BerandaHits
Sabtu, 20 Feb 2026 09:01

Kangen Suasana Ramadan Indonesia, Begini Cerita WNI yang Berpuasa di Luar Negeri

Ilustrasi: Pekerja migran Indonesia yang berpuasa di luar negeri. (NZGeo)

Meski durasi puasa di luar negeri terkadang lebih panjang, Yono yang sekarang bekerja di Selandia Baru mengaku nggak kesulitan menjalankannya di sana.

Inibaru.id - Untuk kali pertama dalam hidupnya, Yono menjalankan ibadah puasa di luar negeri, tepatnya di Selandia Baru. Hal ini disebabkan oleh keputusannya untuk mencari pekerjaan di bidang peternakan di negara tersebut sejak pertengahan 2025. Dia pun mengaku kangen dengan suasana Ramadan di Indonesia.

Karena kebetulan sedang musim panas di sana, durasi puasa di Selandia Baru pun jadi lebih panjang dibandingkan dengan di Indonesia, yakni sekitar 13,5 jam. Tapi, untungnya suhu udara di tempatnya bekerja nggak begitu panas, yakti sekitar 20 derajat Celcius saja. Hal ini bikin ibadah puasa jadi lebih mudah untuk dilakukan.

Tapi, bukan itu yang bikin ibadah puasa Yono jadi terasa berat. Dia mengaku sedikit kangen dengan suasana Ramadan yang meriah di Indonesia. Apalagi, di Selandia Baru, dia bekerja di peternakan yang ada di kawasan pedesaan dan cenderung sepi.

"Kalau perlu mendatangi tempat ramai ya perlu ke Hamilton yang berjarak sekitar 20 kilometer dari sini. Kalau di sini ya sepi banget. Komunitas muslim juga sangat sedikit. Jadi ya apa-apa melakukan sendiri, termasuk berpuasa. Teman-teman kerja lain kebanyakan non-muslim. Jadi ya, bulan puasa nggak jauh beda dari hari biasanya, cuma saya sendiri yang nggak makan dan minum saja," ucap Yono lewat pesan WhatsApp pada Kamis (19/2/2026).

Untungnya, bukan hal aneh bagi tempat kerjanya memiliki pekerja muslim. Makanya, Yono bisa beribadah dengan tenang. Sejumlah rekan kerjanya bahkan kerap memintanya nggak terlalu memaksakan diri jika sudah lelah. Tapi, Yono mengaku nggak masalah dengan tenaganya.

"Suhunya cenderung jauh lebih sejuk dari Semarang. Jadi rasanya nggak mudah capek di sini. Tetap aman kok fisik saya sejauh ini," lanjutnya.

Meski nggak berat buat fisik, berpuasa di luar negeri terasa sangat berbeda dengan berpuasa di Indonesia. (NZGeo)

Nggak hanya di siang hari tatkala menjalankan ibadah puasa, Yono mengaku ada yang kurang di malam hari. Meski sudah bisa makan dan minum sebagaimana sebelumnya, Yono kangen dengan suara masjid yang biasanya ramai saat Ramadan di Indonesia.

"Kalau di kampung halaman kan ada yang salat tarawih bareng, tadarusan setelahnya, atau malah klotekan bangunin orang buat sahur. Di sini jelas nggak ada. Budaya buka bersama bareng teman-teman juga nggak ada di sini. Itu yang saya kangenin banget," lanjutnya.

Meski begitu, Yono mengaku nggak pengin pulang ke Indonesia saat Lebaran nanti. Alasannya, selain di tempat kerjanya nggak ada libur khusus di hari raya, dia juga nggak pengin berdesak-desakan dengan jutaan orang lain yang pengin mudik Lebaran. Baginya, sudah cukup berlebaran sendiri di tempat tinggalnya dan melakukan video call ke keluarga nantinya.

Dia juga mengaku bakal bertahan lama di Selandia Baru karena merasa pekerjaan dan gaji yang didapat sangat sesuai dengan harapannya. Jadi, dia memilih untuk mengesampingkan rasa kangennya dengan keluarga atau suasana hangat pas Ramadan seperti sekarang Gez.

"Kalau lanjut terus di sini, kesempatan buat berangkat haji, menghidupi keluarga dengan lebih layak, atau jalan-jalan ke negara lain jadi lebih besar karena gajinya memang memuaskan. Makanya, nggak apa-apa saya di sini nggak merasakan kemeriahan Ramadan atau Lebaran layaknya saat di Indonesia," pungkasnya.

Yap, realitanya, suasana Ramadan yang meriah memang bakal sulit ditemukan di luar Indonesia. Kalau kamu sendiri, apakah masih merasakan kemeriahan itu di tempat tinggalmu, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Wali Kota Agustina Akui Sempat Kewalahan Menangani Banjir Semarang

21 Feb 2026

Bukan Cantik Berwarna-warni, Anggrek Misterius di Hutan Merapi Ini Justru Beraroma Ikan Busuk!

21 Feb 2026

Statistik Catat Hanya Ada 2.591 Tunawisma di Seluruh Jepang

22 Feb 2026

Boleh Nggak Sih Pulang Setelah Tarawih 8 Rakaat di Masjid Lalu Witir di Rumah?

22 Feb 2026

Bersiap Sambut Pemudik, Jateng Akan Kebut Perbaikan Jalan

22 Feb 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 dalam Bayang-Bayang Cuaca Ekstrem di Jateng

22 Feb 2026

Deretan Poster Humor Ramadan di Mijen; Viral dan Jadi Spot Ngabuburit Dadakan

22 Feb 2026

Manisnya Buah Tanpa Biji dan Perampokan Kemandirian

22 Feb 2026

Meriung Teater Ketiga 'Tengul' melalui Ruang Diskusi Pasca-pentas

22 Feb 2026

Ini Dokumen Wajib dan Cara Tukar Uang Baru Lebaran 2026 yang Perlu Kamu Tahu!

22 Feb 2026

Mengintip Keindahan yang Ditawarkan Curug Krecek di Temanggung

9 Feb 2026

K-Hiking, Tren Mendaki Gunung di Korea yang Makin Populer

9 Feb 2026

Menyeriusi Penguatan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak di Daerah

9 Feb 2026

Dugderan, Panggung Rakyat yang Sedang Berjuang jadi Warisan Budaya Indonesia

9 Feb 2026

Habis Basa-Basi Kok Malah Lelah? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya!

9 Feb 2026

Main Bareng Keluarga Kita; Merayakan Cinta tanpa Terhalang Layar di Kota Lunpia

9 Feb 2026

Satgas MBG Pati Siap Sidak Layanan Gizi yang Dikeluhkan Warga!

9 Feb 2026

Kontrasnya Gaji Guru di Indonesia dengan Gaji Guru di Negara Maju

10 Feb 2026

Memori HP Penuh? Coba Cek Pengaturan WhatsApp Berikut

10 Feb 2026

Merayakan Harmoni Toleransi dan Kebersamaan di Pasar Imlek Semawis 2026

10 Feb 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: