BerandaHits
Selasa, 18 Nov 2024 14:49

Kisah Sebuah Desa Di Jepang yang Merayakan Kelahiran Bayi untuk Kali Pertama dalam 52 Tahun

Tara, bayi yang kali pertama lahir di Desa Tarabu dalam 52 tahun terakhir. (fukushima-tv.co)

Rendahnya angka kelahiran di Jepang membuat banyak desa sudah bertahun-tahun nggak mengalami kelahiran bayi.

Inibaru.id – Layaknya di sebagian besar negara-negara maju, angka kelahiran di Jepang turun drastis dalam beberapa dekade belakangan. Per 2023 lalu saja, hanya ada 758.631 bayi yang lahir di negara yang luasnya 3 kali lipat dari Pulau Jawa tersebut.

Kebanyakan generasi produktif di Jepang juga tinggal di kota-kota besar seperti Tokyo. Di kawasan pedesaan, kebanyakan yang tinggal adalah orang tua atau lansia. Makanya, bukan hal aneh jika di sebuah desa di Jepang, nggak ada laporan kelahiran bayi sampai bertahun-tahun lamanya.

Hal inilah yang terjadi di Distrik Tarabu yang masuk dalam wilayah Kota Kanayama, Prefektur Fukushima. Warga desa tersebut baru saja merayakan kelahiran bayi untuk kali pertama dalam 52 tahun. Yap, kamu nggak salah baca, sudah lebih dari 5 dekade nggak ada kelahiran bayi di sana.

Saking terpencilnya Desa Tarabu, hanya ada 8 keluarga yang tinggal di sana. Kebanyakan sudah berusia lebih dari 65 tahun. Jika dalam 50 tahun belakangan nggak terdengar suara tangisan bayi, belakangan suara yang langka itu hadir berkat keberadaan Keluarga Aonuma.

Dai Aonuma datang dari Prefektur Yamanashi pada 2020 ke Tarabu karena memiliki cita-cita yang cukup berbeda jika dibandingkan dengan anak-anak muda pada umumnya, yaitu tinggal di kawasan pedesaan. Setelah lulus kuliah, dia pergi ke banyak tempat di Jepang untuk mencari tahu desa mana yang cocok untuknya. Saat mengunjungi Tarabu, dia jatuh cinta dengan tempat tersebut.

Warga setempat antusias dengan kelahiran bayi untuk kali pertama dalam 52 tahun. (fukushima-tv.co)

“Di sini ada pemandian air panas dan pemandangannya indah,” ucapnya sebagaimana dilansir dari fukushima-tv.co, (12/1/2024).

Nggak hanya jatuh cinta dengan desa tersebut, dia juga jatuh cinta dengan perempuan lokal Emiko. Mereka menikah pada Juni 2023 dan pada akhir tahun, Emiko melahirkan seorang bayi perempuan yang diberi nama Tara. Nama ini sengaja diambil dari nama desa tersebut, Tarabu.

Saat membuat sertifikat kelahiran di Kantor Pemerintah Kota Kanayama, barulah ketahuan kalau Tara adalah bayi pertama yang lahir di Desa Tarabu.

Seantero desa pun langsung antusias dengan keberadaan Tara. Saking girangnya mereka akhirnya bisa melihat bayi setelah bertahun-tahun, bisa dikatakan, yang merawatnya nggak hanya Dai dan Emiko, melainkan seluruh warga desa.

“Semua orang bahagia, mereka peduli dan mau mengajarkan banyak hal ke anakku. Aku merasa seperti semua warga desa ikut merawatnya. Aku sangat bahagia dengan hal ini,” ucap Emiko.

Meski begitu, karena hanya Tara satu-satunya bayi dan anak kecil di sana, bisa jadi pengalaman masa kecilnya nanti sangat unik karena yang menemaninya sehari-hari adalah kakek dan nenek di Desa Tarabu. Jadi penasaran ya, seperti apa Tara pas tumbuh besar nanti. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: