BerandaHits
Selasa, 31 Mei 2021 08:11

Kota Ani, Wilayah Tak Berpenghuni di Turki yang Kaya Sejarah

Ani, salah satu kota di Turki yang pernah diduduki lima kekaisaran kini bak kota hantu. (Joseph Flaherty/BBC Travel via Detik)

Dulu, Kota Ani dijuluki Negeri 1001 Gereja. Kota yang ada di wilayah Turki ini pada akhirnya harus "mengalah" pada keganasan manusia. Pembantaian dan peperangan yang pernah mewarnai kota ini membuat Ani tinggal menunggu kehancuran.

Inibaru.id – Kota Ani berada di perbatasan Timur Turki. Tepatnya di seberang Sungai Akhurian, Millens. Kamu mungkin akan terkejut jika tahu kota yang tersembunyi selama 1.600 tahun ini dulunya adalah metropolitan. Ani pernah dikenal sebagai kota seribu satu gereja.

Dulu, Ani merupakan salah satu wilayah yang masuk jalur perdagangan timur-barat (Asia-Eropa). Kemudian, Ani mengalami masa kejayaan pada abad ke-11. Saat itu, jumlah penduduknya sekitar 1.600 jiwa.

Dibangun pada abad ke-5, Ani awalnya dikuasai oleh pemerintah Armenia. Kemudian Ani diperebutkan pemerintah Armenia, Kurdi, Georgia, Mongol, dan Turki karena lokasinya yang strategis.

Sebagai informasi, Kota Ani dialiri Sungai Akhurian di sisi timur dan lembah Tzaghkotzador di sebelah barat. Disebut Kota Ani karena berasal dari seorang sejarawan Armenia bernama Ani-Khamakh.

Kota yang menjadi permukiman orang Armenia ini dikenal sebagai 1001 gereja. Di sana juga disebut sebagai kota 40 gerbang.

Puncak Kejayaan dan Kehancuran Ani

Masa kejayaan kota ini terjadi selama abad ke-9 pada di bawah kekuasaan Dinasti Bagratuni dari Armenia. Berbagai bidang mengalami kemajuan seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Kedamaian juga menyelimuti seluruh negeri.

Sayangnya, konflik internal istana pada abad ke-10 membuat kota itu nggak lagi tenang. Kota itu juga akhirnya jatuh ke tangan pasukan Yunani pada abad ke-11.

Belum lama dikuasai Yunani, Sultan Alp Arsian dari Turki menyerang. Penyerangan itu terjadi pada 1064 M. Selama dikuasai Turki, penduduk kota dibantai secara besar-besaran. Kekejaman ini membuat penduduk melarikan diri ke kota terdekat. Banyak pula yang akhirnya mendirikan desa baru yang jauh dari Ani.

Penderitaan penduduk Kota Ani masih berlanjut. Terjadi perang besar antara Suku Kurdi dengan Kerajaan Georgia. Korban jiwa berjatuhan dari kedua belah pihak. Perang besar ini berakhir pada 1199 M dengan kemenangan pasukan Georgia.

Potret Kota Ani yang kini jadi kota mati di Turki. (Shutterstock via Kumparan)

Sayangnya, Kota Ani sudah kadung menjadi kota mati meski perang usai. Tiga abad lamanya nggak ada penduduk yang mau tinggal di sana. Aasannya, Kota Ani terletak di zona militer perbatasan Turki dan Armenia.

Yang tersisa dari kota itu hanyalah reruntuhan bangunan yang kian menakutkan karena kondisi alam yang nggak menentu. Kota itu kembali ditemukan oleh para arkeolog pada abad ke-19. Sempat kembali terkenal, Ani akhirnya kembali ditutup karena terkait peristiwa pembantaian Genosida Armenia di tengah Perang Dunia I, lo. Peristiwa mengerikan itu membuat kawasan ini kosong dan dilirik sebagai lahan untuk militer.

Kalau kamu datang ke sana, akan merasakan suasana mencekam akibat perang dan pembantaian. Pada Oktober 2010, Global Fund Heritage menyatakan, Kota Ani berada di ambang kehancuran. Pasalnya, banyak bangunan yang sudah nggak bisa diperbaiki. Bangunan-bangunan di sana hanya menunggu rata dengan tanah akibat berada di zona konflik.

Hm, sayang banget ya, Millens, kota bersejarah seperti itu harus menemui kehancurannya. (Kum/IB21/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: