BerandaHits
Kamis, 23 Okt 2019 14:23

Suhu Udara di Semarang Capai 39,4 Derajat Celsius, Ini Penyebabnya

Semarang di siang hari yang panas dan menyengat. (Kitanesia)

Suhu udara di Kota Semarang pada Selasa (22/10/2019) pukul 13.00 hingga 15.00 WIB mencapai 39,4 derajat celsius. Angka tersebut memecahkan rekor suhu terpanas di Semarang dalam 37 tahun terakhir.

Inibaru.id – Suhu udara di Kota Semarang pada Selasa (22/10/2019) siang memecahkan rekor suhu udara terpanas dalam 37 tahun terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Semarang menyebut suhu udara bahkan mencapai 39,4 derajat Celsius.

Kepala Seksi Data dan Informasi Statsiun Klimatologi BMKG Semarang Iis Harmoko menyebut puncak suhu udara tersebut terjadi pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

“Di pukul 13.00 hingga 15.00 siang tadi, suhu udara di Semarang mencapai 39,4 derajat Celsius,” ungkapnya ditulis laman Detik, Selasa (22/10).

Sebelum ini, suhu udara tertinggi di Kota Semarang yang tercatat di BMKG adalah 38,7 derajat Celsius pada 13 Oktober 1972. Pada 18 Oktober 2002 silam, suhu di Semarang mencapai 38,5 derajat Celsius. 

Di beberapa kota lainnya seperti di Surakarta, beberapa warganet bahkan sampai mengunggah gambar suhu udara di ponselnya yang menunjukkan angka 40 derajat Celsius. Namun, Iis menyebut data yang ada di BMKG hanyalah 38 derajat Celsius.

Penyebab Suhu Udara Sangat Panas

BMKG menyebut beberapa wilayah seperti di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan masih akan dilanda suhu panas, khususnya di siang hari hingga akhir Oktober 2019.

“Suhu panas hingga mencapai 37 derajat Celsius masih berpotensi terjadi hingga satu minggu ke depan,” ucap Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono Prabowo seperti diwartakan laman CNN Indonesia, Selasa (22/10).

Hal ini kata Mulyono terkait dengan gerak semu matahari yang mengarah ke selatan dan membuat suhu di wilayah Indonesia di selatan khatulistiwa cenderung meningkat.

“Posisi gerak semu matahari masih berlanjut ke selatan. Ditambah dengan atmosfer yang kering sehingga membuat tidak ada awan untuk menghalangi sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi,” terangnya.

Wah, mesti bersiap menghadapi suhu panas yang masi berlangsung dalam waktu dekat ini, ya. Sering-sering minum air putih dan memakai pelindung jika keluar rumah demi mengatasi suhu udara yang panas, Millens. (IB09/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: