BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 31 Agu 2019 14:00

Inspiratif, Cerita Para Milenial Semarang Atur Keuangan Biar Nggak Nunggak Bayar KPR

Salah satu kawasan perumahan subsidi di Kaliwungu Kendal. (inibaru.id/ Issahani)

Meski harus selalu mengencangkan ikat pinggang demi satu unit hunian sederhana, semua itu mereka jalani dengan sabar. Hidup prihatin sudah menjadi konsekuensi ketika memutuskan mengambil kredit rumah di usia muda. Yuk, simak kisah mereka selengkapnya.

Inibaru.id - Memiliki rumah sendiri baik itu untuk dihuni atau sebagai investasi kini menjadi tren di kalangan milenial. Nilai properti termasuk rumah KPR yang terus meninggi dari tahun ke tahun menjadi daya tarik termasuk mereka yang (hanya) berpendapatan UMR (Upah Minimum Regional).

Bagi orang-orang ini, memilih rumah bersubsidi merupakan solusi tepat. Eits meski disubsidi pemerintah, para pejuang cicilan KPR ini juga harus berhati-hati dalam mengatur keuangan. Tanpa perhitungan matang, mereka bisa menunggak bayar cicilan. Yang terburuk, rumah mereka harus ditarik kembali. Amit-amit kan?

Lucky Setyawan mengaku sudah setahun terakhir merelakan gajinya terpotong Rp 1.3 juta tiap bulan untuk membayar cicilan KPR rumahnya di sebuah kawasan perumahan daerah Ungaran, Kabupaten Semarang. Untuk memiliki rumah bertipe 36/60 ini secara penuh, karyawan di salah satu perusahaan berita pemerintah di Semarang ini harus bersabar selama dua belas tahun ke depan. Sebelumnya, Lucky telah memberi DP sebesar Rp 14.5 juta, Millens.   

“Kalau saya sih, tujuannya biar gaji tidak muspro saja. Namanya anak muda kalau pegang uang dikit, langsung gatel beli ini itu. Nah saya mau gaji saya ada wujudnya. Entah nanti rumah itu saya tempati sendiri, entah nanti saya jual lagi. Pokoknya gaji saya harus saya selamatkan,” terang pria lajang 28 tahun itu.

Selama mencicil, Lucky mengatakan nggak ada kendala berarti sebab dia telah menghitung dengan cermat sebelum memutuskan kredit rumah. Selain membayar cicilan, dia mengaku masih bisa membiayai kebutuhannya dan menabung untuk hal nggak terduga. Dia merasa hidupnya sudah aman. Right on the track gitu istilahnya.

Rumah subsidi menjadi pilihan kalangan milenial yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri. (inibaru.id/ Issahani)

Kisah lain datang dari Sani Widiarto, pemuda 25 tahun asal Kota Semarang. Dia harus membayar Rp 850 ribu per bulan untuk mendapatkan rumah. Mahasiswa yang juga pekerja pabrik ini masih harus mencicil selama 20 tahun ke depan demi satu unit rumah di kawasan perumahan subsidi Kaliwungu, Kendal itu. 

Tekad Sani memang patut diacungi jempol, Millens. Memiliki sebuah rumah atas nama sendiri merupakan impiannya sejak lama. Sudah dua tahun dia berjuang dan berkorban. Untuk menambal kebutuhan lainnya seperti kuliah dan lain-lain, Sani juga nyambi berjualan pulsa.

“Yang penting yakin kalau saya sih. Sudah nggak mikir hura-hura soalnya yang dipikirin gimana caranya bayar rumah aman, bayar semesteran juga aman,” ujarnya.

 

Nggak hanya sebagai tempat huni, para milenial juga memperhitungkan kepemilikan rumah sebagai investasi di masa depan. (inibaru.id/ Issahani)

Berbeda dengan Lucky dan Sani, Widi Astari, ibu rumah tangga yang juga pekerja di sebuah radio swasta di Semarang ini memilih KPR nonsubsidi untuk pembiayaan rumahnya di daerah Pucanggading, Kota Semarang. Perempuan 28 tahun asal Grobogan ini telah lama mengincar rumah dengan harga jual Rp 215 juta itu.

Sayangnya bank meng-ACC plafon pembiayaan hanya sebesar Rp 145 juta. Widi lantas menutup kekurangan dengan menguras habis isi tabungan dan meminjam di koperasi tempat suami bekerja sebagai sekuriti. Setiap bulan Widi mesti membayar dua tanggungan cicilan sekaligus. Yaitu Rp 1.3 juta per bulan kepada bank dan Rp 1.2 juta per bulan kepada koperasi.

Sadar kewajibannya nggak kecil, Widi mengatur sistem keuangannya dengan cara yang cukup ketat. Gaji suaminya langsung masuk ke dua pos cicilan rumah. Sementara gaji Widi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Sisa gaji keduanya, meski sedikit, diamankan ke tabungan.

“Kuncinya cermat. Kalau sudah memutuskan ambil KPR apalagi nonsubsidi harus siap untuk tidak boros. Kurangi kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting,” terang Widi.

Untuk Millens yang ingin memiliki rumah lewat KPR namun masih ragu, Widi memberi beberapa saran. Pertama, pilih cicilan flat. Meski sedikit lebih mahal, namun besarnya cicilan nggak akan bertambah. Kedua, pilih cicilan yang juga di-cover asuransi kebakaran dan jiwa. Kalkulasikan dengan cermat bersama pasangan. Jangan sampai bisa bayar cicilan, namun makan malah jadi sekali sehari.

Bagaimana, Millens? Tertarik jadi pejuang KPR juga? (Issahani/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: