BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2025 13:01

Profil Kiromal Katibin, Atlet Panjat Tebing Peringkat Pertama Dunia dari Indonesia

Kiromal Katibin saat ini menjadi atlet panjat tebing peringkat pertama dunia untuk nomor speed putra. (IFSC Climbing)

Pencapaian maksimal di sejumlah ajang internasional membawa Kiromal Katibin memuncaki peringkat panjat tebing dunia untuk nomor speed putra, mengungguli Samuel Watson dari AS yang terpaut 571 poin. Siapakah sosok yang akrab disapa Kiki ini?

Inibaru.id - Atlet panjat tebing Indonesia Kiromal Katibin berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan menempati peringkat satu dunia pada nomor speed putra. Dia mengungguli pemegang rekor waktu tercepat Olimpiade Paris 2024 Samuel Watson dari Amerika Serikat.

Berdasarkan data International Federation of Sport Climbing (IFSC), Kiromal saat ini mengumpulkan total 4.255 poin yang diperoleh dari berbagai kejuaraan internasional. Raihan tersebut membuatnya unggul 571 poin dari Watson yang berada di posisi kedua dengan 3.684 poin.

Performa lelaki yang akrab disapa Kiki ini terus menanjak berkat hasil gemilang di sejumlah seri Piala Dunia Panjat Tebing. Salah satu pencapaian terbaiknya adalah meraih medali emas di IFSC World Cup Denver, AS, pada 2 Juni 2025 lalu.

Prestasi ini menjadi pencapaian tertingginya selama berkarier di dunia panjat tebing setelah "hanya" menyabet medali perunggu pada IFSC World Cup Wujiang, Tiongkok, dengan catatan waktu 4,75 detik. Sementara di Denver, dia mencetak rekor personal 4,83 detik pada babak kualifikasi dan dinobatkan sebagai juara setelah kompetisi terhenti akibat cuaca ekstrem.

Profil Singkat Kiromal Katibin

Kiromal Katibin lahir di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 21 Agustus 2000. Kiki mulai berlatih panjat tebing secara rutin bersama kakaknya pada usia yang belum genap 10 tahun, tepatnya pada 2009.

Dia mengaku tertarik dengan panjat tebing setelah menyaksikan olahraga ini di ajang Pra-PON Provinsi pada usia tujuh tahun. Sejak saat itu, perjalanan karier Kiki terus menanjak, bahkan melesat sejak meraih medali pertamanya di Kejuaraan Nasional 2011 pada nomor lead.

Kiromal Katibin saat meraih medali emas pada ajang bergengsi IFSC Climbing World Cup Denver 2025 pada Juni lalu. (FPTI via Kompas)

Setelahnya, dia juga menyabet medali emas di nomor speed dalam Kejurnas 2016 (Bangka) dan 2017 (Padang). Saat itu, nama Kiki telah dikenal para pencinta panjat tebing Tanah Air. Namanya kian berkibar di kancah internasional setelah meraih medali perak di Kejuaraan Asia 2019.

Setali tiga uang, Kiki juga tampil impresif dalam seri IFSC World Cup. Dia menduduki peringkat kedua kelas speed overall pada 2021 dan tercatat mengoleksi total empat medali World Cup hingga 2022.

Tahun Fenomenal Kiromal Katibin

Kiki mengalami tahun fenomenal sepanjang 2022. Berkali-kali dia tercatat memecahkan rekor dunia speed climbing sekaligus memperbaiki catatan terbaiknya sendiri; mulai dari 5,17 detik di Seoul, 5,10 detik di Salt Lake City, lalu 5,09 dan 5,04 detik di Villars, hingga akhirnya 5,009 detik di Chamonix.

Hingga April 2023, catatan itu belum terpecahkan. Namun, rupanya pencapaian itu belum final. Di IFSC World Cup Wujiang, Tiongkok, Kiki mengungguli nama besar seperti Samuel Watson dengan mengantongi catatan waktu 4,75 detik.

Puncaknya adalah ketika dia dinobatkan sebagai atlet panjat tebing peringkat pertama dunia di atas Watson, rival terkuatnya saat ini. Sementara itu, rekan setim sekaligus peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 Veddriq Leonardo justru mengalami penurunan peringkat ke posisi ke-12 dunia dengan 1.640 poin.

Penurunan itu terjadi setelah dia mencatatkan hasil kurang memuaskan di sejumlah seri kompetisi internasional sejak awal tahun. Adapun atlet Indonesia lainnya yakni Raharjati Nursamsa saat ini menempati peringkat ke-8 dunia berkat torehan 2.310 poin.

Catatan para pemanjat tebing Tanah Air masih berpeluang masih memiliki peluang memperbaiki posisi mereka pada World Games 2025 yang masih berlangsung di Chengdu, Tiongkok, hingga 17 Agustus ini. Menarik ditungu! Eh, betewe, selamat ya, Kiki! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: