BerandaIndo Hayati
Sabtu, 19 Jan 2018 17:47

Kura-Kura Bermoncong Babi: Lestarikan!

Kura-kura atau labi-labi moncong babi (carettochelys insculpta). (Jitunews.com)

Hewan ini hanya ada di Papua bagian selatan. Jadi, kura-kura bermoncong mirip moncong babi ini wajib hukumnya dilestarikan.

Inibaru.id – Beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Kompas.com (9/1/2018) Polisi Merauke mengamankan 1.161 ekor kura-kura moncong babi dari ruang tunggu penumpang di bandara Mopah Merauke, Papua. Satwa yang bernama ilmiah Carettochelys insculpta itu dilindungi. Jadi, wajar kan siapa pun yang menyelundupkan dan memperdagangkannya bakal berurusan dengan hukum.

Yap, kura-kura moncong babi (ada juga yang menyebutnya labi-labi moncong babi) merupakan salah satu reptil asli Indonesia yang keberadaannya di alam bebas semakin langka dan terancam punah. Kenapa? Seperti yang dialami satwa lain yang dilindungi, faktor utama kepunahan adalah perburuan liar dan perdagangan.

Dikutip dari laman alamendah.org, nama latin reptil ini adalah Carettochelys insculpta Ramsay, 1886 dan mempunyai nama sinonim, yaitu  Carettochelys canni Artner (2003) dan Carettochelys insculpta Wells (2002). Dalam bahasa Inggris, reptil ini disebut sebagai Pig-nosed Turtle, Fly River Turtle, New Guinea Plateless Turtle, Pig-nose Turtle, atau Pitted-shell Turtle.

Baca juga:
Burung Merak Hijau, Si Cantik yang Hampir Punah
Maleo, Burung Antipoligami

Kalau lihat namanya, pigimane ceritanya nih kok ada nama hewan lain? Ya, ciri fisik kura-kura moncong babi mudah dikenali melalui bentuk hidung yang menyerupai hidung babi.

Panjang tubuhnya antara 46-70 cm dengan berat rata-rata 22,5 kg. Karapasnya atau tempurungnya nggak keras dan lebih menyerupai kulit tebal. Tekstur karapas kasar, dengan warna bervariasi mulai cokelat hingga abu-abu gelap. Adapun plastron (bagian bawah tubuh, perut) berwarna krem.

Bagian kaki berwarna abu-abu gelap. Bentuk kaki menyerupai sirip yang masing-masing punya dua cakar kuat. Rahangnya kuat dan berekor pendek. Ukuran jantan umumnya lebih kecil dibanding betina, namun memiliki ekor yang lebih panjang dan tebal.

Labi-labi moncong babi, sebagaimana jenis bulus lainnya, lebih banyak menghabiskan waktunya di air. Bahkan jarang ditemui naik ke daratan. Satwa itu bisa ditemukan di daerah pantai berpasir atau di hamparan rumput rawa di sungai, anak sungai, danau, air payau, dan mata air panas.

Sebagai hewan omnivora yang memakan buah, daun, moluska, krustasea, dan serangga, satwa ini mencapai usia matang (dewasa) saat berusia 18 tahun (betina) dan 16 tahun (jantan). Umur di habitat asli tidak diketahui namun yang di penangkaran mampu hidup hingga berusia 38 tahun. Masa berbiak Labi-labi moncong babi ini pada akhir musim kemarau.

Daerah Sebaran

Sebagai satwa asli Indonesia, persebaran Carettochelys insculpta ini hanya di Papua bagian selatan mulai dari Timika, Asmat, Mappi, Boven Digul, Yahukimo, hingga sebagian kecil wilayah Merauke. Selain itu dijumpai juga di sebagian Papua Nugini bagian selatan dan Australia bagian utara.

Oya Millens, satwa ini dianggap langka meskipun jumlah populasi pastinya nggak diketahui, namun diperkirakan mengalami penurunan yang drastis. Ancaman terhadap utama terhadap kelestarian reptil ini adalah perburuan liar untuk diperdagangkan baik sebagai hewan peliharaan ataupun dikonsumsi daging dan telurnya. Jenis bulus ini merupakan salah satu kura-kura yang paling banyak dieksploitasi dan diselundupkan ke luar negeri. Selain itu juga terancaman akibat dari kerusakan habitat.

Padahal labi-labi moncong babi merupakan salah satu hewan langka dan dilindungi di Indonesia. Daftar Merah IUCN memasukkan spesies ini sebagai Vulnerable (Rentan). CITES pun mendaftarnya dalam daftar Appendix II yang artinya hanya boleh diperdagangkan secara internasional dengan pengawasan khusus dan ketat. Sedangkan di Indonesia, labi-labi Moncong Babi menjadi salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 dan UU Nomor 1990.

Baca juga:
Ular Cabe Merah, Pembunuh Para Pembunuh
Mari Cegah Kepunahan Si Putih Elok dari Bali

Dengan statusnya yang dilindungi, upaya penangkapan terhadap penyelundupan di Bandara Merauke punya alasan. Pihak yang berwenang memang perlu ketat mengawasi tindak kejahatan seperti penyelundupan satwa langka itu. Sepakat kan, Millens? (EBC/SA)

 

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Reptilia

Ordo: Testudines

Famili: Carettochelyidae

Genus: Carettochelys.

Spesies: Carettochelys insculpta Ramsay, 1886.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: