BerandaHits
Selasa, 22 Jun 2020 17:27

Dua Orang di Semarang Meninggal Usai Gowes Pakai Masker, Benarkah Olahraga dengan Masker Berbahaya?

Nggak ada yang salah jika berolahraga dengan masker. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Masker sudah seperti benda wajib yang harus selalu dipakai saat keluar rumah. Tapi, tersiar kabar ada dua orang warga Semarang meninggal gara-gara memakai masker ketika bersepeda. Duh, jadi was-was kan kalau begini? Yuk, simak penjelasan dokter Tim PSIS Semarang Alfan Nur Asyhar soal penggunaan masker saat berolahraga.<br>

Inibaru.id - Beredar kabar ada dua orang warga Semarang yang meninggal karena berolahraga dengan memakai masker. Mengerikan ya? Hal itu membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyarankan masyarakat melepaskan masker ketika berolahraga. Tapi apa benar penggunaan masker saat berolahraga dapat menyebabkan kematian?

Dokter Tim PSIS Semarang Alfan Nur Asyhar memberikan penjelasan mengenai bagaimana seharusnya masker digunakan saat berolahraga.

dr Alfan Nur Asyhar menyarankan agar berolahraga dengan intensitas ringan selama pandemi dan tetap menggunakan masker. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Kata dr Alfan, nggak ada penelitian medis yang menyatakan jika masker berbahaya jika digunakan saat olahraga. Tapi, kalau sampai ada orang yang meninggal, kemungkinan besar orang tersebut memiliki riwayat penyakit pernapasan.

“Kalau itu mungkin karena ada infeksi saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung,” ujar dokter spesialis olahraga ini saat dihubungi pada Senin (22/6).

Menurut dr Alfan, nggak masalah jika seseorang berolahraga tanpa melepas masker. Pun, dia juga nggak melarang orang untuk melepasnya karena memang nggak nyaman. Tapi, ada hal yang perlu digarisbawahi, Millens.

“Kalau misalnya olahraga di tempat sepi ya dilepas saja nggak papa. Tapi kalau sekiranya ramai, ya harus dipakai,” ucapnya.

Selain pakai masker, dr Alfan meminta agar berjaga jarak maksimal 4 meter dari kerumunan orang. (Inibaru.id/ Triawanda Trita Aditya)<br>

Jangan sepelekan penggunaan masker saat sedang ramai ya. Kamu nggak akan bisa menduga kalau tiba-tiba ada orang yang batuk atau bersin. Karenanya, masker sangat penting. Memang rasanya bakalan sedikit nggak nyaman karena masker bisa mengurangi kadar oksigen dalam tubuh.

Tapi, ini cuma masalah kebiasaan kok. Kalau sudah terbiasa, tubuh nggak bakal "kaget". Selain memakai masker dr Alfan juga meminta untuk menjaga jarak maksimal 4 meter.

O ya, kalau kamu pengin tetap nyaman berolahraga dengan menggunakan masker, ada satu jenis masker yang cocok lo. Namanya Elevation Training Masker (ETM). Masker ini dimodifikasi untuk mengatur banyaknya udara yang masuk. Jadi, kamu nggak akan merasa sesak lagi. Sudah banyak yang menjualnya kok.

“Biasanya untuk melatih kapasitas aerobik atau kapasitas kadiovaskular respiration,” tambahnya.

Alternatif jenis masker lain yang bisa kamu pakai adalah masker medis. Sebab masker medis memiliki ventilasi udara yang lebih sesuai. Hindari jenis masker kain karena seratnya terlalu rapat sehingga mengganggu jalan keluar-masuknya udara. Tapi kalau cuma untuk berkegiatan sehari-hari, jenis masker ini sudah cukup.

“Apapun (jenis masker) tetap terapkan protokol kesehatan saat berolahraga. Seperti jaga jarak, bawa hand sanitizer, dan hati-hati juga saat membeli minum. Masker tadi entah lokasinya sepi atau ramai, selalu dibawa. Kita harus selalu jaga diri,” pungkasnya.

Kalau kamu lagi senang-senangnya menggowes, jangan lupa tetap bawa masker ya, Millens. (Audrian F/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Merekam Gadis Pingitan di Jantung Kudus Kulon

11 Mei 2026

Larung Sesaji dan 400 Kapal Warnai Sedekah Laut Tambaklorok

11 Mei 2026

Tumpeng, Simbol Syukur dan Harmoni dalam Tradisi Jawa

12 Mei 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

13 Mei 2026

Rahasia Sehat dari Isi Piring Warna-Warni

13 Mei 2026

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

14 Mei 2026

Saat Rupiah Melemah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

15 Mei 2026

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: