BerandaHits
Sabtu, 18 Jul 2025 09:01

Fenomena Banyak SD Negeri Kekurangan Murid, Sekolah Swasta Semakin Dilirik?

Banyak SD negeri kekurangan murid baru pada tahun ajaran 2025/2026. (Sapos)

Terjadi pergeseran preferensi sekolah di kalangan masyarakat. Belakangan ini, semakin banyak orang tua yang memilih sekolah swasta alih-alih SD negeri untuk pendidikan anaknya. Dampaknya, banyak SD negeri kekurangan murid baru.

Inibaru.id – Tahun ajaran baru 2025/2026 dimulai dengan berita yang bikin geleng-geleng kepala. Di sejumlah daerah, banyak SD negeri mengalami kekurangan murid baru. Bahkan, ada sekolah yang tidak mendapatkan satu pun siswa baru.

Di Temanggung, misalnya, ada 105 SD negeri yang melaporkan kekurangan siswa baru. Di Boyolali, dua SD negeri sama sekali tidak menerima murid baru. Hal nggak jauh berbeda juga terjadi di Yogyakarta, Kudus, Mojokerto, Blitar, Trenggalek, hingga Kota Malang. Kalau dulu masalah ini hanya dianggap wajar terjadi di daerah pelosok, sekarang bukan hal aneh melihatnya di kota-kota besar.

Penyebabnya ternyata cukup kompleks. Ada yang bilang karena jumlah anak usia masuk SD memang menurun. Ada juga yang menyebut persaingan antarsekolah untuk mendapatkan murid baru terlalu ketat. Tapi yang paling mencolok adalah adanya pergeseran preferensi orangtua dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka.

Inilah yang diungkap Yani, warga Kabupaten Semarang. Ia lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta yang lokasinya cukup jauh meskipun ada dua SD negeri di dekat rumahnya.

“Saya merasa SD negeri di sini kurang optimal kualitasnya. Sementara SD swasta menawarkan fasilitas dan lingkungan belajar yang lebih mendukung. Jadi, meski bayar SPP bulanan lumayan mahal sementara jika di SD negeri malah gratis, saya merasa lebih yakin dengan pendidikan anak saya sekarang,” ungkapnya sembari menyebut sejumlah tetangga banyak yang mengikuti langkahnya.

Apa yang diungkap Yani sesuai dengan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dilansir dari Kompas, Kamis (17/7/2025) data tersebut mengungkap pertambahan murid baru di SD swasta selama lima tahun terakhir rata-rata mencapai 17.580 siswa per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding SD negeri yang hanya bertambah sekitar 3.600-an siswa per tahun. Bahkan, jumlah murid baru SD swasta kini mencapai hampir lima kali lipat dibanding SD negeri!

Perbedaan fasilitas

Banyak orang tua siswa yang menganggap SD swasta menjamin pendidikan lebih baik bagi anaknya. (Mimha)

Alasan lain yang membuat SD negeri makin sepi adalah kondisi fisik dan fasilitasnya. Banyak ruang kelas di SD negeri yang rusak atau nggak layak pakai. Laboratorium sains atau komputer juga belum tentu ada. Bandingkan dengan SD swasta yang rata-rata punya ruang komputer, kelas nyaman, dan jumlah murid per kelas lebih sedikit.

Adelita, dosen di Makassar, mengaku lebih nyaman menyekolahkan anaknya di SD swasta karena satu kelas hanya berisi 15 murid dan didampingi dua guru. “Ini bikin anak lebih diperhatikan. Kalau di SD negeri, bisa sampai 35 murid dalam satu kelas hanya dengan satu guru,” jelasnya.

Padahal, idealnya jumlah siswa per kelas adalah 28 orang, sesuai aturan pemerintah. Tapi praktik di lapangan menunjukkan hal sebaliknya. Di Kabupaten Bekasi, misalnya, terkuak laporan yang menyebut ada sekolah dengan jumlah siswa per kelas mencapai 53 anak!

Berbagai kondisi ini bikin banyak orangtua semakin ragu menyekolahkan anak di SD negeri. Mereka ingin anaknya belajar di tempat yang memberikan perhatian lebih, fasilitas lengkap, dan suasana belajar yang nyaman. Bagi mereka, SPP mahal per bulan layak demi menjamin kualitas pendidikan buah hatinya.

Di sisi lain, pemerintah bukannya tinggal diam. Program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran mulai dijalankan. Beberapa daerah juga menggulirkan BOSDA (bantuan operasional sekolah daerah) untuk membantu biaya operasional sekolah negeri. Namun, ini tampaknya belum cukup untuk membendung semakin derasnya arus orangtua yang beralih ke SD swasta.

Fenomena ini tentu perlu jadi perhatian serius. Jika tidak segera ditangani, jangan-jangan ke depan akan lebih banyak SD negeri yang kekurangan murid, bahkan terpaksa tutup. Padahal, pendidikan dasar seharusnya bisa diakses merata oleh semua kalangan, tanpa harus mengorbankan kualitas.

Sudah saatnya pemerintah dan semua pemangku kepentingan duduk bareng, menyusun strategi agar SD negeri kembali jadi pilihan utama, bukan sekadar alternatif, karena memang menjamin pendidikan terbaik bagi anak-anak bangsa. Setuju, Gez! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: