BerandaHits
Minggu, 27 Des 2025 13:01

Rayakan Natal di Tengah Bencana, Uskup Agung Semarang Serukan 'Taubat Ekologis'

Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr (kanan) saat menerima masyarakat yang berkunjung ke acara open house Natal 2025. (Inibaru.id/ Sundara)

Di momen Natal 2025, Keuskupan Agung Semarang menyampaikan satu pesan penting mengajak seluruh umat, khususnya para pemimpin melakukan taubat ekologis sebagai upaya mencegah bencana serupa yang terjadi di Sumatra.

Inibaru.id - Keuskupan Agung Semarang menyampaikan satu pesan tegas pada Natal 2025; umat diajak merenung, sedangkan para pemimpin di Jawa Tengah (Jateng) diminta untuk melakukan taubat ekologis, sebagai upaya menjaga alam dan mencegah bencana seperti yang terjadi di Pulau Sumatra.

Bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara yang menelan banyak korban jiwa membuat semua orang berduka, nggak terkecuali umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang. Duka mendalam ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh pihak, khususnya para pemimpin yang memegang kebijakan untuk lebih serius dalam mencegah bencana di masa mendatang.

Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr atau karib disapa Mgr Ruby telah mengingatkan para pemimpin di Jateng yang berkunjung ke acara Open House Natal Keuskupan Agung untuk melakukan taubat ekologis demi menjaga keberlanjutan ruang hidup manusia.

"Salah satu poin yang kami bicarakan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Jateng yang datang ke sini, kami menyampaikan pesan agar lebih memperhatikan lingkungan hidup," tutur Mgr Ruby di tengah open house yang berlangsung pada Kamis (25/12/2025) lalu.

Pesan untuk menjaga lingkungan hidup atau ajakan melakukan taubat ekologis ini sejalan dengan ajaran Paus Fransiskus dalam dokumen Laudato Si’. Semua umat beriman, khususnya umat Kristen, diajak melihat lingkungan hidup sebagai rumah bersama yang harus dirawat dan dilestarikan.

"Bumi ini menjadi rumah bersama yang aman, nyaman dan membuat orang semakin bersyukur kepada Tuhan," tutur Mgr Ruby. "Tetapi bencana alam yang terjadi di Sumatra sungguh membuat kami prihatin."

Keprihatinan terhadap bencana alam seharusnya tidak berhenti pada ucapan semata. Para pemangku kebijakan diminta mengambil langkah konkret dan menghindari setiap keputusan yang berpotensi merusak lingkungan hidup.

"Karena bagaimana pun yang sering menjadi korban dari bencana alam itu masyarakat kecil," ungkapnya dengan sedih.

Suasana open house Natal 2025 di Keuskupan Agung Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Mgr Ruby menegaskan akan terus menyuarakan taubat ekologis. Gereja Katolik telah lama menekankan hal ini, terutama setelah terbitnya dokumen Laudato Si’ atau Terpujilah Tuhan, yang menekankan tanggung jawab umat terhadap pelestarian lingkungan.

"Harapan kami, alam semesta dapat pulih kembali menjadi lingkungan yang indah, sebagaimana saat pertama kali diciptakan oleh Allah," tegasnya.

Open House Lintas Agama

Suasana toleransi terasa sangat hangat di Keuskupan Agung Semarang yang terletak di Jalan Pandanaran Nomor 13, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, pada open house Natal itu.

Nggak hanya umat Katolik, penganut kepercayaan lain pun mengikuti open house serta mengucapkan selamat Natal kepada penganut Kristen, menunjukkan keharmonisan dan kebersamaan antarumat beragama.

Mgr Ruby menyampaikan bahwa open house Natal merupakan ajang silaturahmi yang inklusif. Kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan sesama umat Kristen, tetapi juga membuka ruang perjumpaan dengan pejabat pemerintah dan komunitas umat beragama lainnya.

Setiap tahunnya, Keuskupan Agung Semarang rutin mengadakan open house Natal yang terbuka untuk semua umat beragama. Sementara, open house Paskah digelar khusus bagi umat Katolik, dengan nuansa perayaan yang lebih intim.

"Pesan Natal tahun ini mengangkat tema 'Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga'. Kami berharap dan yakin, Kristus hadir di tengah keluarga untuk menghadirkan keselamatan," tutupnya.

Pesan tegas yang diutarakan Uskup Agung Semarang tentang taubat ekologis, semoga menjadi bahan renungan penting bagi semua pihak untuk menjaga dan merawat keberlanjutan ruang hidup manusia, ya Gez! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: