BerandaHits
Kamis, 17 Sep 2025 15:07

Perdana, PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza!

Komisi PBB menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. (Getty Image via Amnesty)

Dimulai dari serangan balasan pada Oktober 2023, untuk kali pertama Komisi PBB menyatakan bahwa Israel bertanggung jawab atas genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Inibaru.id - Untuk kali pertama sejak serangan pada Oktober 2023, PBB menyatakan bahwa Israel telah melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Dikutip dari BBC, Selasa (16/9/2025), Komisi PBB menegaskan bahwa mereka memenuhi empat dari lima kriteria genosida dalam hukum internasional.

Keempat kriteria itu meliputi: membunuh sejumlah anggota kelompok tertentu, menyebabkan penderitaan fisik maupun mental secara serius, menciptakan kondisi yang bisa menghancurkan kelompok tersebut, serta mencegah kelahiran.

Untuk memperkuat kesimpulannya, Komisi Penyelidik PBB menelusuri pola operasi militer Israel serta mengutip sejumlah pernyataan pemimpin Israel. Komisi ini menemukan bahwa Presiden Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant telah menghasut terjadinya genosida.

Ketua Komisi Navi Pillay mengatakan, PM Netanyahu menganggap seluruh Gaza bersalah dan akan dijadikan sebagai target balas dendam, termasuk menginstruksikan warga Palestina untuk pergi karena mereka akan beroperasi di mana-mana.

"Butuh dua tahun bagi kami untuk mengumpulkan semua bukti dan memastikan fakta ini," sebut Pillay, masih dikutip dari BBC. "Konvensi Genosida baru bisa dipakai kalau tindakan-tindakan itu memang dilakukan dengan niat tersebut."

Israel Gagal Mencegah Genosida

Pillay menegaskan bahwa keinginan untuk melakukan genosida adalah satu-satunya kesimpulan yang masuk akal dari pola operasi Israel. Maka, Komisi PBB pun menyimpulkan bahwa Israel bertanggung jawab atas kegagalan mencegah genosida, melakukan genosida, dan gagal menghukum pelakunya.

Berdasarkan Konvensi Genosida 1948, komisi telah mencatat sejumlah tindakan Israel yang masuk dalam kategori tersebut:

  1. Membunuh anggota kelompok melalui serangan ke objek sipil dan fasilitas yang dilindungi.
  2. Menyebabkan penderitaan serius dengan menyiksa tahanan, memaksa warga mengungsi, dan merusak lingkungan.
  3. Menghancurkan kondisi hidup kelompok lewat blokade bantuan, air, listrik, serta penghancuran infrastruktur vital.
  4. Mencegah kelahiran, termasuk serangan ke klinik fertilitas terbesar di Gaza pada Desember 2023 yang menghancurkan sekitar 4.000 embrio serta 1.000 sampel sperma dan sel telur.

Bantahan dan Tuduhan IsraelIl

Ilustrasi: Serangan perdana Israel ke Gaza terjadi pada 7 Oktober 2023 sebagai respons atas serangan Hamas ke Israel Selatan. (Afsc)

Agresi militer Israel ke Gaza terjadi pada 7 Oktober 2023 sebagai respons atas serangan Hamas di Israel Selatan yang diklaim telah menewaskan sekitar 1.200 orang dan membuat 251 orang disandera. Sementara, Kementerian Kesehatan Hamas mencatat, korban di Gaza mencapai 64.905 orang.

Nggak berhenti di itu, serangan bahkan terus belanjut hingga mengakibatkan lebih dari 90 persen bangunan rusak atau hancur, mayoritas penduduk mengungsi, dan sistem kesehatan, kebersihan, serta air kolaps. Pakar ketahanan pangan PBB bahkan menyebut Gaza mengalami bencana kelaparan.

Menanggapi laporan PBB, Kementerian Luar Negeri Israel menyanggah, bahkan menyebutnya "menyimpang dan palsu" serta menuding tiga pakar dalam Komisi PBB sebagai proksi Hamas, termasuk menyatakan bahwa laporan itu hanya dilatari oleh kebohongan Hamas yang sudah berulang kali dipatahkan.

Israel berkeras bahwa operasi militernya hanya ditujukan untuk melumpuhkan Hamas, bukan warga sipil Gaza. Mereka mengklaim militernya telah berusaha mematuhi hukum internasional dan meminimalisasi korban sipil.

Latar Belakang Komisi Penyelidik

Sedikit informasi, yang disebut Komisi PBB dalam hal ini adalah lomisi penyelidik internasional independen untuk wilayah Palestina yang dibentuk Dewan HAM PBB pada 2021 dalam upaya menyelidiki dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Lembaga ini dipimpin oleh Navi Pillay, mantan Ketua HAM PBB asal Afrika Selatan yang juga pernah memimpin pengadilan internasional atas genosida yang terjadi di Rwanda. Komisi ini telah memperingatkan negara lain agar mengambil langkah pencegahan dan menghukum kejahatan genosida.

"Kami belum sejauh itu untuk menyebut pihak mana yang ikut bersekongkol atau terlibat genosida. Namun, itu bagian dari kerja kami yang masih berjalan. Nanti akan sampai ke sana," kata Pillay.

Tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza sebetulnya bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, sejumlah organisasi HAM internasional, pakar independen PBB, hingga akademisi pernah melakukannya. Saat ini Mahkamah Internasional (ICJ) bahkan tengah memproses gugatan serupa yang diajukan Afrika Selatan.

Kesimpulan dari Komisi PBB ini yang menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza tentu saja nggak akan berhenti di situ. Apa tindakan selanjutnya? Kita tunggu saja ya, Gez! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: