BerandaHits
Senin, 10 Okt 2021 12:36

Pengadilan Putuskan Korban Air Keras Boleh Balas Dendam Ke Pelaku dengan Cara Sama

Ameneh Brahimi, korban penyiraman air keras yang dibolehkan pengadilan balas dendam ke pelaku. (Getty Images/Louis Gene)

Pengadilan Teheran, Iran, membolehkan korban penyiraman air keras Ameneh Brahami melakukan balas dendam dengan melakukan hal sama ke pelaku Majid Movahedi. Namun, hal yang nggak disangka justru terjadi pada Ameneh saat hari eksekusi.

Inibaru.id – Menjadi korban penyiraman air keras membuat Ameneh Brahami kehilangan kecantikannya seumur hidup. Dia nggak terima dengan hal ini dan meminta pengadilan memperbolehkannya balas dendam dengan melakukan cara yang sama terhadap pelaku. Secara luar biasa, pengadilan mengabulkannya.

Kasus penyiraman air keras yang dialami Ameneh sebenarnya dia alami pada 2004 lalu. Saat itu, dia masih berusia 34 tahun. Ironisnya, pelaku penyiraman air keras ini adalah kekasihnya sendiri, Majid Movahedi.

Perempan asal Iran ini memang dikenal cantik. Banyak laki-laki yang melamarnya, dari mahasiswa hingga dosen. Namun, Ameneh nggak mau menikah cepat-cepat. Dia ingin mewujudkan cita-citanya di dunia teknik medis. Nah, saat sudah bekerja di perusahaan yang bergerak di teknik medis itulah, dia mulai berpacaran dengan Movahedi.

Sayangnya, dari kisah yang awalnya terlihat manis, akhirnya justru menjadi tragis. Movahedi sakit hati karena lamarannya ditolak Ameneh. Padahal, kalau mau bersabar, bisa jadi Ameneh luluh dan mau menikahinya.

Sayangnya, Movahedi justru kadung terbakar api kekecewaan. Dia sering meneror dan bahkan sudah terang-terangan mengancam akan membunuh Ameneh. Hingga, yang mengerikan pun terjadi. Dia menyiram air keras ke wajah perempuan malang tersebut.

Wajah Ameneh rusak parah. Meski sudah mendapatkan pengobatan intensive di Barcelona, Spanyol, wajahnya nggak bisa dikembalikan. Salah satu matanya menjadi buta dan satu matanya sempat hanya memiliki 40 persen daya lihat. Namun, seiring dengan waktu, kedua matanya akhirnya benar-benar nggak berfungsi.

Majid Movahedi, sang pelaku penyiraman air keras dan Amenev saat masih dalam kondisi sehat. (Antvklik)

Usai menjalani operasi, Ameneh pun menuntut Mohavedi di pengadilan Teheran. Dia nggak terima dan ingin membalas dendam. Secara luar biasa, pengadilan di Iran mengabulkan tuntutannya untuk menyiram air keras ke Movahedi. Meski nggak sebrutal sebagaimana yang Movahedi lakukan, yakni hanya dengan meneteskan cairan asam ke mata Movahedi agar mengalami kebutaan.

Putusan pengadilan ini sempat dikecam banyak pihak, khususnya aktivis HAM internasional. Tapi, Iran memang sudah punya hukum pidana Islam yang memungkinkan korban atau ahli waris korban mengeksekusi pelaku sendiri. Nah, eksekusi dijadwalkan bakal dilakukan pada Juli 2011.

Secara luar biasa, persis sebelum Ameneh diperbolehkan meneteskan cairan asam, dia justru memutuskan untuk memaafkan sang Movahedi. Sang laki-laki bahkan sampai bersujud di kaki Ameneh usai mengetahui hal ini. Hanya, Ameneh meminta Movahedi pergi dan nggak pernah lagi terlihat dari pandangannya seumur hidup. Dia pun akhirnya dipenjara dan keluarganya dipaksa membayar biaya pengobatan Amenev.

Sayangnya, pada 2014, Movahedi diampuni pimpinan Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan kemudian dibebaskan. Kabarnya, keluarga Movahedi juga nggak membayar kompensasi sepeserpun ke keluarga Ameneh.

Kasus penyiraman air keras di Iran pun masih beberapa kali terjadi dengan cerita yang mirip, yakni perempuan menolak laki-laki yang ingin melamarnya.

Kalau menurut kamu, putusan pengadilan Teheran yang membolehkan korban membalas dendam ini oke nggak, Millens? (Kum/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

The Great Purge 2026, Followers Instagram Mendadak Anjlok

10 Mei 2026

Merekam Gadis Pingitan di Jantung Kudus Kulon

11 Mei 2026

Larung Sesaji dan 400 Kapal Warnai Sedekah Laut Tambaklorok

11 Mei 2026

Tumpeng, Simbol Syukur dan Harmoni dalam Tradisi Jawa

12 Mei 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

13 Mei 2026

Rahasia Sehat dari Isi Piring Warna-Warni

13 Mei 2026

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

14 Mei 2026

Saat Rupiah Melemah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

15 Mei 2026

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: