BerandaIndie Mania
Rabu, 26 Feb 2019 15:33

Alfonso Cuaron: Membesut <em>Roma</em> Adalah Pencapaian Terbesar Saya!

Alfonso Cuarón bekerja di balik layar film "Roma". (Netflix/Carlos Somonte)

Sineas gaek ini kian menunjukkan tajinya di Academy Awards ke-91 dengan mencapai banyak hal melalui film <i>Roma</i>. Alfonso Cuarón namanya. Penggemar Harry Potter tentu tahu siapa sosok asal Meksiko ini!

Inibaru.id – Enam tahun yang lalu, sosok 57 tahun ini melenggang ke panggung Academy Awards sebagai sutradara terbaik atas karya blockbuster-nya, Gravity (2013). Alfonso Cuarón namanya. Tahun ini dia kembali menapaki panggung yang sama, tapi dengan film yang jauh berbeda, yakni Roma (2018).

Jika berkat Gravity Cauron mendapatkan predikat sineas terbaik Academy Awards 2014, berkat Roma lelaki asal Meksiko itu menyabet lebih banyak piala. Menjadi nomine untuk 10 kategori, Roma meraih tiga di antaranya, yakni Sutradara Terbaik, Sinematografi Terbaik, dan Film Berbahasa Asing Terbaik.

Roma adalah film hitam-putih yang berkisah tentang pergulatan Mexico City pada awal 1970-an dari sudut pandang Cleo, yang diperankan dengan apik Yalitza Aparicio. Cleo adalah seorang asisten rumah tangga muda untuk satu keluarga yang hidup di lingkungan kelas menengah Roma di Mexico City.

Sebelum Academy Award ke-91 digelar pada Minggu (24/2/2019), nggak sedikit kritikus film yang memprediksi kemenangan Roma. Cauron pun mengatakan, film tersebut memang spesial dan dianggapnya sebagai karya terbaik sepanjang karier di industri perfilman.

Adegan dalam film Roma. (Filmlinc)

Cauron mengaku dirinya selalu ingin membuat film yang membuatnya merasa nyaman dengan hasilnya. Nah, inilah yang dialaminya seusai menggarap Roma.

"Pada Roma, saya puas. Saya sangat senang karena inilah film pertama yang mampu mengakomodasi apa yang ingin saya sampaikan di film secara penuh,” tutur Cauron kepada Indiewire (25/7/2018). “Ini adalah cerita dalam berbagai bentuk dan petunjuk emosi yang muncul sejak awal saya ingin jadi sutradara."

Menilik jauh ke awal kariernya di dunia film, Cauron mulai dikenal dalam belantika perfilman internasional setelah membesut A Little Princess (1995) di Amerika. Film itu merupakan adaptasi dari novel klasik karya Frances Hodgson Burnett.

Tiga tahun berselang, lelaki yang pernah menggeluti Filosofi di National Autonomous University of Mexico (UNAM) itu menggarap Great Expectation (1998). Dibintangi Ethan Hawke, Gwyneth Paltrow, dan Robert De Niro, film tersebut merupakan adaptasi literatur karya Charles Dickens yang dibuat lebih modern.

Alfonso Cuaron (tengah) bersama pemain pendukung film Roma, yakni Marina de Tavira (kiri) dan Yalitza Aparicio (kanan). (Joel C Ryan/Invision/AP/Shutterstock/Indiewire)

Menapakkan kaki di industri Hollywood nggak lantas membuat Cauron meninggalkan akar budayanya. Y Tu Mamá También (2001) menjadi pencapaian selanjutnya. Film Meksiko bergenre drama yang digarap bersama saudaranya, Carlos Cauron, itu menjadi nomine Oscars untuk Skenario Asli Terbaik.

Karier Cauron kian mentereng setelah menjadi sosok di balik Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (2004), yang konon di tangannya, film waralaba itu bernuansa begitu “gelap”.

Panggung Academy Award kian membuat Cauron diperhitungkan setelah Children of Men (2006) besutannya menjadi nomine untuk dua kategori, yakni Skenario Adaptasi Terbaik dan Penyuntingan Terbaik.

Puncaknya, lelaki yang belajar pembuatan film di Centro Universitario de Estudios Cinematográficos (CUEC) itu meraih gelar Sutradara Terbaik untuk film Gravity. Tentu saja semakin lengkap dengan pencapaian lain melalui Roma.

Hm, kejutan apa lagi yang bakal kamu berikan, Cauron? (IB20/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: