BerandaHits
Selasa, 30 Jun 2025 09:01

'F1: The Movie', Film Balap yang Lebih dari Sekadar Ngebut di Lintasan

Film 'F1: The Movie' mendapatkan banyak pujian karena dianggap lebih dari film olah raga pada umumnya. (Apple Studios)

'F1: The Movie' bakal cocok ditonton siapa saja yang mendambakan film yang lengkap dari sisi alur cerita, sinematografi, hingga detail-detail kecil yang ciamik. Jadi, meskipun kamu nggak familiar dengan balapan jet darat ini, bakal puas saat menontonnya di bioskop!

Inibaru.id - Siapa bilang film balap isinya cuma tentang pembalap dan mobilnya yang melaju kencang? F1: The Movie hadir mendobrak persepsi itu. Lewat film ini, kita diajak masuk lebih dalam, menyelami kompleksitas dan dinamika dunia balap Formula 1 dari sisi yang jarang terlihat seperti tim pendukung, drama di balik layar, dan bagaimana kerja tim jadi kunci kemenangan di sirkuit.

Disutradarai oleh Joseph Kosinski, sutradara di balik Top Gun: Maverick dan Oblivion, film ini membawa standar baru dalam sinema olah raga. Ya, ini bukan film dokumenter biasa, melainkan film penuh emosi, aksi, dan visual gila-gilaan yang bikin kamu merasa terpukau sejak menit pertama.

Yang bikin makin spesial, film ini dari awal memang dirancang untuk format IMAX. Jadi, jangan heran kalau nonton di bioskop terasa banget bedanya. Visualnya tajam, audionya nendang, dan saat kamera masuk ke dalam kokpit mobil balap, rasanya kamu seperti duduk di situ langsung, merasakan desingan mesin, dan tensi yang membuncah di setiap tikungan.

Makanya, F1: The Movie bukan cuma tentang Sonny Hayes (Brad Pitt) si pembalap veteran, atau Joshua Pearce (Damson Idris) sang bintang muda, melainkan juga membahas Ruben Cervantes (Javier Bardem) sebagai figur di balik strategi tim. Chemistry di antara ketiga karakter ini kuat banget. Interaksi mereka juga membawa penonton jadi terlibat dalam cerita.

Sempat ada keraguan apakah film ini cocok bagi mereka yang bukan pengikut setia F1. Tapi tenang, film ini tetap bisa dinikmati oleh siapa saja. Story-nya memang nggak terlalu dalam mendalami karakter satu per satu. Tapi justru itulah yang bikin penonton lebih fokus ke pengalaman sinematik dan ritme balapan yang intens.

Selain sinematografi, alur cerita 'F1: The Movie' dianggap cukup brilian. (Apple Movies)

Sinematografinya? Wah, mahal banget. Dari jalannya balapan yang dirancang seperti mini film tersendiri, sampai transisi halus dari paddock ke lintasan, semuanya bikin kita terpukau. Bahkan adegan-adegan kecil pun digarap serius. Ditambah sentuhan magis Hans Zimmer yang mengurus latar suara, film ini benar-benar memanjakan telinga dan mata.

Meski durasinya hampir 2,5 jam, tapi rasanya cepat banget. Alur cerita yang dijaga rapi, ditambah drama dan aksi yang seimbang, bikin kita terus penasaran sampai akhir. Kekurangannya barangkali adalah iklannya yang memang banyak, karena film ini juga jadi etalase Formula 1. Tapi itu nggak bikin filmnya jadi terlihat aneh, kok.

Kalau mau dibandingkan sama Ford v Ferrari yang sama-sama bertema F1, film ini jelas unggul dari sisi teknis dan pengalaman menonton. Meski sisi cerita Ford v Ferrari lebih kuat dan mendalam, F1: The Movie menang di aspek sinematik. Rasanya seperti duduk di kokpit mobil F1 beneran, sekaligus diiringi kemewahan visual yang nggak main-main.

F1: The Movie adalah tipe film yang nggak cocok cuma ditonton di laptop atau HP. Ini film yang harus dinikmati di bioskop dengan layar dan sound yang layak. Setelah keluar dari studio, kamu bakal merasa puas, terkesan, dan mungkin juga pengin langsung cari tahu lebih dalam soal dunia F1.

Kesimpulan? Film ini bukan cuma buat penggemar dunia balap. Ini film buat siapa aja yang suka tontonan berkualitas dengan pengalaman sinema yang maksimal. Jadi, jangan ragu untuk menonton F1: The Movie di bioskop ya, Millens! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: