BerandaHits
Sabtu, 28 Jun 2019 15:21

Sengketa Pilpres Akan Dibawa ke Mahkamah Internasional, Mungkinkah?

Mahkamah Internasional. (PBB)

Sebagai salah satu lembaga utama PBB, Mahkamah Internasional memiliki peranan yang penting dalam memutuskan sebuah sengketa. Supaya kamu tahu lebih banyak, yuk pahami fakta-fakta Mahkamah Internasional berikut.

Inibaru.id – Mahkamah Internasional akhir-akhir ini sering dibicarakan masyarakat, terutama setelah putusan MK dibacakan. Beredar isu, Badan Pemenangan Nasional bakal membawa sidang sengketa Pilpres ini ke ranah hukum internasional. Namun, mungkinkah sengketa itu dibawa ke Mahkamah Internasional?

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Mahkamah Internasional yang wajib kamu tahu. Yuk simak!

Menangani Perkara Antarnegara

Mahkamah Internasional merupakan salah satu dari enam lembaga utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tugas dan fungsi lembaga yang berdiri pada 1945 ini diatur dalam Statuta Mahkamah Internasional. Dalam Statuta pasal 34 tertulis hanya negara yang bisa menjadi pihak dalam suatu perkara di Mahkamah Internasional.

Selain memberikan putusan atas sengketa antarnegara, Mahkamah Internasional juga memiliki kewenangan untuk memberikan advisory opinion atas suatu pertanyaan hukum yang diajukan Majelis Umum PBB, Dewan Keamanan PBB, atau organ-organ PBB lainnya. Dengan demikian, individu nggak bisa mengajukan gugatan ataupun diadili di Mahkamah Internasional.  

Sistem Pengambilan Keputusan di Mahkamah Internasional

Keputusan Mahkamah Internasional dapat dilakukan berdasarkan kepantasan dan kebaikan apabila disetujui negara yang bersengketa. Selain itu, keputusan Mahkamah Internasional juga diambil berdasarkan keputusan suara mayoritas hakim. Apabila jumlah suara sama maka keputusan ditentukan Presiden Mahkamah Internasional.

Dalam mengeluarkan keputusannya, Mahkamah Internasional juga menerapkan hukum internasional yang berasal dari traktat, praktik-praktik yang dapat diterima secara luas sebagai hukum (kebiasaan), dan prinsip-prinsip umum yang ditemukan dalam sistem hukum utama dunia. Selain itu, Mahkamah Internasional juga merujuk pada keputusan hukum di masa lalu atau tulisan para ahli dalam bidang hukum internasional. Keputusan Mahkamah Internasional ini bersifat mengikat, final, dan tanpa banding, artinya mengikat para pihak yang bersengketa dan hanya untuk perkara yang disengketakan.

Jenis Perkara yang Menjadi Yurisdiksi Mahkamah Internasional

Mahkamah Internasional memiliki kewenangan untuk menangani sengketa hukum internasional yang dibawa negara kepada Mahkamah Internasional.

Salah satu contoh, suatu negara berniat untuk membawa suatu sengketa yang nggak bisa diselesaikan secara bilateral dengan negara lain, maka kedua negara yang bersengketa akan menyerahkan permasalahan mereka untuk diputus Mahkamah Internasional.

Hal ini pernah dilakukan Indonesia dan Malaysia ketika meminta Mahkamah Internasional untuk memutus kepemilikan atas Pulau Ligitan dan Pulau Sipadan.

Dalam Statuta disebut jenis perkara yang ditangani Mahkamah Internasional meliputi perkara mengenai interpretasi atas suatu perjanjian internasional, pertanyaan mengenai hukum internasional, pelanggaran kewajiban internasional, dan ganti rugi atas suatu pelanggaran kewajiban internasional.

Hakim di Mahkamah Internasional

Mahkamah Internasional terdiri atas 15 orang hakim yang berasal dari berbagai negara berbeda. Komposisi hakim Mahkamah Internasional ini mengacu pada pengelompokan regional di PBB, yakni Afrika, Asia, Amerika Latin dan Karibia, Eropa Barat, dan Negara Barat lainnya, serta Eropa Timur.

Pemilihan hakim Mahkamah Internasional dilakukan setiap tiga tahun sekali di New York untuk memilih lima orang hakim. Agar terpilih, seorang calon wajib memperoleh dukungan suara absolut (absolute majority) di Majelis Umum dan Dewan Keamanan.

Dalam sejarah, negara Indonesia belum pernah menjadi hakim Mahkamah Internasional. Dari kawasan Asia Tenggara, hanya Filipina yang pernah memiliki hakim Mahkamah Internasional pada 1967-1976.

Pengalaman Indonesia di Mahkamah Internasional

Indonesia sudah pernah mengajukan perkara di Mahkamah Internasional. Pada 1998, sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia dibawa ke Mahkamah Internasional. Putusan atas sengketa itu yakni Malaysia berhak memiliki kedua pulau tersebut berdasarkan prinsip effective occupation. Perkara ini diputus pada 2002.

Indonesia menghormati putusan tersebut dan dibuktikan dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2008 yang mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinast Geografis Titik-Titik Pangkal Kepulauan Indonesia sehingga nggak lagi menempatkan titik pangkal di Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan. 

Nah, itulah beberapa hal yang perlu kamu tahu mengenai Mahkamah Internasional. Jadi, mungkinkah sengketa Pilpres ini dibawa ke sana? (IB07/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: