BerandaHits
Sabtu, 11 Feb 2022 15:47

Prasasti Mpu Sindok Ditemukan, Isinya Kutukan?

Prasasti Mpu Sindok ditemukan di Mojokerto. (National Geographic/BPCB Jatim)

Prasasti Mpu Sindok baru saja ditemukan di Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur. Kabarnya, isi prasasti ada kutukan, lo. Beneran nggak, sih?

Inibaru.id – Kalau di film-film, penemuan benda bersejarah seperti mumi atau prasasti bisa saja berujung pada kutukan yang mengerikan. Nah, belakangan ini di Situs Gemekan, Mojokerto, Jawa Timur, prasasti Mpu Sindok ditemukan. Lantas, apakah isinya juga kutukan?

Situs Gemekan ada Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Soal kapan prasasti Mpu Sindok yang merupakan raja terakhir Dinasti Sanjaya ditemukan, ternyata sejak Senin (7/2/2022) lalu. Proses penggalian yang dilakukan tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim sendiri diperkirakan bakal selesai besok, Sabtu (12/2).

Meski begitu, sebenarnya keberadaan prasasti ini sudah teridentifikasi sejak lama, tepatnya pada 1980-an. Kala itu, warga menemukan gundukan tanah yang mencurigakan karena seperti menutupi struktur bangunan kuno. Baru pada 2016, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) menyeriusinya.

Pada 2018, tim dari BPCB Jatim memastikan adanya zonasi situs-situs purbakala di Kawasan Cagar Budaya yang ada di Trowulan, Mojokerto. Nggak ketinggalan, gundukan tanah di Situs Gemekan juga ikut disertakan. Sayangnya, proses penggalian baru benar-benar diseriusi pada Februari 2022 ini. Hasilnya, ditemukan struktur yang mirip dengan kaki candi.

“Kami menemukan struktur seperti kaki candi yang tangganya ada di sisi timur,” ungkap salah satu arkeolog yang terlibat Muhammad Ichwan.

Ada tulisan di empat sisi prasasti Mpu Sindok. (National Geographic/BPCB Jatim)

Ichwan kemudian menjelaskan soal bagaimana prasasti Mpu Sindok bisa ditemukan. Dia menyebut proses pembersihan di sisi timur struktur justru membuat para arkeolog menemukan prasasti yang dibuat dari batu andesit. Prasasti ini cukup besar karena memiliki panjang 91 cm, lebar 88 cm, serta tebal 21 cm.

Yang menarik, di prasasti ini, ada tulisan di bagian depan, belakang, samping kanan, serta samping kiri. Sayangnya, bagian bawah prasasti terlihat terpotong. Selain itu, keterangan angka tahun pembuatan juga nggak jelas, antara 852 Saka, 853 Saka, atau bahkan 859 Saka. Kalau dikonversi ke Masehi, ada kemungkinan prasasti ini dibuat pada tahun 930, 931, atau 937.

Nah, salah seorang yang bisa membaca Bahasa Jawa Kuno, Ageng Gumelar Wicaksono menyebut tulisan di prasasti cukup jelas. Bahkan, nama Mpu Sindok juga ditulis dengan nama lengkapnya, tepatnya Sri Maharaja Rake Hino Mpu Sindok Sri Tsanawikrama Dharmottunga dewa.

Arkeolog sekaligus epigraf Puslit Arkenas Titi Surti Nastiti menyebut salah satu tulisan di bagian samping prasasti memang berisi kutukan. Namun, kutukan ini hanya berlaku bagi yang merusak prasasti tersebut.

Hal yang berbeda justru diungkap Ichwan. Pihak BPCB justru belum berani memastikan apakah isi dari prasasti tersebut adalah kutukan atau bukan. Satu hal yang pasti, prasasti ini sangat penting bagi data-data sejarah Nusantara. Dia juga menyebut ada kemungkinan prasasti ini bisa jadi bukti kalau Mpu Sindok memang benar-benar memindahkan pusat Mataram lama dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Apapun itu, penemuan prasasti Mpu Sindok ini sangat luar biasa, ya Millens? (Nat/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: