BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 20 Mar 2020 15:30

Tangkal Corona, Pengurus Rasa Dharma Bagikan Ratusan Hand Sanitizer

Pembagian hand sanitizer. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Untuk membantu pemerintah dalam membendung penyebaran virus corona, pengurus Rasa Dharma membagikan ratusan bingkisan berisi hand sanitizer serta jambu biji ke masyarakat. Selain itu, mereka juga memberikan edukasi singkat tentang cara mencuci tangan dnegan baik.

Inibaru.id - Sebagai upaya menanggulangi penyebaran virus corona, pengurus Rasa Dharma dan Kantin Kebajikan membagikan hand sanitizer secara gratis pada Jumat (20/3) siang. Sebanyak 500 bingkisan berisi hand sanitizer beserta jambu biji dibagikan pada pengguna jalan.

Pembagian hand sanitizer secara gratis ini bukan kegiatan pertama yang mereka lakukan lo. Agenda serupa telah mereka laksanakan pada Selasa (17/3) kemarin. Kantin Kebajikan yang sedianya membagikan makan siang gratis ini berupaya membantu masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama membendung penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Willy Leo, pengurus Rasa Dharma yang kala itu ikut bertugas.

“Awalnya kita punya rencana untuk memberikan makan siang seperti biasa lalu dilanjutkan dengan edukasi tentang corona, namun sepertinya nggak efektif,” tutur lelaki yang akrab dipanggil Willy ini.

Kelangkaan hand sanitizer di pasaran membuat pengurus Rasa Dharma memutuskan untuk meracik dan membagikannya secara gratis.

Ling-Ling (kaos merah) mengajarkan cara cuci tangan yang benar. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Sebelum masyarakat mendapatkan bingkisan yang diberikan oleh Willy, pengurus yang lain bertugas untuk mengajarkan cara cuci secara benar menggunakan hand sanitizer.

“Ini digosok sampai ke sela-sela jari. Kalau nggak begini ya percuma,” teriak Ling-Ling mengajari kerumunan massa yang tengah mengantre.

Aksi ini mendapat perhatian dari masyarakat sekitar. Nampak pengguna jalan hingga pegawai kantor di sekitar Rasa Dharma mengantre untuk mendapatkan bingkisan.

Salah satunya adalah Wati, seorang pengendara ojek daring yang kebetulan melintas di depan lokasi pembagian bingkisan.

“Alhamdulillah senang dapat ini. Sekarang hand sanitizer jadi barang langka,” ungkap perempuan 46 tahun tersebut.

Dia sengaja ikut mengantre karena stok hand sanitizer di rumahnya tengah ludes.

“Habis, ini baru pesan tapi belum datang,” pungkasnya.

Bantu Pemerintah Perangi Corona

Hand sanitizer. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Willy berharap agar penimbun hand sanitizer terketuk hatinya dan menurunkan harga di tengah situasi seperti sekarang.

Oya, dalam setiap bingkisan, pengurus juga menyertakan satu jambu biji berukuran besar. Menurutnya, jambu biji adalah buah murah yang bisa didapatkan dengan mudah di pasar. Selain itu, buah yang satu ini punya kandungan vitamin C lebih tinggi ketimbang jeruk. Sehingga baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, Willy menekankan agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan untuk menimimalisasi penyebaran virus corona. Baginya, aksi bagi-bagi hand sanitizer nggak bisa dijadikan alasan untuk melupakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir.

“Semoga kita memberikan kontribusi untuk masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama mencegah virus corona,” pungkasnya.

Wah, salut banget dengan mereka ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ikuti Tren Nasional, Angka Pernikahan di Kota Semarang Juga Turun

9 Nov 2024

Belajar dari Yoka: Meski Masih Muda, Ingat Kematian dari Sekarang!

9 Nov 2024

Sedih dan Bahagia Disajikan dengan Hangat di '18x2 Beyond Youthful Days'

9 Nov 2024

2024 akan Jadi Tahun Terpanas, Benarkah Pemanasan Global Nggak Bisa Dicegah?

9 Nov 2024

Pemprov Jateng Dorong Dibukanya Kembali Rute Penerbangan Semarang-Karimunjawa

9 Nov 2024

Cara Bijak Orangtua Menyikapi Ketertarikan Anak Laki-laki pada Makeup dan Fashion

9 Nov 2024

Alasan Brebes, Kebumen, dan Wonosobo jadi Lokasi Uji Coba Program Makan Bergizi di Jateng

9 Nov 2024

Lebih Dekat dengan Pabrik Rokok Legendaris di Semarang: Praoe Lajar

10 Nov 2024

Kearifan Lokal di Balik Tradisi Momongi Tampah di Wonosobo

10 Nov 2024

Serunya Wisata Gratis di Pantai Kamulyan Cilacap

10 Nov 2024

Kelezatan Legendaris Martabak Telur Puyuh di Pasar Pathuk Yogyakarta, 3 Jam Ludes

10 Nov 2024

Warga AS Mulai Hindari Peralatan Masak Berbahan Plastik Hitam

10 Nov 2024

Sejarah Pose Salam Dua Jari saat Berfoto, Eksis Sejak Masa Perang Dunia!

10 Nov 2024

Memilih Bahan Talenan Terbaik, Kayu atau Plastik, Ya?

10 Nov 2024

Demo Buang Susu; Peternak Sapi di Boyolali Desak Solusi dari Pemerintah

11 Nov 2024

Mengenang Gunungkidul saat Masih Menjadi Dasar Lautan

11 Nov 2024

Segera Sah, Remaja Australia Kurang dari 16 Tahun Dilarang Punya Media Sosial

11 Nov 2024

Berkunjung ke Museum Jenang Gusjigang Kudus, Mengamati Al-Qur'an Mini

11 Nov 2024

Tsubasa Asli di Dunia Nyata: Musashi Mizushima

11 Nov 2024

Menimbang Keputusan Melepaskan Karier Demi Keluarga

11 Nov 2024