BerandaHits
Minggu, 10 Jan 2026 13:01

Sepekan Dampingi Penyintas Bencana Sumatra; Sembuhkan Luka dan Trauma

Tim relawan SCU Semarang saat memeriksa kesehatan salah seorang penyintas bencana banjir dan longsor di Sumatra. (Dok SCU Semarang)

Sepakan menjadi sukarelawan yang menyediakan layanan kesehatan dan dukungan psikologis pemulihan bencana Sumatra Utara, tim dari SCU Semarang setidaknya telah mendampingi lebih dari 400 penyintas. dengan tujuan mulia menyembuhkan luka dan trauma.

Inibaru.id - Selain luka, bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra juga menyisakan begitu banyak cerita bagi para penyintas. Sepekan mendampingi mereka di pengungsian, para sukarelawan dari Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang turut menyaksikan bagaimana perjuangan mereka.

Sedikit informasi, Tim Relawan SCU Semarang yang terdiri atas 14 sukarelawan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi itu tiba di Sumatra Utara pada Kamis (18/12/2025) untuk membantu memberikan layanan medis dan pendampingan psikologis bagi warga terdampak.

Selama sepekan di Sumatra, para sukarelawan tersebut ditempatkan di titik-titik bencana yang ada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Tugas utama mereka memang mendampingi penyintas. Hingga 26 Desember, mereka mengatakan telah mendampingi sekitar 400-an orang.

Pendampingan dilakukan di sejumlah lokasi, sebagian di antaranya di Kabupaten Tapanuli Tengah. Di sana, mereka menyambangi beberapa daerah terdampak seperti di Desa Parjalihotan (Kecamatan Pinangsori), Desa Hutanabolon dan Sigiring-Giring (Kecamatan Tukka), serta desa-desa di Kecamatan Sutahuis.

Membuka Layanan Kesehatan 

Para sukarelawan SCU dibagi menjadi dua tim. Yang pertama adalah tim medis dengan tugas utama mereka adalah membuka layanan kesehatan di bawah komando delapan sukarelawan yang merupakan para dokter, gabungan dari dosen dan alumni, dari Fakultas Kedokteran SCU.

Layanan tersebut mulai dari konsultasi dan edukasi, pemeriksaan medis, triase, tindakan ringan, hingga pemberian obat dan rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan, sebagaimana dikatakan Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat SCU dr Ratna Shintia Defi.

Dr Ratna menyebut, penyakit kulit menjadi keluhan yang paling sering dijumpai di sana; antara lain infeksi jamur, dermatitis iritan, alergika, serta skabies. Tim juga menemukan masalah kesehatan seperti ISPA, gangguan pencernaan, nyeri otot dan sendi, hingga penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

"Sebagian penyakit (sebetulnya) bisa dikendalikan dengan obat rutin, tapi pengobatan terhenti karena puskesmas terdampak dan akses jalan putus pascabencana," ujar dr Ratna dalam keterangan tertulis yang diterima Inibaru.id, Kamis (8/1/2026).

Skrining Psikososial

Sementara itu, tim kedua bertugas memberikan pendampingan psikologis, terdiri atas enam mahasiswa dari Center for Trauma Recovery (CTR) Fakultas Psikologi SCU. Tugas utama mereka adalah melakukan skrining psikososial untuk menilai kondisi mental para penyintas.

Ratna mengungkapkan, dari hasil asesmen tersebut, tim kemudian memberikan pendampingan psikologi dasar untuk membantu stabilisasi emosi, disertai psikoedukasi, dan berbagai bentuk dukungan psikologis seperti relaksasi, terapi sentuh, dan aktivitas kreatif.

Dia mengungkapkan, tujuan utama kehadiran para sukarelawan ini adalah untuk memberi rasa aman bagi penyintas, karena menurutnya proses pemulihan seringkali terhambat oleh trauma serta keterbatasan kebutuhan dasar, salah satunya akses layanan kesehatan dan psikologi.

"Pelayanan yang kami lakukan bersifat menyeluruh, mulai dari penanganan keluhan, pemantauan kondisi, hingga dukungan psikososial sebagai wujud kepedulian terhadap para penyintas," ungkapnya.

Pemantauan Terus Dilakukan

Ratna memastikan, pemantauan kondisi penyintas akan terus dilakukan secara bertahap. Tim juga akan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat dan menyusun laporan sebagai dasar perencanaan intervensi lanjutan.

"Kami berharap pendampingan ini dapat berkontribusi pada pemulihan kesehatan para penyintas secara berkelanjutan," tegasnya.

Sementara, Wakil Koordinator Mahasiswa CTR Fakultas Psikologi SCU Clara Ambar Pramudita mengatakan, berdasarkan pengamatan para sukarelawan di lapangan, dia menyarankan agar kebutuhan dasar penyintas bisa terpenuhi, karena akan berpengaruh langsung terhadap pemulihan sosial dan psikologis mereka.

"Mereka semakin menyadari bahwa banyak pihak yang peduli. Kita tahu bahwa bencana adalah kejadian traumatis. Dukungan-dukungan yang diberikan itu, semoga bisa membantu penyintas mempersiapkan diri untuk melanjutkan hidupnya kembali," tutup Clara.

Semoga dukungan para sukarelawan ini tersampaikan dengan baik. Meski jalan pemulihan masih panjang, keberadaan mereka yang memberi pendampingan pastilah akan membantu penyintas untuk kembali bangkit. Yuk, pulih! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Kupat Tahu Hj Sapen di Kabupaten Cilacap

28 Des 2025

Kini, Kamu Bisa Cek CCTV Dulu Sebelum Wisata ke Wonosobo

28 Des 2025

Jadi Moda Darat Favorit Semarang, KAI Daop 4 Catat Ratusan Ribu Penumpang

28 Des 2025

Bukan Cuma Soal Cuaca Panas, Ahli Sebut Perubahan Iklim Langgar HAM!

28 Des 2025

Sanksi Menanti Pedagang yang Tolak Pembayaran Tunai!

28 Des 2025

Tenangnya Berwisata di Waduk Greneng Blora

29 Des 2025

Anak Muda Tokyo Hidup di Apartemen Super Kecil Demi Bertahan di Kota Besar

29 Des 2025

UMK Ditetapkan, Gubernur Jateng: Upah Minimum untuk Masa Kerja Kurang dari Satu Tahun

29 Des 2025

Gaya Hidup Ramah Lingkungan; Ide Sederhana untuk Resolusi 2026

29 Des 2025

Antara Banyu Panguripan dan Tempat Sampah Raksasa: Masihkah Orang Jawa Memuliakan Sungai?

29 Des 2025

Deadline 31 Desember, 5 Juta Orang Belum Aktivasi Akun Coretax, Kamu?

29 Des 2025

Pengin Wisata di Solo dengan Cara Berbeda? Naik Bus Werkudara Saja

30 Des 2025

Alasan Berkendara Saat Hujan Bikin Tubuh Lebih Lelah

30 Des 2025

No Drama; Poin Penting saat Menetapkan Batasan 'Screen Time' Anak!

30 Des 2025

Screen Time Terlalu Dini Bisa Pengaruhi Respons Anak terhadap Rangsangan Fisik

30 Des 2025

Nggak Butuh Nikel dan Lithium, Google Kenalkan Baterai Berbasis CO2

30 Des 2025

Gawat! 20 Juta Ton Sampah Serbu Laut Indonesia, Ternyata Ini Jalur Utamanya

30 Des 2025

Khusus Hadir pada Periode Tahun Baru 2026, Ini 4 Fitur Baru WhatsApp yang Seru!

31 Des 2025

Prakiraan Cuaca Malam Tahun Baru 2026; Hujan di Berbagai Tempat!

31 Des 2025

Perda Pesantren, Kado Akhir Tahun untuk Para Santri di Kota Semarang

31 Des 2025

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: