BerandaHits
Kamis, 8 Nov 2023 09:49

Pencopotan Ketua MK Anwar Usman dan Gibran yang Terus Melaju Jadi Cawapres

Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie menjelaskan tentang adanya gugatan baru terkait dengan batas usia capres-cawapres. (Jawapos/Dery Ridwansyah)

Menurut MKMK, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman telah melakukan pelanggaran etik dalam perkara penentuan batas usia capres-cawapres. Oleh karena itu, Anwar Usman dicopot dari jabatannya sebagai Ketua MK. Lalu, bagaimana nasib Gibran?

Inibaru.id – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman diberhentikan setelah Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) mengangapnya sudah melakukan pelanggaran etik dalam perkara penentuan batas usia capres-cawapres. Meski begitu, Ketua MKMK Jimly Asshiddiqie mengaku nggak bisa mengubah putusan MK yang sudah diketok palu oleh Anwar Usman sebelumnya tersebut.

Menurut keterangan Jimly, MKMK menemukan Anwar Usman yang berstatus adik ipar dari Presiden Joko Widodo dan paman dari calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka ini memberikan perhatian lebih pada perkara tentang batas usia capres-cawapres bernomor 90/PUU-XII/2023.

MKMK juga menganggap Anwar memilih untuk nggak mundur menangani perkara tersebut meski dia memiliki hubungan keluarga dengan Gibran yang bakal mendapatkan keuntungan jika permohonan perkara tentang batas usia capres-cawapres tersebut dikabulkan.

Dampaknya, Gibran yang kini baru berusia 36 tahun ini maju menjadi cawapres bersama dengan capres Prabowo Subianto dan telah didaftarkan ke KPU pada Rabu (25/10/2023). Padahal, karier politik Gibran bisa dikatakan masih cukup pendek karena baru menjabat sebagai Wali Kota Surakarta sejak 26 Februari 2021 lalu.

Keputusan Nggak Bisa Dianulir

Andai gugatan baru dikabulkan, Gibran tetap bisa maju sebagai cawapres pada Pemilu 2024. (RRI/Antara/Aprillio Akbar)

Meski mampu melengserkan Anwar Usman karena menemukan pelanggaran etik, Jimly mengakui bahwa MKMK nggak bakal bisa membatalkan Putusan 90 tersebut. Hal ini sesuai dengan peraturan yang memastikan bahwa MKMK hanya berperan sebagai lembaga penegak etik dan nggak punya kapasitas dalam menilai apakah sebuah putusan MK sah atau tidak. MKMK juga nggak punya kuasa lebih besar dari MK terkait dengan hal tersebut.

“Tidak serta merta menyebabkan putusan MK yang sudah bersifat final dan mengikat kemudian menjadi tidak sah,” ucap Wahidudin Adams, salah seorang anggota MKMK dari unsur hakim konstitusi, Selasa (7/11/2023).

Meski begitu, bukan berarti keputusan tersebut nggak bisa benar-benar dianulir. Jimly menyebut MK sendiri bisa membatalkan putusan tersebut. Kebetulan, sudah ada orang yang mengajukan uji materi kembali atas Pasal 169 huruf q UU Pemilu yang diubah melalui Putusan 90 tersebut. Dia adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Brahma Aryana.

Yang menarik dari gugatan laki-laki berusia 23 tahun dan teregistrasi pada nomor perkara 141/PUU-XXI/2023 ini, dia meminta Anwar Usman nggak dilibatkan dalam proses pengadilan perkara ini. Nah, sidang terkait perkaranya juga dimulai hari ini, Rabu (8/11).

“Dia meminta UU yang sudah mengalami perubahan karena putusan MK untuk diuji kembali. Permintaannya nggak mengikutsertakan hakim terlapor juga dapat dibenarkan,” ujar Jimly.

Sayangnya, kalaupun pengajuan uji materi itu dikabulkan oleh MK, hanya akan berlaku pada Pemilu 2029. Soalnya, batas waktu pendaftaran capres dan cawapres sudah ditutup jauh-jauh hari.

“Kalau ada perubahan lagi sebagaimana yang diajukan mahasiswa itu, nantinya berlaku 2029,” lanjut Jimly di Gedung MK sebagaimana dilansir dari Viva, Selasa (7/9).

Meski pada akhirnya Ketua MK lengser dari jabatannya, dia masih berstatus sebagai hakim konstitusi walaupun perannya bakal jauh berkurang. Selain itu, ternyata keputusan ini nggak bakal mengganggu jalannya Gibran sebagai cawapres di Pilpres 2024 nanti.

Cukup bikin bingung ya kehebohan terkait dengan MK dan batas usia capres dan cawapres ini? Kalau menurut pendapatmu, apakah keputusan MKMK memang sudah tepat? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: