BerandaInspirasi Indonesia
Rabu, 29 Agu 2017 11:25

Owi-Butet, Ganda Campuran Tertua Yang Raih Juara

Owi-Butet saat penyerahan medali emas di Kejuaraan Dunia di Glasgow, Skotlandia, Minggu (27/8). (Foto: Robert Perry /EPA)

Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi-jadi! Jadi pasangan ganda campuran tertua, OwI-Butet kembali raih predikat juara.

Inibaru.id - Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi-jadi! Begitulah istilah yang tepat untuk menggambarkan sosok Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir di ajang bulutangkis. Kendati sudah tak lagi bisa dikatakan muda, pasangan pebulutangkis ganda campuran andalan Indonesia ini tak bisa dianggap remeh.

Yang terbaru, Owi-Butet, panggilan akrab keduanya, berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2017, Minggu (27/8) lalu. Keduanya berhasil merebut gelar prestisius itu di nomor ganda campuran.

Saat ini Owi sudah menginjak usia 30 tahun, sementara Butet dua tahun lebih tua, yakni 32 tahun. Owi-Butet pun dinobatkan sebagai juara tertua dalam kompetisi yang memasuki penyelenggaraan ke-12 ini. Sebagai gambaran, lawan yang dihadapi Owi-Butet di partai final adalah pasangan peringkat pertama dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei-Chen Qingchen yang baru berusia 20 tahun.

Baca juga: Cukup Puas, Tim Karate Indonesia Berhasil Lampaui Target di SEA GAMES 2017

Namun demikian, umur ternyata tak menjadi jaminan ketangkasan, kecepatan, ataupun kesigapan. Owi-Butet masih memiliki itu semua. Terlebih, keduanya memiliki segudang pengalaman. Dilansir dari Beritagar.id, di babak final, terlihat betul pengalaman mampu mengatasi agresivitas.

Meladeni permainan cepat pemain-pemain andalan Tirai Bambu, Owi-Butet terlihat keteteran di set pertama. Merekapun menyerah dengan skor 21-15. Namun, keduanya segera membalik keadaan di set kedua dengan kemenangan 16-21.

Layaknya pemenang, di set ketiga atau gim penentuan, Owi-Butet justru terlihat leluasa bermain. Mereka betul-betul menikmati pertandingan. Penempatan bola, pertahanan, hingga penyerangan, dilakukan dengan hampir sempurna.

Owi-Butet menang 15-21 lantaran ganda pasangan Tiongkok bermain buruk, sementara pasangan Indonesia justru sebaliknya.

Hasil ini membawa mereka juara untuk kali kedua di ajang ini setelah sempat menang di Guangzhu, Tiongkok, pada 2013 lalu. Khusus untuk Butet, ini adalah kali keempat dia menjadi juara, dua sebelumnya ia lakukan bersama Nova Widianto pada 2005 (Amerika) dan 2007 (Malaysia).

"Saya berhasil memenuhi janji saya untuk bermain maksimal. Ini kado dari kami untuk Indonesia yang baru saja merayakan hari kemerdekaan," kata Owi, seperti dikutip dari Twitter resmi kejuaran, yang dikutip dari Beritagar.id.

Baca juga: Gondol 14 Penghargaan Kompetisi Robotik di Taiwan, Indonesia Pertahankan Predikat Juara Umum

Indonesia sebenarnya mengirim satu lagi wakil di babak final di ajang yang berlangsung di Glasgow, Scotlandia ini, yakni ganda putra Mohammad Ahsan-Rian Agung Saputro. Namun sayang, di partai puncak, keduanya dipaksa bertekuk lutut di hadapan ganda Tiongkok, Liu Cheng-Zhang Nan.

Lewat pertarungan yang relatif mudah bagi Cheng-Nan, Ahsan-Rian kalah 10-21, 17-21 dalam tempo sekitar 37 menit, alias pertandingan tercepat di babak final kali ini.

"Lawan bermain bagus dan kami tak bisa keluar dari tekanan. Kami sudah berusaha maksimal tetapi masih under performance. Inilah hasilnya," kata Ahsan, seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org. (GIL/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: