BerandaHits
Selasa, 22 Sep 2025 11:01

Jepang Mulai Tilang Pesepeda yang Melakukan Pelanggaran di Jalanan

Di Jepang, naik sepeda harus mengikuti aturan. Jika melanggar, bisa ditilang. (Japan Stripes)

Di Jepang, kamu nggak bisa sembarangan bersepeda. kalau melanggar aturan, bisa dikenakan tilang Blue Ticket, lo!

Inibaru.id – Tinggal di kawasan suburban di dekat perbatasan Semarang - Demak bikin Hariadi kerap bertemu dengan pesepeda yang juga menjadi komuter saat berkendara. Nah, dia ternyata kerap menyoroti keberadaan para pesepeda tersebut yang beberapa kali kedapatan melanggar lalu-lintas.

Sebagai contoh, meski hanya sebagian kecil, ada sejumlah pesepeda yang masih menerobos lampu merah. Banyak dari mereka yang juga nggak memakai helm meski bersepeda di jalan raya yang lalu-lintasnya cukup ramai.

"Aku nggak tahu ada nggak sih aturan mengendarai sepeda di jalan raya seperti buat kami para pengendara sepeda motor. Tapi pas melihat ada beberapa pesepeda yang menerobos lampu merah sampai bikin kagok banyak pengendara yang melaju karena lampunya hijau, itu kan berbahaya banget," ungkapnya di tempat kerjanya di Jalan Pemuda, Kota Semarang, pada Rabu (17/9/2025).

Dia juga menyoroti nggak adanya hukuman atau tilang bagi pesepeda yang sembarangan gowes. Padahal, jika mereka asal-asalan berkendara, juga bisa membahayakan orang lain.

"Padahal di negara lain, seperti Jepang misalnya, seingat saya mulai memberlakukan tilang juga bagi pesepeda yang melanggar lalu-lintas," lanjutnya.

Ya, Hariadi nggak salah. Di Jepang, aturan soal pesepeda kini semakin ketat. Mulai 1 April 2026, pemerintah Negeri Sakura akan memberlakukan sistem tilang resmi untuk pesepeda berusia 16 tahun ke atas. Tilang ini dikenal dengan sebutan blue ticket alias "tilang biru".

Tilang yang dikenakan ke pesepeda yang melanggar aturan adalah 'blue ticket' atau 'tilang biru'. (Klook)

Aturan ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah pelanggaran dan kecelakaan yang melibatkan pesepeda. Tilang biru akan dikenakan untuk pelanggaran yang dinilai membahayakan keselamatan seperti menggunakan ponsel saat bersepeda, menerobos palang pintu kereta, atau mengendarai sepeda tanpa rem.

Dendanya nggak main-main, lo. Untuk pesepeda yang ketahuan main HP sambil gowes, dendanya mencapai 12.000 yen atau sekitar Rp1,3 juta. Sementara itu, menerobos palang pintu kereta bisa didenda 7.000 yen (Rp780 ribu), dan bersepeda tanpa rem kena 5.000 yen (Rp550 ribu).

Untuk pelanggaran ringan seperti naik sepeda di trotoar yang dilarang, membawa payung saat bersepeda, atau nggak menyalakan lampu di malam hari, pemerintah masih menerapkan sistem peringatan. Tapi, jika dianggap membahayakan, tetap bisa dikenai denda.

Kalau pelanggar tetap ngeyel dan nggak bayar denda, siap-siap aja menghadapi tuntutan hukum. Jadi, meskipun ini "hanya" sepeda, perlakuannya nggak bisa dianggap remeh.

Nah, untuk pelanggaran berat seperti bersepeda dalam kondisi mabuk, tilang yang dikenakan disebut red ticket alias "tilang merah", yang bisa berujung pidana.

Langkah ini menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas nggak cuma tanggung jawab pengendara mobil atau motor saja. Pesepeda juga punya aturan yang harus ditaati. Hm, jadi kepikiran, mungkin nggak ya aturan seperti ini juga diberlakukan di Indonesia? Kalau menurutmu, mungkin nggak, nih, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: