BerandaHits
Selasa, 16 Mar 2026 17:01

Kenapa Nggak Ada Mamalia Warna Ungu? Ternyata Ini Rahasia Evolusi di Baliknya!

Ilustrasi sapi. (Unsplash)

Kalau burung dan reptil ibarat pakai baju pesta yang full color, mamalia justru lebih suka pakai "seragam" warna bumi seperti cokelat, abu-abu, dan hitam. Bukan karena nggak mau tampil eksotis, tapi ada sejarah panjang jutaan tahun yang bikin mamalia harus puas dengan warna yang itu-itu saja. Penasaran kenapa? Cek poin-poinnya!

Inibaru.id Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, kenapa burung bisa punya bulu warna biru neon atau ikan cupang punya sirip merah menyala, tapi kucing atau anjing kita warnanya cuma "gitu-gitu aja"? Paling mentok cokelat, hitam, atau oranye. Kenapa nggak ada harimau warna ungu atau kelinci warna pink elektrik?

Para ilmuwan, termasuk Matthew Shawkey dari Ghent University, sudah lama membedah fenomena ini. Jawabannya ternyata gabungan antara pigmen tubuh, struktur rambut, sampai sejarah nenek moyang kita yang suka "main" di malam hari.

Miskin Pigmen Warna

Eumelanin, zat yang menghasilkan warna hitam atau cokelat. (Shutterstock)

Hewan lain seperti burung punya berbagai macam pigmen dan struktur bulu yang bisa membiaskan cahaya jadi warna-warni metalik. Nah, kalau mamalia, kita hampir cuma punya satu jenis zat warna yaitu melanin.

  1. Eumelanin: Menghasilkan warna hitam atau cokelat.
  2. Feomelanin: Menghasilkan warna kuning atau kemerahan.Karena cuma punya melanin, variasi warna kita jadi terbatas di rentang warna tanah. Nggak ada pigmen alami mamalia yang bisa bikin warna biru atau hijau terang sendiri, Gez!

Warisan Nenek Moyang Nokturnal

Ratusan juta tahun lalu, saat dinosaurus masih jadi penguasa bumi, nenek moyang mamalia adalah hewan kecil yang cuma berani keluar malam hari supaya nggak dimangsa. Selama 100 juta tahun hidup di kegelapan, warna cerah itu nggak ada gunanya.

Warna gelap justru jadi pelindung alias kamuflase biar nggak ketahuan predator. Alhasil, gen warna cerah pelan-pelan hilang karena nggak dibutuhkan.

Masalah Penglihatan

Kebanyakan mamalia (selain manusia dan beberapa primata) ternyata punya penglihatan yang terbatas soal warna, alias dikromatik. Mereka nggak bisa membedakan warna merah, oranye, atau ungu dengan jelas.

Contoh uniknya adalah harimau. Di mata kita, harimau itu oranye mentereng. Tapi di mata mangsanya (seperti rusa yang juga mamalia), warna oranye itu terlihat kehijauan. Jadi, buat apa punya warna ungu kalau teman-teman atau musuhmu nggak bisa melihatnya?

Struktur Rambut yang Membatasi

Struktur rambut mamalia itu beda jauh sama bulu burung atau sisik ikan. Rambut kita nggak punya pola mikroskopis (skala nano) yang bisa membelokkan cahaya jadi warna metalik atau berkilauan. Kecuali kalau kamu sengaja ke salon buat coloring rambut, ya!

Tapi, ada pengecualian lo!

Meskipun mayoritas terlihat "kusam", penelitian terbaru dari Jessica Dobson menemukan kalau beberapa mamalia kecil ternyata bisa berpendar (fluorescent) di bawah cahaya UV. Ada juga primata seperti Mandrill yang punya wajah biru cerah, tapi warna itu muncul di kulit, bukan di rambutnya.

Intinya, warna "aman" mamalia adalah strategi bertahan hidup yang paling efektif selama jutaan tahun. Jadi, meskipun nggak se-ngejreng burung cendrawasih, warna cokelat atau hitam kita adalah simbol ketangguhan!

Gimana, menarik banget kan? Kalau kamu bisa milih, kamu pengin mamalia apa yang punya warna cerah kayak pelangi nih, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jelang Musim Semi, Cek Jadwal Mekarnya Sakura di Korea Berikut

2 Mar 2026

Cerita Perantau yang Mengaku Nggak Harus Melakukan Mudik Lebaran Tahun Ini

2 Mar 2026

Selain Menghafal Qur'an, Santri Ponpes di Kauman Semarang Juga Belajar Jualan di Tiktok

2 Mar 2026

Diskon Tarif Tol 30 Persen dan 6 Ruas Fungsional Gratis pada Mudik Lebaran 2026

2 Mar 2026

Telur Mimi, Takjil Ikonik Kendal dengan Filosofi Dalam

2 Mar 2026

Wangi sih, tapi Amankah? Kupas Tuntas Mitos Semprot Parfum di Leher

2 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: