BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 3 Okt 2019 14:48

Berempati Ala Yuda Kurniawan Melalui Film Dokumenter

Yuda Kurniawan, sutradara film dokumenter Nyanyian Akar Rumput. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ada banyak cara seseorang mengungkapkan rasa empatinya. Bagi Yuda Kurniawan, membuat film dokumenter adalah caranya menunjukkan empati.

Inibaru.id - Yang namanya passion memang sudah mengakar dalam diri seseorang. Begitu pula dengan Yuda Kurniawan yang selalu bersemangat ketika membuat film dokumenter. Salah satu karyanya yang terkenal dan memenangkan banyak perhargaan adalah Nyanyian Akar Rumput.

Ada alasan menarik di balik keseriusan Yuda dalam menggarap setiap karyanya. “Sebab film dokumenter adalah usaha kita untuk menuturkan kembali apa yang telah kita lihat, rasakan dan rekam dengan kamera melalui sebuah cerita yang terstruktur. Itulah mengapa kalau mau bikin mulailah dari hal-hal yang kamu mengerti secara benar atau kalau belum coba kenali dulu,” papar laki-laki 36 tahun ini saat workshop di Festival Film Jawa Tengah, Minggu (29/9) yang bertempat di Impala Space, Kota Lama, Semarang.

Lebih lanjut Yuda menjelaskan mengapa dirinya memilih genre film dokumenter. Lewat film dokumenter, dia bisa leluasa merekam berbagai kejadian di kehidupan sehari-hari baik itu dalam ranah sosial, ekonomi hingga politik. "Dan yang paling penting saya bisa ikut berempati. Maka dari itulah saya lebih memilih film dokumenter,” tambahnya.

Yuda Kurniawan saat menyampaikan materi di workshop Festival Film Jawa Tengah. (Inibaru.id/ Audrian F)

Saat ditanya soal geliat film dokumenter di Indonesia, pria yang tinggal di Depok ini mengatakan kalau perkembangannya sudah sangat pesat dan baik. Pasalnya, kemajuan teknologi dan peralatan sangat menunjang produktivias para film maker dokumenter. Di samping itu peran platform semisal youtube sangat bermanfaat menyebarkan konten langsung ke penonton. Banyaknya komunitas film di daerah-daerah juga memungkinkan setiap film maker memutar filmnya untuk ditonton bersama-sama. Jadi seperti bioskop alternatif gitu deh, Millens.

Menurut Yuda hal terpenting yang harus dimiliki film maker konsistensi. Meski demikian, pendapat orang lain juga perlu didengar. Sama halnya dengan Yuda yang banyak mendengar masukan orang lain dalam membuat film.

“Justru ulasan itu yang paling penting. Kalau sudah mendapat masukan dan kritik, cari solusi. Jangan langsung patah arang dulu,” kata Yuda.

Dalam kesempatan itu juga dia membocorkan akan kembali merilis film dokumenter berjudul Roda-Roda Nada tahun depan. Wah, jadi nggak sabar pengin nonton ya. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: