BerandaHits
Rabu, 12 Nov 2019 15:00

Terapkan Berbagai Hal Sederhana Ini untuk Membuktikan Kamu Pribadi yang Beretika

Pribadi yang baik adalah pribadi yang senantiasa menjaga etika dalam pergaulannya. (Unsplash)

Secerdas atau sekaya apa pun kamu jika nggak memiliki etika yang baik, orang akan memandangmu dengan sebelah mata. Sebab, etika adalah pondasi untuk membangun sosialisasi yang baik.

Inibaru.id – Mungkin hal-hal berikut ini terkesan sepele, tapi jika kamu memperhatikannya dengan baik dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka kamu pantas dilabeli sebagai pribadi yang beretika. Nah, kira-kira apa saja ya hal-hal tersebut?

Kunyah Dulu, Baru Ngomong!

Yap, jangan biasakan ngomong sambil ngunyah ya, Millens! Ada baiknya jika kamu selesaikan dulu kunyahanmu, baru bicara. Sebab, berbicara sambil mengunyah makanan itu kurang etis dan nggak jarang juga membuat illfeel lawan bicara. So, jangan sampai gebetanmu lepas hanya karena makananmu nyiprat ke mana-mana gara-gara ini! Ha-ha

Jangan Asal Terjang Genangan!

Entah bermotor, bermobil atau bahkan bersepeda sekali pun jangan sampai kamu sengaja menerjang genangan! Ingat, jalanan itu bukan milikmu sendiri dan caramu yang asal-asalan mengendarai kendaraan membuat cipratan yang luar biasa bagi pengendara lain. Kalau genangan airnya bau, gimana? Kasihan, kan? Yuk, jangan egois! Hargai sesama pengendara dan pelankan lajumu saat menjumpai kenangan, eh genangan maksudnya! Ha-ha.

Biasakan Budaya Tumpuk Tengah

Beberapa tahun terakhir, banyak yang menyuarakan social campaign terkait kegiatan menumpuk piring di tengah setelah makan di restoran. Bagi sebagian orang, mungkin kegiatan ini dirasa nggak penting dan justru mengambil job desc dari pelayan restoran. Padahal dengan tindakan yang sederhana itu, kamu bisa membantu untuk meringankan beban mereka dan yang pasti, kamu pun jadi lebih nyaman saat mengobrol.

Setop Kepo Urusan Orang Berlebihan!

Jangan terlalu kepo pada urusan orang! Nggak hanya pada orang yang baru dikenal, terhadap orang yang sudah akrab pun jangan sampai kepo berlebihan. Apalagi jika itu menyinggung hal-hal yang bersifat pribadi. Sebab, nggak semua orang suka diulik urusannya.

Jangan Menyudutkan Orang di Tempat Umum!

Ini biasa terjadi di lingkungan orang-orang yang sering berdiskusi maupun meeting. Kadang secara nggak sadar kamu menunjukkan kekurangan atau kesalahan orang lain dengan berlebihan di depan umum. Secara etika, itu nggak baik!

Jika memang dia ada kekurangan atau kesalahan, tahan dirimu dulu! Baru ketika ada waktu ngobrol berdua, sampaikan kritikmu secara personal. Cara yang demikian itu jauh lebih bijak dari tindakan yang terkesan menyudutkan pribadi orang lo, Millens!

Jangan Merasa “Paling” dalam Hal Apa pun!

Terkadang, tanpa sengaja bilang “alah, masih mending yo..kalau aku....”. Hmmm, memang sih, merasa “paling” adalah naluri manusia pada umumnya. Entah itu “paling bahagia” maupun “paling ngenes”. Nah, mulai sekarang kurang-kurangi ya untuk merasa dan menunjukkan bahwa hidupmu itu “paling bla..bla..bla” di hadapan orang yang sedang bercerita. Sebab, nggak sedikit orang yang akhirnya enggan terbuka pada kita hanya karena kita sendiri sering mengabaikan inti cerita dari orang yang sedang berbagi rasa.

Meski mungkin niatmu baik atau untuk memotivasi orang yang kebetulan down agar bisa lebih strong, tapi dengan pembandingan hidup menggunakan kata “paling” yang disematkan pada diri sendiri bukanlah hal yang keren. He-he.

Hargai Perbedaan Agama dan Perspektif Orang Lain!

Semakin ke sini, banyak sekali masalah yang muncul karena perbedaan. Baik itu perbedaan agama, perspektif terhadap hidup hingga pilihan politik. Hmm, padahal perbedaan adalah kunci dari keberagaman hidup yang akan memberi warna tersendiri bagi hidup.

Nah, jika memang kamu termasuk pada tim yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan pencinta keberagaman, ada baiknya jika kamu menghormati segala bentuk perbedaan yang ada pada dirimu dengan orang lain. Sebab, menghormati bukan berarti menerima atau mengiyakan, namun sebagai wujud apresiasi atas kemerdekaan hidup sebagai manusia seutuhnya.

Gimana, Millens? Sederhana, kan? Yap, semua itu sebenarnya sederhana dan mudah saja untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, yuk biasakan untuk menjadi orang baik yang menjunjung tinggi etika pergaulan! (IB23/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

HP Gratis dengan Rekening Digital Diusulkan untuk Penyaluran Bansos

15 Okt 2026

Dari Jepara ke Sarajevo, Merawat Ukiran dan Diplomasi yang Tak Selesai di Meja Pertemuan

16 Okt 2026

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: