BerandaHits
Sabtu, 1 Okt 2021 11:00

Seperti Apa Penerapan Protokol Kesehatan PON XX Papua?

Penerapan protokol kesehatan di PON XX Papua. (Menpan/BNPB)

PON XX Papua digelar di masa pandemi Covid-19. Memang, kasus penularan virus sudah semakin melandai. Tapi, tetap saja penerapan protokol kesehatan (prokes) harus diterapkan dengan ketat. Seperti apa sih realita penerapannya di lapangan?

Inibaru.id – Setelah Liga 1 dan Liga 2 dimulai, kini gantian ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar. Mengingat kita masih di masa pandemi Covid-19, seperti apa ya protokol kesehatan PON XX Papua?

Dasarnya orang Indonesia memang doyan menonton pertandingan olah raga. Alhasil, PON XX Papua pun langsung jadi sorotan publik. Contohnya nih, kontroversi pertandingan futsal antara Tim Jawa Timur dan Tim Jawa Barat sudah bikin warganet Indonesia berdebat.

Selain itu, sejumlah pelanggaran protokol kesehatan (prokes) juga ikut-ikutan jadi sorotan. Contohnya ya, pertandingan sepak bola antara Tim Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara pada Kamis (30/9) lalu di Lapangan Universitas Cenderawasih Mahacandra. Banyak suporter yang berkerumun dan nggak memakai masker. Panitia pun dianggap nggak tegas untuk menerapkan prokes.

Padahal, PON XX Papua sudah memiliki pedoman prokes yang diberikan langsung oleh Satgas Covid-19 lo. Contohnya nih ya, penonton diminta nggak berkerumun dan melakukan kontak fisik, mengurangi bicara apalagi berteriak, serta harus memakai masker.

Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun angkat bicara terkait prokes di PON XX Papua. Dia menyebut prokes ini nggak hanya untuk atlet, relawan, panitia, dan pemerintah daerah, melainkan juga masyarakat, khususnya yang ada di sekitar lokasi dan yang ikut menonton.

“Penonton serta masyarakat di sekitar lokasi juga harus menjalankan prokes dan telah mendapatkan vaksinasi minimal dosis pertama,” tegas Wiku, Kamis (30/9).

Stadion Lukas Enembe, salah satu venue PON XX Papua. (Papuainside)

Instruksi khusus dari Pemerintah Pusat juga sudah dikeluarkan ke lima bupati yang wilayahnya menyelenggarakan PON XX Papua ini. Bupati Jayapura misalnya, sudah diminta untuk membatasi penonton maksimal hanya 10 ribu orang, termasuk elemen-elemen penting seperti TNI Polri sebagai pengaman, tenaga kesehatan, hingga tamu-tamu penting.

Di daerah-daerah lain, venue juga hanya boleh diisi maksimal 25 persen dari kapasitas yang tersedia. Pemda juga harus ketat melakukan skrining terhadap semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PON.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit rabowo bahkan sampai turun tangan meninjau tiga arena untuk tenis, sepak bola, serta menyelam. Dia ikut memantau pemakaian aplikasi PeduliLindungi, khususnya bagi para penonton.

Di sisi lain, TNI dan Polri pun membantu Satgas Penanganan Covid-19 menggencarkan vaksinasi Covid-19 di area-area penyelenggaraan PON di Papua. Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang divaksinasi.

“Ini agar rakyat papua sehat dan tidak mengalami gejala berat saat tertular Covid-19,” terang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Rabu (29/9).

FYI, Millens, di Kabupaten Jayapura, vaksinasi dosis pertama masih mencapai 58 persen dan dosis kedua cakupannya baru 36 persen. Sementara itu, di Kota Jayapura, cakupannya sedikit lebih banyak, yakni 65 persen untuk dosis pertama dan 39 persen untuk dosis kedua.

Semoga saja penerapan protokol kesehatan di PON XX Papua tetap konsisten sehingga ajang ini bisa berlangsung dengan aman dan lancar, ya Millens. (Rep/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: