BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 21 Apr 2018 11:58

Edisi Spesial Kartini: Krisseptiana Banyak Perjuangkan Perempuan lewat Kebijakan

Krisseptiana (kanan) menerima penghargaan Swastisaba Wirerda. (Radarsemarang.com)

Krisseptiana memutuskan keluar dari pekerjaannya setelah sang suami dilantik sebagai Walikota Semarang. Dia memilih menjadi "ibu negara" dan memperjuangkan nasib perempuan dari dalam pemerintahan. Seperti apa kiprahnya?

Inibaru.id - Menjadi istri dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi membuat Krisseptiana harus menyesuaikan diri dengan tugas dan jabatan yang diberikan padanya. Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Tia itu adalah pegawai perbankan selama 13 tahun. Tugas sebagai "ibu negara" jelas nggak ada dalam bayangannya.

Namun, keinginan untuk belajar membuat Tia perlahan mulai bisa menjalani peran barunya tersebut. Sebagai istri walikota, dia memegang beberapa peran, di antaranya menjadi Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang, dan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Seruni Kota Semarang.

Dalam melakoni perannya yang seabrek itu, ibu tiga anak tersebut tergolong sukses. Seperti ditulis Metrosemarang.com, sejumlah penghargaan bergengsi pernah diterimanya. Sebagai Ketua TP PKK Kota Semarang, Tia pernah diganjar penghargaan Bakti Koperasi dan UKM dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Triyaningsih Begitu Bangga Nyanyikan "Indonesia Raya"
Edisi Spesial Kartini: Meneladani Dokter Asri, Pemerhati Anak Sindrom Down

PKK Semarang juga melambung namanya selama berada di bawah kepemimpinan Tia. Penghargaan Pakarti Utama I yang diberikan kepada Posyandu Kartini Kelurahan Ngaliyan sebagai perwakilan dari Semarang adalah contohnya. Ibu-ibu PKK itu dengan gigih melakukan pemberdayaan, bimbingan, arahan, dan pendekatan kader Posyandu dan PKK di tingkat bawah di bawah arahan Tia.

Selain aktif dalam pemberdayaan terhadap Posyandu dan PKK di Kota Semarang, dia juga terlihat cukup aktif mendorong pertumbuhan UKM di Kota ATLAS. Mengutip Tribunnews.com, Selasa (17/04/2018), beberapa waktu lalu dia sempat terlihat menghadiri pembukaan De Pastry Homemade di Semarang milik Dewi Puspa Kurnia. Menurutnya, kaum hawa yang terjun ke dunia usaha harus didukung.

Yap, itulah komitmen Tia. Nggak berhenti di situ, sebagai Ketua PPT Seruni yang bergerak dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender, Tia juga aktif melakukan sosialisasi kepada perempuan dan anak-anak di Semarang terkait keberadaan PPT Seruni yang siap mendampingi para korban kekerasan berbasis gender.

Menurut ibu dari Anindya Felita Syariendrar, Arya Nardhana Syariendrar, dan Marsanda Dara Syariendrar ini, komunikasi intensif antara orang tua dan anak menjadi kunci penting dalam mendekatkan hubungan emosional keduanya, sehingga akan meperkecil kesalahpahaman yang berujung pada kekerasan dalam rumah tangga.

Baca juga:
Edisi Spesial Kartini: Anne Avantie, Masyhur Berkat Fokus pada Kebaya
Edisi Spesial Kartini: Menjadi Sosok Perempuan Masa Kini Ala Rerie

Dilansir dari Radarsemarang.com (20/2), data PPT Seruni Kota Semarang menunjukkan ada 281 aduan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk pada 2015, 271 aduan pada 2016, dan kembali meningkat menjadi 305 aduan pada 2017. Mayoritas kekerasan terjadi di lingkup rumah tangga.

Tia menjelaskan, selain melakukan pendampingan, PPT Seruni juga melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi pola asuh dalam keluarga untuk membentuk rumah tangga yang jauh dari tindak kekerasan.

Nah, di sinilah Tia mengambil peran. Sebagai istri orang nomor satu di Kota Lunpia, dia tentu punya sejumlah kewenangan di tataran kebijakan. Dalam hal ini, dia adalah salah seorang "pejabat" yang bisa dibilang berhasil.

Sosok inspiratif ini seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, termasuk kamu, Millens. Spider-man bilang, kekuatan besar membawa tanggung jawab yang besar juga. Bukan begitu? (IB13/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: