Inibaru.id – Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa burung bisa punya bulu warna biru neon atau ikan cupang punya sirip merah menyala, tapi kucing atau anjing kita warnanya cuma "gitu-gitu aja"? Paling mentok cokelat, hitam, atau oranye. Kenapa nggak ada harimau warna ungu atau kelinci warna pink elektrik?
Para ilmuwan, termasuk Matthew Shawkey dari Ghent University, sudah lama membedah fenomena ini. Jawabannya ternyata gabungan antara pigmen tubuh, struktur rambut, sampai sejarah nenek moyang kita yang suka "main" di malam hari.
Miskin Pigmen Warna
Hewan lain seperti burung punya berbagai macam pigmen dan struktur bulu yang bisa membiaskan cahaya jadi warna-warni metalik. Nah, kalau mamalia, kita hampir cuma punya satu jenis zat warna yaitu melanin.
- Eumelanin: Menghasilkan warna hitam atau cokelat.
- Feomelanin: Menghasilkan warna kuning atau kemerahan.Karena cuma punya melanin, variasi warna kita jadi terbatas di rentang warna tanah. Nggak ada pigmen alami mamalia yang bisa bikin warna biru atau hijau terang sendiri, Gez!
Warisan Nenek Moyang Nokturnal
Ratusan juta tahun lalu, saat dinosaurus masih jadi penguasa bumi, nenek moyang mamalia adalah hewan kecil yang cuma berani keluar malam hari supaya nggak dimangsa. Selama 100 juta tahun hidup di kegelapan, warna cerah itu nggak ada gunanya.
Warna gelap justru jadi pelindung alias kamuflase biar nggak ketahuan predator. Alhasil, gen warna cerah pelan-pelan hilang karena nggak dibutuhkan.
Masalah Penglihatan
Kebanyakan mamalia (selain manusia dan beberapa primata) ternyata punya penglihatan yang terbatas soal warna, alias dikromatik. Mereka nggak bisa membedakan warna merah, oranye, atau ungu dengan jelas.
Contoh uniknya adalah harimau. Di mata kita, harimau itu oranye mentereng. Tapi di mata mangsanya (seperti rusa yang juga mamalia), warna oranye itu terlihat kehijauan. Jadi, buat apa punya warna ungu kalau teman-teman atau musuhmu nggak bisa melihatnya?
Struktur Rambut yang Membatasi
Struktur rambut mamalia itu beda jauh sama bulu burung atau sisik ikan. Rambut kita nggak punya pola mikroskopis (skala nano) yang bisa membelokkan cahaya jadi warna metalik atau berkilauan. Kecuali kalau kamu sengaja ke salon buat coloring rambut, ya!
Tapi, ada pengecualian lo!
Meskipun mayoritas terlihat "kusam", penelitian terbaru dari Jessica Dobson menemukan kalau beberapa mamalia kecil ternyata bisa berpendar (fluorescent) di bawah cahaya UV. Ada juga primata seperti Mandrill yang punya wajah biru cerah, tapi warna itu muncul di kulit, bukan di rambutnya.
Intinya, warna "aman" mamalia adalah strategi bertahan hidup yang paling efektif selama jutaan tahun. Jadi, meskipun nggak se-ngejreng burung cendrawasih, warna cokelat atau hitam kita adalah simbol ketangguhan!
Gimana, menarik banget kan? Kalau kamu bisa milih, kamu pengin mamalia apa yang punya warna cerah kayak pelangi nih, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)
