BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 8 Sep 2017 12:07

Bikin Haru, Inilah yang Membuat Owi dan Butet Langgeng di Ganda Campuran

Pasangan ganda campuran Indonesia, Owi/Butet, merayakan kemenangan di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2017, Glasgow, Inggris, (25/8/2017). (Foto: metrotvnews)

Beberapa waktu lalu Butet mengunggah sebuah foto inspiratif di akun Instagram pribadinya, @natsirliliyana. Foto itu diunggah beserta caption yang menggetarkan hati.

Inibaru.id - Berbeda bukan berarti orang-orang tiada mungkin dipersatukan. Bekerja sama juga tak selalu harus sama dalam segala hal. Perbedaan seharusnya justru mampu menjadi penyeimbang. Hal inilah yang dilakukan duo ganda campuran Indonesia, yakni Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Pebulutangkis Owi dan Butet, panggilan akrab keduanya, baru-baru ini berhasil menjuarai Kejuaraan Dunia Bulutangkis BWF 2017. Mereka berhasil merebut gelar prestisius itu di nomor ganda campuran.

Hasil tersebut seakan kian melengkapi dominasi Owi/Butet sebagai salah satu pasangan paling kompak untuk nomor bulutangkis ganda campuran di Indonesia.

Baca juga: Sepak Terjang Indonesia di Ajang SEA Games

Saat ini Owi sudah menginjak usia 30 tahun, sementara Butet dua tahun lebih tua, yakni 32 tahun. Owi/Butet pun dinobatkan sebagai juara tertua dalam BWF 2017. Namun, keduanya tetap “serasi”.

Kendati Owi dan Butet seakan memiliki perbedaan dalam banyak hal, yang di Indonesia sendiri menjadi masalah serius, keduanya seolah berhasil mengikis semua jurang itu dan melalui semuanya dengan baik-baik saja.

Hasil ini membawa mereka juara untuk kali kedua di ajang tersebut setelah sempat menang di Guangzhu, Tiongkok, pada 2013 lalu. Khusus untuk Butet, ini adalah kali keempat dia menjadi juara, dua sebelumnya ia lakukan bersama Nova Widianto pada 2005 (Amerika) dan 2007 (Malaysia).

Kompak

Dibutuhkan kekompakan maksimal bagi keduanya untuk merengkuh hasil maksimal di BWF 2017, sebab lawan yang mereka hadapi di partai puncak adalah pasangan peringkat pertama dunia asal Tiongkok, Zheng Siwei/Chen Qingchen.

Namun, pengalaman dan saling pengertian antarpemain ternyata lebih dominan dalam pertandingan tersebut. Kepercayaan Owi terhadap Butet, dan sebaliknya, membuahkan kemenangan demi kemenangan, meski harus dilalui dengan tiga gim melelahkan.

Meladeni permainan cepat pemain-pemain andalan Tirai Bambu, Owi/Butet terlihat keteteran di set pertama. Merekapun menyerah dengan skor 21-15. Namun, keduanya segera membalik keadaan di set kedua dengan kemenangan 16-21.

Di set ketiga atau gim penentuan, Owi/Butet justru terlihat leluasa bermain. Mereka betul-betul menikmati pertandingan. Penempatan bola, pertahanan, hingga penyerangan, dilakukan dengan hampir sempurna.

Baca juga: Ini 11 Atlet SEA Games 2017 Asal Indonesia Yang Berparas Menawan

Owi/Butet menang 15-21 lantaran ganda pasangan Tiongkok bermain buruk, sementara pasangan Indonesia justru sebaliknya. Dengan ini, mereka berdua resmi dinobatkan sebagai juara dunia bulu tangkis ganda campuran tahun 2017.

Saat ini keduanya sudah pulang ke kampung halaman masing-masing dan menikmati kemenangan tersebut. Namun, beberapa waktu lalu Butet mengunggah sebuah foto inspiratif di akun Instagram pribadinya, @natsirliliyana. Foto itu diunggah beserta caption yang menggetarkan hati.

Beginilah isi tulisan tersebut:

"Ini KITA.. KITA berbeda RAS

KITA berbeda SUKU

KITA berbeda AGAMA

Tetapi..

KITA berpelukan

KITA bergandeng tangan

KITA tersenyum bersama

Karena KITA PANCASILA"

 

Postingan itu pun segera dibanjiri pujian netizen di seluruh tanah air. Ya, Pancasila adalah alasan utama kenapa mereka bisa melenggang dengan kompak dalam pertandingan apapun, kendati keduanya memiliki perbedaan ras, jenis kelamin, dan bahkan agama yang acam menjadi masalah di negeri ini. Nice! (GIL/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: