BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 12 Des 2023 15:05

Ratu Kalinyamat di Mata Anak Muda: Perempuan Tangguh dan Cinta Tanah Air

Acara diskusi tentang kiprah Ratu Kalinyamat di Santrendelik beberapa waktu lalu. (Santrendelik)

Ratu Kalinyamat baru saja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Sejauh mana anak-anak muda mengenal sosok perempuan perintis antikolonialisme dari Kabupaten Jepara itu?

Inibaru.id - Nama Ratu Kalinyamat kini sejajar dengan pejuang emansipasi wanita R.A Kartini setelah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2023 oleh Presiden Joko Widodo.

Lantas seberapa jauh anak-anak muda mengenali sosok pahlawan yang hidup sekitar tahun 1549-1579 itu? Rupanya banyak kalangan generasi Z yang tidak begitu tahu siapa itu Ratu Kalinyamat.

Salah satu contohnya adalah Endang Rahayu. Mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini datang ke acara diskusi "Ratu Kalinyamat" yang diselenggarakan oleh Santrendelik beberapa waktu lalu dengan kepala "kosong". Dia mengaku menyambangi acara rutinan saban Kamis malam tersebut lantaran diajak oleh temannya.

"Jujur ya, saya tidak tahu sama sekali siapa Ratu Kalinyamat. Jadi ke sini pengin tahu kiprah dan perjuangan beliau di masa lalu setelah dikasih tahu teman saya," ucap perempuan berusia 24 tahun tersebut.

Sekadar informasi, Ratu Kalinyamat bernama asli Ratna Kencana, merupakan perintis antikolonialisme dari Kabupaten Jepara. Pada zamannya, dia seorang pemimpin kerajaan yang berusaha menjaga wilayah kemaritiman Nusantara dari bangsa asing.

Meski tak begitu mengenal, Endang sangat antusias dengan diskusi sejarah Ratu Kalinyamat tersebut. Sebab dirinya penasaran tentang sepak terjang Ratu Kalinyamat sehingga dinobatkan sebagai pahlawan.

"Secara umum perjuangan perempuan di Indonesia sebenarnya cukup banyak. Namun tidak banyak yang terekspos sampai hari ini. Sosok Ratu Kalinyamat tentu bisa jadi role model perempuan zaman sekarang," cetusnya.

Perlu Menggali Lebih Jauh

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdjiat saat menceritakan perjuangan untuk membuktikan Ratu Kalinyamat bukan sekedar cerita rakyat. (Santrendelik)

Sebagai warga Jepara yang turut hadir di acara diskusi malam itu, Hendra Setiawan mengaku lega setelah bukti-bukti empiris Ratu Kalinyamat bukan sekedar cerita rakyat berhasil dikumpulkan.

Sebelumnya lelaki yang akrab disapa Hendra itu sering kecewa ketika masyarakat Jepara tidak ada yang percaya soal kebenaran Ratu Kalinyamat. Sekarang ini Hendra bisa membantah hal-hal maupun citra negatif tentang Ratu Kalinyamat.

"Misalkan ketika Ratu Kalinyamat memutuskan topo wudo di Gunung Danaraja. Banyak orang yang mengartikan hal itu secara exotis. Tidak cari tahu ada apa sih di balik keputusan itu. Jadi masyarakat Jepara harus mengupas dan memandang ini secara detail," imbuh Hendra.

Ketika sebagian orang memandang negatif topo wudo alias bertapa tanpa busana yang pernah dilakukan Ratu Kalinyamat, Hendra justru melihatnya sebagai sesuatu yang patut diteladani anak muda dalam mengambil sebuah keputusan.

"Ratu Kalinyamat rela melepas segalanya untuk berpikir dengan jernih, bagaimana cara menyelesaikan masalah setelah suaminya terbunuh," kata Hendra. "Ini yang seharusnya digarisbawahi, seorang bangsawan mau melepas segala atribut kemewahannya".

Dianggap Lebih Besar dari RA Kartini

Pembawa acara diskusi Ratu Kalinyamat beberapa waktu lalu. (Santrendelik)

Warga Jepara lainnya M. Dafi Yusuf secara blak-blakkan menganggap sosok Ratu Kalinyamat lebih besar dari RA. Kartini. Terlepas dari itu, kedua tokoh perempuan tersebut memang memiliki peranan masing-masing di bidang yang berbeda.

Namun Dafi lebih terkesan dengan perjuangan Ratu Kalinyamat khususnya saat dia memimpin pasukan untuk memerangi Portugis di Malaka.

"Semuanya punya peranan masing-masing dan gelar pahlawan juga ada penilaiannya. R.A kartini berjasa di bidang pendidikan, Ratu Kalinyamat di bidang kepemimpinan maritim," ucap lelaki yang akrab disapa Dafi.

Dafi sangat menyayangkan kenapa Ratu Kalinyamat baru dinobatkan sebagai pahlawan sekarang. Padahal rekam jejaknya semasa memimpin Kerajaan Kalinyamat masih ada di Jepara.

"Seharusnya Ratu Kalinyamat itu dinobatkan sebagai pahlawan jauh sebelum zamannya R.A Kartini. Karena periode sejarahnya kan di belakang tokoh emansipasi wanita," tuturnya.

Mungkin sebelum diresmikan menjadi Pahlawan Nasional, nggak banyak anak muda yang kenal Ratu Kalinyamat. Tapi, bukan anak muda namanya kalau nggak kepo dan terus mencari tahu soal sosok yang sebelumnya belum mereka tahu. Nah, semoga mulai kini, semakin banyak generasi penerus bangsa yang semakin mengenal sejarah dan para tokohnya. (Fitroh Nurikhsan/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: