BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 28 Nov 2022 11:11

Ponpes Hasyim Asyari Jepara, Ciptakan Iklim Kesetaraan dalam Menuntut ilmu

(Dok MA NU Hasyim Asyari)

Di Bangsri, Jepara ada pondok pesantren yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan gender yaitu Ponpes Hasyim Asyari. Di situ, para santri baik putri maupun putra diberi hak yang sama belajar ilmu agama dan ilmu lainnya.

Inibaru.id - Kita tahu, sebagian orang menganggap pondok pesantren (ponpes) merupakan salah satu tempat yang masih membelenggu kebebasan perempuan. Tapi, lain hal dengan Ponpes Hasyim Asyari yang ada di Bangsri, Jepara.

Sejak tahun 2000 di bawah kepemimpinan Hindun Anisah, Ponpes Hasim Asyari menerapkan kurikulum berbasis kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dan anak. Kalau berkunjung ke sana, kamu akan mendapati para santri perempuan nggak hanya belajar kitab Al-qur’an, fiqih, hadist, dan sejenisnya, tapi juga mengkaji ilmu sastra, politik, seni, dan beragam ilmu lainnya. Sang pengelola pondok juga kerap mendatangkan aktivis perempuan untuk berbicara di hadapan para santri.

Nggak berhenti di situ, Millens. Peraturan yang berlaku di pondok yang didirikan oleh KH Amin Sholeh pada 1956 itu menyatakan santriwati dan santriwan mendapatkan akses yang sama di segala bidang. Bahkan, aturan keluar pondok pun nggak dibeda-bedakan.

Mengenal Hindun Anisah

(Dok. Pribadi) KH Nuruddin Amin dan Hindun Anisa)

Karena kebijakan-kebijakan itu, Ponpes Hasyim Asyari Jepara kini terkenal menjadi tempat yang nyaman bagi para santiwati untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan. Hal itu nggak lepas dari peran Hindun Anisah.

Perempuan yang kerap disapa Ning Hindun itu sejak kecil sudah akrab dengan lingkungan pesantren. Dia tahu benar pesantren memperlakukan perempuan sebagai makhluk yang harus taat dan tunduk pada aturan-aturan yang dibuat oleh para ulama laki-laki.

“Saya lulusan pesantren. Saya merasa dulu di pesantren bisa dikatakan sedikit lebih baik dari sisi bias gender. Kesetaraan gender, lumayan. Meski begitu, saya merasa ada diskriminasi dari sisi kitab-kitab yang dikaji. Kitab yang dikaji santri putra secara hirarki lebih tinggi dibanding santri putri,” jelas salah satu pengurus di pusat pelayanan terpadu untuk perlindungan perempuan korban KDRT di Kabupaten Jepara itu, dikutip dari Tribun (24/1/2017).

Nggak ingin hal itu terjadi di pesantren yang dia asuh, Hindun menerapkan prinsip kesetaraan dalam mengelola Hasyim Asyari. Lulusan Fakultas Syari’ah Jurusan Perbandingan Madzab IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu nggak ingin pesantren terus-terusan dianggap sebagai institusi yang melanggengkan pemahaman keagamaan yang sempit dan bias gender.

Tuan Rumah KUPI II

(Shinta Ardhany/KBR)

Bertahun-tahun menciptakan lingkungan yang nggak membedakan antara hak kaum perempuan dan laki-laki, nggak heran Ponpes Hasyim Asyari terpilih menjadi tuan rumah gelaran Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) II yang baru saja digelar pada 23-26 November 2022.

Hasyim Asyari dipilih karena dinilai memenuhi syarat dan kriteria khusus dari KUPI. Selain karena telah mengajukan diri sebagai tuan rumah nggak lama setelah KUPI I di Cirebon 2017 silam, Hasyim Asyari juga berlokasi di Kabupaten Jepara yang dikenal memiliki tiga tokoh perempuan hebat, yaitu Ratu Sima, Ratu Kalinyamatan, dan RA Kartini.

Selain itu, pesantren Hasyim Asyari telah melakukan Pengaderan Ulama Perempuan (PUP) tahun 2012. Gelaran tersebut adalah yang kali pertama ada di Jawa Tengah.

Keren sekali kiprah Pondok Pesantren Hasyim Asyari Jepara ini ya, Millens? Semoga semakin banyak ponpes yang juga menerapkan kesetaraan gender dalam pengasuhannya. (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: