BerandaHits
Jumat, 27 Agu 2020 08:00

Jadi Petani Magang di Jepang, Orang Indonesia Dapatkan Rp 20-40 Juta Sebulan!

Ilustrasi: petani. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ternyata, menjadi petani magang di Jepang bisa memberikan pendapatan yang cukup menggiurkan. Zakaria Sidik membuktikannya. Dia bisa meraup Rp 20-40 juta sebulan. Seperti apa ya kisahnya?<br>

Inibaru.id – Meski dikenal sebagai negara dengan kemajuan teknologi luar biasa, bukan berarti Jepang melupakan alamnya. Pertanian di sana juga tergolong maju, lo Millens. Hal ini membuat seorang laki-laki dari Indonesia, Zakaria Sidik, memutuskan untuk magang menjadi petani di Jepang. Menariknya, meski statusnya adalah pekerja magang, dia bisa mengantongi uang jutaan Rupiah dalam sebulan, lo. Kok bisa ya?

Zakaria membeberkan pengalamannya menjadi petani magang di Jepang di kanal Youtube-nya. Lewat video-video yang diunggahnya, terlihat jelas Zakaria disibukkan dengan kegiatan merawat tanaman di prefektur Ibaraki.

Zakaria Sidik saat bekerja menjadi petani di Jepang. (Youtube/Zakaria Sidik)<br>

Berdasarkan keterangannya, asalkan dia rajin mengurus tanaman, semakin banyak penghasilan yang bisa didapatkan. Dia pun menjelaskan tentang bulan-bulan apa saja yang membuatnya sangat sibuk bekerja, yakni di Februari, Maret, April, September, Oktober, serta November.

“Kalau di musim panen, bisa dapat Rp 20-40 juta sebulan untuk kebun di kawasan dataran tinggi. Tapi itu nggak terjadi di setiap bulan. Biasanya di bulan 2, 3, 4, 9, 10, sama 11 sangatlah sibuk. Tapi sangat sebanding dengan pendapatan,” ucap Zakaria.

Lantas, dari mana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu? Zakaria menyebut ada banyak faktor yang mempengaruhinya seperti jam kerja, upah minum di daerah tempatnya bekerja, hingga kurs perbandingan Rupiah dan Yen. Jika dia bekerja di pertanian di kawasan dataran rendah misalnya, penghasilannya biasanya nggak nyampai Rp 40 juta per bulan, namun nggak pernah kurang dari Rp 15 juta.

Zakaria sedang mengurus cabai di Jepang. (Youtube/Zakaria Sidik)<br>

Karena pekerja dibayar per jam, Zakaria pun rajin-rajin bekerja agar bisa mendapatkan upah lebih banyak. Tapi, dia menjelaskan bahwa upah tersebut bukanlah upah bersih. Dia harus pandai-pandai mengatur uang untuk kebutuhan harian seperti makanan dan pulsa. Sisanya, barulah dia tabung.

Zakaria juga menjelaskan tentang jenis tanaman apa saja yang dibudidayakan di sana. Ternyata, nggak jauh beda dari yang ada di Indonesia, Zakaria mengurus kubis, selada, jagung, wortel, daun bawang, serta cabai.

Lantas, bagaimana dia bisa mendapatkan pekerjaan ini? Zakaria menjawab dia mencari informasi soal magang menjadi petani di Jepang. Setelah itu, dia mengikuti beberapa tahapan tes. Kalau gagal, maka kontrak magang pun nggak akan bisa didapat atau dilanjutkan.

Gimana Millens? Tertarik untuk menjadi petani magang di Jepang? (Det/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: