kota Semarang. Peninggalan bangunannya masih kokoh dan banyak dipakai sampai saat ini. Ternyata tokoh kolonial dengan jasa besar nggak hanya Karsten. Ada juga Hendrik Freerk Tillema atau yang lebih akrab disapa dengan Tillema.

Yang paling mencolok, Tillema punya bekas pabrik air mineral yang bangunannya masih berdiri sampai saat ini, yaitu Pabrik Hygeia. Buat kamu yang belum tahu jika berada di Pasar Ikan Jalan Agus Salim, tengoklah sedikit ke samping. Naikkan pandanganmu ke atas sebuah gedung dengan plakat berkarat “Pabrik Hygeia”.

Bagi orang Semarang Tillema punya banyak peran sosial. Pada 1910 silam, Tillema bahkan menjabat sebagai Gemeente Raad atau Dewan Kota praja Semarang. Saat di posisi ini, Tillema cukup dekat dengan pengelolaan air.

Hendrik Freerk Tillema. (KTLV)<br>

Kala itu Tillema menyuarakan ide soal kebersihan lingkungan. Dia mengusulkan pembangunan sarana air ledeng dari sumber mata air di Gunungpati, Semarang.

Pengamat sejarah Tjahjono Raharjo mengamini kalau Tillema punya jiwa sosial yang tinggi dan peduli dengan kesehatan warga Kota Semarang. Sebab Tillema juga punya latar belakang sebagai apoteker. Nah, karena hal itu juga dia membuat air minum kemasan.

Tjahyono juga menambahkan kalau selain membuat pabrik air mineral, Tillema juga membuat kumpulan foto-foto kondisi rumah di kampung-kampung Semarang. Saat itu, hampir semuanya kumuh dan nggak sehat.

“Hasil fotonya itu bermaksud agar pemerintah melakukan perbaikan pada kampung-kampung sehingga mendapat kehidupan yang layak,” tambah Tjahyono.

Foto karya Tillema. (FacebookTorajaTempoDulu)<br>

Yogi Fajri, sejarawan Semarang dalam tulisannya di Tirto.id menjabarkan juga bagaimana sosok ini dikenal berhati emas. Laki-laki kelahiran 1870 ini juga mengusulkan pembukaan kawasan pemukiman di daerah perbukitan di kawasan Candi Baru Semarang.

Dulu nama Tillema sempat diabadikan menjadi nama Tillema Plein sebagai taman untuk mengenang. Namun belakangan nama itu hilang dan berganti nama menjadi Taman Sudirman. Saat ini masyarakat lebih suka menyebut dengan Taman Gajahmungkur.

Ketika memasuki 1914, Tillema menjual pabrik Hygeia dan mendapat 500 gulden. Setelah itu dia berkeliling di Indonesia untuk memotret kehidupan masyarakat di nusantara. Dia kemudian kembali ke tanah airnya di Belanda dan meninggal di Bloemendal, Groningen.

Yang patut kamu tahu, Millens, bagi Tillema, Semarang mungkin begitu berarti. Sebab saat sampai Belanda dia membuat sebuah vila yang dia namai dengan “Semarang”. Duh, manis banget ya. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

'Bom Nuklir' dan 'Perdamaian' yang Viral di Tengah Eskalasi Konfik Timur Tengah

6 Mar 2026

Saking Bekunya Musim Dingin, Warga Laut Baltik Berseluncur dari Satu Pulau ke Pulau Lain

6 Mar 2026

Bukan Emas Lagi; MUI Jateng Ubah Patokan Nisab Zakat Profesi

6 Mar 2026

Duduk Perkara Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip versi Polrestabes Semarang

6 Mar 2026

Oksigen Banyak dari Laut, Terus Kenapa Masih Ribut Soal Hutan?

6 Mar 2026

Tiket Mudik Ludes 400 Ribu! Cek Tanggal Favorit dan Kereta Pilihan di Daop 4 Semarang Ini

6 Mar 2026

Wisata Alam Kalikesek Semakin Ramai, Warga Desa Sriwulan Dapat THR

7 Mar 2026

Masjid Fujikawaguchiko, Tempat Salat dengan Latar Spektakuler Gunung Fuji di Jepang

7 Mar 2026

Sahur Tanpa Nasi Cuma Makan Lauk, Beneran Bikin Kuat Puasa Seharian?

7 Mar 2026

Ikan Air Tawar vs Ikan Laut: Siapa yang Paling Tahan Lawan Pemanasan Global?

7 Mar 2026

Aman Nggak Ya Mudik dengan Mobil Listrik?

8 Mar 2026

Membedah Mitos Minum Air Hangat Bisa Turunkan Berat Badan

8 Mar 2026

Restorative Justice Akhiri Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Undip Semarang

8 Mar 2026

Berburu Baju Bekas sekaligus Bantu Korban Kekerasan di Bazar Preloved Sintas

8 Mar 2026

Sarung Tangan Karet Bekas Ternyata Bisa Jadi 'Penyedot' Polusi

8 Mar 2026

Srikandi Ojol Jateng Kini Punya Aplikasi Khusus Anti-Pelecehan

8 Mar 2026

Musim Mudik, Pengendara Diimbau Istirahat di Rest Area Maksimal 30 Menit

9 Mar 2026

Menilik Keseruan Momen Membeli Kebutuhan Lebaran

9 Mar 2026

PDAM Semarang Gelar 'Operasi Ketupat', 14 Ribu Penunggak Jadi Sasaran

9 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: