BerandaHits
Jumat, 4 Jul 2024 10:55

Penjelasan Kampus terkait Pemberhentian Dekan Fakultas Kedokteran Unair

Pemberhentian Dekan FK Unair Budi Santoso dibenarkan pihak kampus. (Ngopibareng)

Pihak kampus membenarkan kabar pemberhentian Dekan Fakultas Kedokteran Unair Budi Santoso. Apakah alasan pemberhentian ini memang karena penolakan program dokter asing oleh yang bersangkutan?

Inibaru.id – Kabar bahwa Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Budi Santoso Sp.OG(K) diberhentikan dibenarkan oleh kampus tersebut. Pihak perguruan tinggi pun mengungkap alasan tentang keputusan yang bikin kontroversi tersebut.

Sayangnya, dalam keterangan resmi tertulis yang diungkap Ketua Pusat Komuikasi dan Informasi Publik (PKIP) Unair Martha Kurnia Kusumawardhani, nggak diungkap alasan pasti terkait dengan pemberhentian tersebut. Padahal, publik sudah kadung menduga jika penyebabnya adalah penolakan sang dekan atas program pemerintah untuk mendatangkan dokter asing di Indonesia.

“Alasan atau pertimbangan pimpinan Universitas Airlangga dalam mengambil keputusan pemberhentian ini adalah kebijakan internal. Tujuannya demi menerapkan tata kelola yang lebih baik sekaligus memperkuat kelembagaan, khususnya di lingkungan FK Unair,” terang Martha sebagaimana dilansir dari Antara, Kamis (4/7/2024).

Berbeda dengan keterangan pihak kampus yang memilih untuk nggak mengungkap alasan pemberhentian tersebut, Budi Santoso justru secara terang-terangan menguak penyebab pemberhentiannya adalah penolakan atas program tersebut.

“Rektor kan pimpinan saya, dan saya ada perbedaan pendapat. Tapi, kalau saya menyuarakan hati nurani, semua dokter saya pikir nggak akan rela jika ada dokter asing,” ungkapnya.

Adapun penolakan terhadap program ini disuarakan Budi Santoso pada Kamis (27/6). Setelah itu, pada Senin (1/7), dia dipanggil Rektorat Unair untuk memberikan klarifikasi terkait dengan penolakan tersebut. Barulah pada Rabu (3/7) pemberhentiannya dari FK Unair diketok palu.

Kemenkes Bantah Terlibat

Pihak Kemenkes menyebut keputusan pemberhentian ini murni masalah internal Unair. (Unair.ac.id)

Meski keputusan diambil oleh pihak Unair, tetap saja keputusan pemberhentian Dekan FK Unair menyeret institusi kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI selaku pembuat kebijakan di bidang kesehatan di Tanah Air. Meski begitu, pihak Kemenkes membantah keterlibatan dalam keputusan tersebut.

“Itu (pemberhentian Dekan FK Unair) adalah masalah internal Unair. Kalau mau klarifikasi lebih lanjut alasannya, sebaiknya bertanya ke pihak Rektorat Unair,” Ungkap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi sebagaimana dinukil dari Antara, Rabu (3/7).

Asal kamu tahu, program dokter asing yang dimaksud sudah diatur dalam UU Nomor 17 tentang Kesehatan. Dalam UU tersebut, sudah ada keterangan tentang persyaratan sekaligus batasan bagi tenaga medis sekaligus tenaga kesehatan yang berstatus warga negara asing (WNA) yang pengin praktik di Indonesia.

Kalau menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, program ini sengaja dibuat untuk mendukung program lainnya, yaitu penyelamatan 12 ribu nyawa bayi per tahun yang memiliki risiko besar meninggal di usia dini akibat kelainan jantung bawaan. Keberadaan dokter atau nakes asing dianggap bisa menambah kemampuan untuk menyelamatkan bayi-bayi tersebut karena selama ini dokter atau nakes di Indonesia baru mampu melakukan operasi jantung sebanyak 6 ribu pasien per tahun.

Cukup pelik ya kasus pemberhentian Dekan FK Unair ini? Kalau menurut kamu, keputusan pemberhentian ini berlebihan atau nggak, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: