BerandaHits
Kamis, 12 Feb 2020 12:33

WNI Eks ISIS Nggak Akan Dipulangkan, Bagaimana dengan Anak-Anaknya?

Menko Polhukam Mahfud MD memastikan pemerintah nggak memulangkan WNI Eks ISIS. (bandungkita.id)

Menkopolhukam Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah nggak akan memulangkan WNI eks ISIS. Hanya saja, mereka masih mempertimbangkan kemungkinan memulangkan anak-anaknya. Seperti apa pertimbangannya?

Inibaru.id – Isu rencana pemulangan WNI Eks ISIS masih menjadi pro dan kontra masyarakat Indonesia. Menteri Koordinator Pertahanan Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD pun menyudahi isu ini dengan menyebut pemerintah nggak akan melakukan pemulangan.

Kompas, Selasa (11/2/20) menulis, Mahfud memastikan hal ini setelah menjalani rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa (11/2).

“Pemerintah tidak ada rencana memulangkan teroris. Bahkan tidak akan memulangkan FTF (foreign terrorist fighter) ke Indonesia,” tegas Mahfud.

Sebagai informasi, data yang dikeluarkan oleh Central Inteligence Agency (CIA) menyebut setidaknya ada 689 WNI eks ISIS yang terlantar di wilayah Turki, Suriah, dan negara-negara lainnya. Sebanyak 228 orang sudah dipastikan identitasnya, namun 401 lainnya belum. Pemerintah masih khawatir jika mereka dipulangkan, akan menjadi pelaku teror di Indonesia di masa depan.

Meskipun begitu, pemerintah ternyata masih mempertimbangkan pemulangan anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun. Anak-anak ini sebelumnya dibawa oleh orang tuanya yang merupakan terduga eks kombatan ISIS.

“Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan tapi case by case. Ya lihat saja apakah ada orang tuanya atau tidak, yatim piatu (atau tidak),” terang Mahfud.

Sayangnya, Mahfud juga mengaku bahwa pemerintah nggak memiliki data mendetail terkait dengan anak-anak dari para WNI eks ISIS. Dia hanya menyebut pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan seberapa banyak jumlah para WNI eks ISIS tersebut. Mahfud juga menyebut pemerintah masih mempertimbangkan kemungkinan anak-anak yang dipulangkan ternyata sudah terpapar paham radikalisme dan terorisme.

Kalau menurut Millens, apakah langkah pemerintah ini sudah tepat? (IB09/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengapa Orang Korea Suka Minum Alkohol dan Mabuk?

23 Feb 2026

Tren Makanan Kukusan Makin Populer, Sehat bagi Tubuh?

23 Feb 2026

Ratusan Jemaah Tiap Hari, Tradisi Semaan di Masjid Agung Kauman selama Ramadan

23 Feb 2026

Bukan Perlu atau Tidak, tapi Untuk Kepentingan Apa Perusahaan Media Adopsi AI

23 Feb 2026

Menelusuri Jejak Sejarah Intip Ketan, Camilan Warisan Sunan Kudus

23 Feb 2026

Akhir Penantian 8 Tahun Petani Geblog Temanggung Berbuah Embung Manis

23 Feb 2026

Viral, Harga Boneka Monyet Punch Naik Gila-gilaan di Internet!

24 Feb 2026

Negara Mana dengan Durasi Puasa 2026 yang Terlama dan Tersingkat?

24 Feb 2026

Menyusuri Peran Para Tionghoa di Kudus via Walking Tour 'Jejak Naga di Timur Kota'

24 Feb 2026

Antisipasi Banjir, Pemkot Semarang akan Rutin Bersihkan Sedimentasi Sungai

24 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: