BerandaHits
Kamis, 18 Apr 2018 16:17

Menjadi Anak Muda Pelestari Mangrove, Kenapa Tidak?

Kawasan hutan mangrove di Tapak, (Inibaru.id/Faidah Umu)

Aksi yang dilakukan sekumpulan pemuda ini perlu kita teladani. Dengan semangat yang membara, mereka mampu menangani abrasi yang selama ini menghantui warga pesisir Kota Semarang. Yuk intip kegiatan mereka!

Inibaru.id – Tinggal di pesisir pantai yang bertahun-tahun terkena abrasi membuat para pemuda ini menggagas komunitas peduli lingkungan. Tekad mereka pun bertambah bulat saat lingkungan yang mereka tinggali tercemar limbah pabrik. Sekelompok pemuda itu akhirnya membuat kumpulan pemuda cinta lingkungan yang diberi nama Prenjak Tapak.

Kisah pilu dua puluh tahun lalu masih membekas di pikiran warga. Waktu itu, rob besar melanda Dusun Tapak, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Puluhan hektare tambak milik warga luluh lantak akibat kejadian itu. Tentu saja hal ini berdampak pada perekonomian warga yang anjlok karena mata pencahariannya terenggut.

Hal itulah yang menginspirasi sekelompok pemuda ini melakukan upaya preventif agar kejadian itu nggak terulang lagi. Mereka kemudian menanam mangrove di sekitar pantai dan membuat Alat Pemecah Ombak (APO). Dari pembibitan hingga pemantauan mangrove, merekalah yang bertanggung jawab.

Baca juga:
Kue dan Batik, Hasil Olahan Mangrove yang Ciamik
Membuka Mata Masyarakat Tentang Mangrove Ala Laili

“Kali pertama kami melakukan pemibibitan. Itu (bibit) diambil dari biji mangrove, kemudian ditanam di polybag dan diletakkan di tempat pembibitan. Setelah bibit lumayan besar, mungkin sekitar satu sampai dua bulan, baru ditanam di pantai. Habis itu, mangrove yang sudah ditanam terus kami pantau dan kembangkan lagi,” jelas Mufid, ketua RW 4 Dusun Tapak.

Saat ini, sekitar 200 hektare lahan di kawasan pesisir Pantai Tapak telah disulap menjadi hutan mangrove. Usaha yang mereka lakukan itu membuahkan hasil. Sungai yang tercemar kembali normal. Pantai yang terkena abrasi pun perlahan mulai pulih.

Kendati demikian, aksi tersebut masih menemui berbagai kendala. Salah satu kendala yang dihadapi komunitas yang berdiri sejak 2000 ini adalah masalah internal yang sempat membuat kegiatannya terhenti.

Selain Prenjak Tapak, komunitas lain yang bergerak pada bidang konservasi mangrove juga bisa kamu temukan di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Komunitas yang diberi nama Go Action ini juga hadir dari keresahan para pemuda atas masalah lingkungan pesisir yang dihadapinya.

Baca juga:
Ini Dia Tiga Objek Wisata Mangrove di Semarang
Menilik Manfaat Mangrove bagi Masyarakat

Komunitas ini mulai melancarkan aksinya sejak 2010 silam. Namun, nama Go Action baru digunakan sejak 2017. Komunitas yang bergerak pada bidang pendidikan dan konservasi mangrove ini digawangi Laili Fitriyanti, Ryan Aditya P, Aqilatul Muadibah, dan Kholisotul Ainiyah. Keempatnya merupakan anak dari tokoh pelestari mangrove di Mangunharjo, Sururi.

Salah satu pendiri Go Action Laili Fitriyanti mengungkapkan, upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir itu sangat sulit. Butuh waktu sekitar dua puluh tahun untuk menyadarkan dan mengajak masyarakat dalam melestarikan mangrove.

Semangat Prenjak Tapak dan Go Action dalam menjaga wilayah pesisir patut diapresiasi nih, Millens. Berkat mereka, sebagian wilayah pesisir Semarang dapat terlindung dari abrasi. Salut deh buat Prenjak Tapak dan Go Action! (Faidah Umu/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: