BerandaHits
Sabtu, 24 Nov 2017 14:44

Film Naura & Genk Juara the Movie Melecehkan Agama?

Naura & Genk Juara the Movie (Twitter)

Tokoh antagonis yang ada dalam film ini memiliki penampilan berjenggot dan kerap mengucapkan kalimat suci yang dianggap melecehkan agama tertentu.

Inibaru.id – Petisi daring berjudul “Stop Film Anak yang Melecehkan Agama” muncul di situs change.org pada 21 November 2017. Windi Ningsih adalah penggagas petisi ini karena menganggap film musikal anak-anak berjudul Naura & Genk Juara the Movie melecehkan agama Islam.

Film yang tayang di Bioskop sejak 16 November 2017 ini disutradarai oleh Eugene Panji dan dibintangi oleh Adyla Rafa Naura Ayu sebagai Naura, Joshua Yorie Rundengan sebagai Okky, dan Vickram Abdul Faqih Priyono sebagai Bimo. Dalam film ini, diceritakan bahwa ketiganya mewakili sekolahnya dalam kompetisi sains yang diadakan di acara Kemah Kreatif di kawasan hutan konservasi Situ Gunung, Sukabumi.

Di acara inilah ketiga tokoh utama ini bertemu dengan Kipli yang diperankan oleh Andryan Sulaiman Bima, seorang ranger cilik yang sedang ingin menggagalkan aksi kelompok sindikat perdagangan hewan liar bernama Trio Licik.

Baca juga:
Sutradara Italia Dokumentasikan Kehidupan Pesantren
Hujan Bulan Juni: Perjalanan Puisi Ke Gambar Hidup

Windi menganggap film ini melecehkan agama Islam karena penampilan Trio Licik yang berjenggot dan kerap menggunakan ayat-ayat suci agama Islam dalam aksinya. Ia pun menggelar petisi ini setelah banyak protes senada yang muncul di aplikasi berbagi pesan WhatsApp dan berbagai media sosial. Dalam petisinya, Dia meminta pihak berwenang untuk segera menarik dan menghentikan pemutaran film Naura & Genk Juara di jaringan bioskop.

Seto Mulyadi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mengaku sudah menonton film ini untuk membuktikan apakah tuduhan bahwa film ini melecehkan agama tertentu benar atau tidak. Dia pun menganggap film ini sebagai film yang edukatif dan kaya akan pelajaran tentang etika, estetika, nasionalisme, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi. Kak Seto juga menganggap lirik-lirik lagu dalam film ini sangat indah dan sesuai dengan usia anak-anak yang menyanyikannya.

Perihal tokoh antagonis yang kerap melantunkan kalimat istigfar, Kak Seto menganggapnya bukan sebagai pelecehan.

“Itu saya rasa ucapan spontan semua orang Islam kalau sedang berada dalam situasi ketakutan atau kaget. Catatan saya, mungkin akan seimbang jika misalnya tokoh-tokoh protagonis dalam film ini juga mengucapkan doa, misal mengucapkan assalamualaikum atau memperlihatkan adegan mereka salat. Soalnya saya tidak melihat itu dalam film ini,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari Beritagar.id (23/11/2017).

Baca juga:
14 Film Nasional yang Dirilis November
Film Naura & Genk Juara the Movie Melecehkan Agama?

Ahmad Yani Basuki yang merupakan Ketua Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) juga memberikan komentar terkait protes pada film ini.

“Jika dihubung-hubungkan dengan penistaan agama, rasanya terlalu jauh berspekulasi. Kita tahu penjahatnya muslim pun ya hanya karena dia baca doa. Ketika akhirnya si penjahat terkepung, salah satunya memang membaca istigfar. Tetapi sekali lagi, bagi LSF, itu tidak serta-merta menggambarkan pelecehan dan penistaan terhadap Islam,”. (AW/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: