BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 25 Nov 2017 14:52

Kampanye Tolak Kantong Plastik, Dua Remaja Bali Ini Mendapat Penghargaan di Jerman

Melati dan Isabel Wijsen (TED)

Tahun 2018, Kantong plastik akan dilarang untuk digunakan di seluruh Bali.

Inibaru.id – Melati dan Isabel Wijsen, kakak beradik berusia 16 dan 14 tahun dari Bali mendapatkan penghargaan Bambi dengan kategori “Our World”, pada acara yang diadakan di Berlin, 16 November 2017. Penghargaan ini diberikan berkat kampanye lingkungan bernama “Bye Bye Plastic Bags” yang dilakukan oleh keduanya.

“Ini luar biasa bagaimana perjuangan lima tahun kami sangat sepadan. Bagaimana kesenangan, petualangan, pengalaman yang telah kami lalui pada umur yang muda dan di garis depan menghadapi isu terbesar, yaitu polusi plastik,” tutur Melati di panggung Bambi sebagaimana dikutip dari Beritagar.id (25/11/2017).

“Penghargaan ini untuk generasi kita, generasi yang membantu menyelamatkan bumi”, lanjutnya.

Baca juga:
Livi Zheng Jadi Kepala Juri Southeast Asia Prix Jeunesse
Mahasiswa Unwahas Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di IYLA 2017

Bambi adalah salah satu acara penghargaan tertua di Jerman. Kali pertama diadakan pada 1948, nama acara penghargaan ini diambil dari buku berjudul Bambi, A Life in the Woods karangan Felix Salten. Penghargaan ini diberikan oleh Hubert Burda Media dengan tujuan memperkenalkan tokoh-tokoh yang menginspirasi dengan visi dan kreativitas yang akan mengilhami publik Jerman di bidang media, seni, budaya, olahraga, dan berbagai bidang lainnya.

Pada tahun 2013, Melati dan Isabel memulai kampanye melawan sampah plastik setelah mempelajari cerita dari tokoh-tokoh terkemuka layaknya Nelson Mandela, Mahatma Ghandi, dan Lady Diana di sekolah.

Pada awalnya, mereka membuat petisi melawan sampah plastik yang berhasil menarik perhatian enam ribu orang di seluruh dunia. Usaha ini ternyata berhasil memengaruhi pemerintah Bali dalam menerapkan larangan kantong plastik, yang juga berhasil mendapatkan penghargaan dari Bambi untuk kategori “Our World”.

Indonesia ternyata adalah penyumbang limbah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Sampah plastik dari Indonesia bahkan bisa memenuhi 10 persen dari total polusi plastik di laut. Untuk mengatasi hal ini, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan pencemaran laut dari plastik hingga 70 persen pada 2025 mendatang sebagaimana yang dianjurkan oleh program milik PBB bernama Clean Seas.

Baca juga:
Kerja Sama Genpi-Sampah Muda dalam Manajemen Sampah
Inilah Lima Anak Muda Pengharum Bangsa

Demi menarik perhatian pemerintah Bali, Isabel dan Melati sempat melakukan mogok makan pada 2014 silam. Hal ini disebabkan oleh petisi larangan penggunaan kantong plastik yang sudah ditandantangani 100 ribu orang ternyata tidak juga digubris pemerintah setempat. Selanjutnya, aksi mereka ternyata didengar oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Sang Gubernur lalu menandatangani kesepakatan pada tahun 2015 yang isinya melarang kantong plastik di seluruh Pulau Bali pada tahun 2018 dan seterusnya.

Tak hanya mendorong pemerintah menetapkan peraturan larangan kantong plastik, Isabel dan Melati juga memberikan penyuluhan bagi masyarakat di Bali tentang bahaya dari penggunaan plastik. Sebagai contoh, lebih dari 800 keluarga di Desa Pererenan kini mau mengganti kantong plastik dengan tas berbahan kertas atau kain berkat usaha mereka. (AW/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: