BerandaHits
Jumat, 17 Apr 2025 15:22

Hampir Penuh, Tiga TPU Milik Pemkot Semarang Sudah Tidak Terima Jenazah

Ilustrasi: TPU di Kota Semarang sudah nggak mampu lagi menerima jenazah. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Dikarenakan hampir penuh, tiga TPU di Kota Semarang sudah tidak menerima jenazah. Meski demikian, Disperkim akan melakukan sejumlah solusi.

Inibaru.id - Nggak hanya kapling tanah untuk yang masih hidup, hunian masa depan juga kian menipis. Saking banyaknya kebutuhan tempat penguburan jenazah, saat ini dikabarkan kapasitas sejumlah permakaman umum alias TPU milik Pemkot Semarang sudah penuh.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati. Dia melaporkan, Pemkot Semarang sejauh ini telah mengelola 14 TPU aktif yang tersebar di 9 kecamatan.

Dari semua TPU itu, ada tiga yang sudah nggak mungkin lagi menerima jenazah karena semua tempat sudah terisi penuh. Ketiga TPU tersebut yaitu TPU Sompok, Trunojoyo, dan Sendangmulyo.

“Saat ini ada 3 TPU yang dikelola Pemkot itu sudah full, tidak bisa menerima jenazah lagi,” kata perempuan yang akrab disapa Pipie tersebut, Rabu (17/4/2025). "Masih ada 11 lubang yang tersisa, jadi kemungkinan hanya sampai lima tahun ke depan."

Pipie menyampaikan, makam yang penuh rata-rata berlokasi di dekat pemukiman padat. Maka, dia menilai, solusi dari permasalahan ini adalah dengan melakukan pengadaan lahan TPU baru.

“Pengadaan TPU baru sedang dikaji dan sebisa mungkin pakai lahan aset Pemkot. Tapi, untuk pengadaan kan juga butuh anggaran,” bebernya.

Terlepas dari krisis makam umum yang dialami Semarang, Pipie menilai, hal positif dari situasi ini adalah bahwa masyarakat cukup percaya dan merasa puas dengan pelayanan permakaman dari Pemkot Semarang.

“Selain gratis tidak dipungut retribusi, pelayanan yang optimal menjadi alasan utama masyarakat lebih memilih TPU sebagai tempat pemakaman,” ungkapnya.

Disperkim, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kapasitas permakaman umum, mulai dari menggunakan sistem pelayanan tumpang, membuat kajian TPU baru, melakukan pembukaan lahan untuk peningkatan kapasitas makam, hingga berkolaborasi dengan pengembang perumahan untuk menambah TPU baru.

“Kami juga ingatkan ke pengembang perumahan, 2 persen lahan wajib untuk fasum makam. Jadi tidak hanya tugas Pemkot yang menyediakan makam,” pungkasnya.

Semoga segera ada solusi, karena jenazah nggak bisa menunggu, apalagi mencari tempat bersemayam sendiri. Ya, kan? (Murjangkung/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: