BerandaHits
Kamis, 1 Apr 2026 18:47

Kenapa Kita Suka April Mop? Ternyata Nge-prank Bikin Hormon Bahagia Naik!

April mop sebenarnya bisa menjadi cara melepaskan stres jika dilakukan dengan benar. (Shutterstock)

Setiap tanggal 1 April, dunia mendadak penuh tipu daya yang bikin ketawa. Tapi tahu nggak, di balik aksi iseng April Mop, ada alasan medis dan psikologis yang menarik? Mulai dari dopamin yang bikin puas sampai fungsi sosial sebagai perekat pertemanan. Simak yuk penjelasannya!

Inibaru.id – Setiap tanggal 1 April, jagat medsos biasanya penuh sama aksi tipu-tipu kocak alias April Fools. Mulai dari pengumuman nikah bohongan sampai prank receh di kantor, semuanya berakhir dengan seruan: "April Mop!".

Tapi pernah kepikiran nggak sih, Gez, kenapa manusia hobi banget ngerjain orang lain?

Pesta Hormon Bahagia di Otak

Alasan paling simpel kenapa orang suka nge-prank adalah karena pengin liat targetnya tertawa (atau minimal kita yang ketawa, hehe). Nah, menurut psikolog Chivonna Childs, PhD dari Cleveland Clinic, tertawa itu obat alami yang manjur banget.

Saat kita tertawa setelah berhasil ngerjain teman, otak kita bakal melepaskan "pasukan" hormon bahagia:

  1. Endorfin: Bikin tubuh merasa lebih ringan dan santai.
  2. Dopamin: Memberi sensasi puas dan senang karena misi "penipuan" berhasil.
  3. Oksitosin: Hormon kasih sayang yang bikin ikatan pertemanan makin erat.

Intinya, tawa itu bisa ngurangin stres dan bikin sistem imun kita naik. Jadi, April Mop sebenarnya bisa jadi ajang stress release massal kalau dilakukan dengan benar.

Efek 'Kaget' yang Bikin Lega

April Mop dirayakan tanpa menyakiti perasaan orang lain. (iStockphoto)

Pernah nggak kamu kaget karena di-prank, terus sedetik kemudian malah ketawa ngakak? Secara psikologis, itu namanya pelepasan ketegangan. Saat di-prank, otak kita sempat merasa tegang karena kejutan yang nggak disangka-sangka.

Begitu tahu kalau itu cuma bohong, ketegangan itu lepas seketika dan berubah jadi rasa lega. Proses "tegang-lalu-plong" inilah yang bikin prank terasa seru dan bikin ketagihan.

Prank sebagai "Perekat" Sosial

Selain bikin sehat, bercanda juga punya fungsi sosial yang penting. Candaan ringan bisa jadi perekat dalam tongkrongan. Lewat prank, kita belajar memahami empati dan komunikasi—kira-kira teman kita bakal marah nggak ya kalau diginiin?

Kemampuan buat bikin lelucon yang pas itu sebenarnya menunjukkan keterampilan berpikir yang tinggi, lo. Kita harus tahu kapan harus bercanda dan kapan harus serius supaya hubungan nggak malah retak.

Eits, Tetap Ada Batasnya, Ya!

Meski seru, ingat ya, Millens, nggak semua orang suka dijadikan objek prank. Ada yang gampang malu atau merasa nggak nyaman kalau terlihat "bodoh" di depan umum.

Psikolog Susan Albers, PsyD, mengingatkan kalau tujuan utama lelucon itu harusnya bikin semua orang tertawa, bukan cuma si pelaku prank doang. Kalau yang dikerjai malah nangis atau marah besar, itu namanya bukan April Mop, tapi cari masalah!

Tips biar April Mop-mu tetap asyik:

  • Pahami Target: Jangan kerjai orang yang lagi sensi atau punya masalah serius.
  • Hindari Bahaya: Jangan buat prank yang mengancam nyawa atau harta benda.
  • Pakai Empati: Kalau posisinya dibalik, kamu bakal ketawa atau sakit hati?

Jadi, April Mop itu bukan sekadar soal menipu, tapi soal gimana kita mencari cara buat tetap terhubung dan tertawa bareng di tengah penatnya rutinitas. Selamat April Mop, tapi jangan sampai kelewatan ya! (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Temuan Prasasti di Klaten Bukan yang Pertama, Diduga Terhubung dengan Dua Prasasti Era Kolonial

18 Jun 2026

AMSI Dorong Kolaborasi Media untuk Menghadirkan Informasi Iklim yang Lebih Kredibel

19 Jun 2026

Kenapa Harga Pertamax Belum Turun Meski Ada Penurunan Harga Minyak Dunia? Ini Faktor yang Mempengaruhinya

20 Jun 2026

Mengapa Kebo Bule Selalu Hadir dalam Kirab Malam 1 Suro? Begini Sejarah dan Maknanya

21 Jun 2026

Melihat yang Luput: Dari Kudus, Festival Film Anak Bangsa Menyalakan Ruang Bagi Cerita-Cerita Kecil

22 Jun 2026

Kenali Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 Asli, Jangan Sampai Tertipu Oknum Mengatasnamakan BPS

23 Jun 2026

B50 Siap Beredar Juli 2026, Pemerintah Optimistis Tak Perlu Lagi Impor Solar

24 Jun 2026

Mendag Tegaskan NIB untuk Penjual Online Bukan untuk Pungutan Pajak

25 Jun 2026

5 Alasan Penting Mengapa Anda Harus Mengunjungi Dunia Fantasi Ancol Tahun Ini

25 Jun 2026

Dasun di Lasem, Galangan Kapal yang Pernah Menopang Armada Majapahit hingga Demak

26 Jun 2026

Pertamina: Harga BBM Berpotensi Turun Bertahap Mulai Juli

27 Jun 2026

Barikan Sitinggil, Cara Warga Kriyan Merawat Jejak Ratu Kalinyamat Lewat Doa dan Kebersamaan

28 Jun 2026

Masyarakat Bisa Pilih Logo HUT Ke-81 RI, Pemerintah Buka Polling hingga 28 Juni

29 Jun 2026

Perusahaan Kereta Asal Swiss Lirik Indonesia sebagai Basis Produksi untuk Pasar Asia

30 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: