BerandaHits
Rabu, 15 Feb 2022 09:00

'Disuntik Itu Rasanya Seperti Digigit Singa'

Rahmanda Ravania AZ (6), salah seorang siswa TK Sekolah Kucica, Ungaran, Kabupaten Semarang sedang mendapatkan suntikkan dosis kedua vaksin Covid-19. (Dok. TK Sekolah Kucica)

Anak-anak nggak luput dari risiko terpapar Covid-19 di tengah pandemi. Kabar baiknya, vaksin untuk anak usia 6-11 tahun sudah tersedia. Sebagian sekolah pun mulai mengoordinasi peserta didik mereka untuk divaksin, nggak terkecuali anak-anak di TK Sekolah Kucica, Ungaran, Kabupaten Semarang.

Inibaru.id – Perasaan tegang tapi antusias terpancar di wajah anak-anak berusia kisaran enam tahun ini pada Senin (14/2) pagi. Didampingi orang tua masing-masing, para siswa TK Sekolah Kucica tersebut tengah mengantre untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Ungaran, Kabupaten Semarang.

Mira Ayu, orang tua salah satu siswa yang turut menemani kegiatan vaksinasi itu, juga tampak tegang. Namun, dia mengaku lega lantaran buah hatinya akhirnya mendapatkan vaksin dosis kedua. Dia juga bersyukur pihak sekolah bersedia mengoordinasi proses vaksinasi.

"Anak-anak merasa nyaman karena banyak teman, jadi nggak takut," ungkapnya sembari tetap memperhatikan anaknya yang baru saja selesai divaksin. "Saya merasa lebih aman karena (anak) bersama bu guru dan praktis; saya tinggal mendampingi.”

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, vaksinasi Covid-19 memang bukan perkara gampang, terlebih untuk anak-anak. Banyak hoaks yang berkembang, sehingga membuat para orang tua enggan merelakan anaknya diberi vaksin.

Nggak hanya orang tua, cerita "horor" tentang vaksin juga kerap mampir di telinga anak-anak, yang tentu saja membuat mereka takut ditembus jarum suntik. Namun, pemahaman yang baik agaknya telah dilakukan para guru di TK Sekolah Kucica.

Dari seluruh siswa yang mengikuti vaksinasi, nggak ada satu pun yang merasa gentar. Rasa takut tetaplah muncul, kentara sekali dari raut muka mereka. Namun, sebagian dari mereka mengatasinya dengan membuat gurauan yang sukses membuat semua peserta tertawa, seperti yang dilakukan Athalla Danish Putra (6).

“Bu Guru, tahu nggak? Disuntik itu rasanya kayak digigit singa, lo!” seru Danish, sapaan akrabnya, lalu tergelak nggak lama setelah disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.

Dia nggak menangis, meski mengamini bahwa disuntik itu sakit. Namun, candaannya yang hiperbolis tentang disuntik seperti digigit singa ini agaknya mencoba memvalidasi bahwa dirinya cukup kuat dan tangguh untuk menerima suntikan.

Takut karena Ditakut-takuti

Kepala sekolah TK Sekolah Kucica Ertania Johana bersama para siswa yang mendapatkan suntikan dosis kedua vaksin Covid-19. (Dok. TK Sekolah Kucica)

Agak berbeda dengan Danish, Velatu Nara Y (6) sempat menolak untuk divaksin. Raut mukanya memucat. Gadis cilik yang biasa dipanggil Velatu itu juga harus dipegangi empat orang karena terus memberontak saat hendak divaksin.

“Padahal waktu vaksinasi pertama dia biasa-biasa saja. Disuntik nggak menangis,” ungkap Ertania Johana, Kepala Sekolah TK Sekolah Kucica.

Usut punya usut, lanjut guru yang akrab disapa Bu Hana itu, Velatu ketakutan lantaran sempat ditakut-takuti sepupunya yang mengatakan bahwa suntikan kedua rasanya akan jauh lebih sakit dari suntikan pertama. Inilah yang kemudian membuat gadis ceria tersebut berubah murung menjelang divaksin.

“Tapi, setelah selesai disuntik, dia balik ceria dan bisa ketawa lagi, juga ikut foto bareng,” tutur Hana yang juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan proses vaksinasi tersebut terbilang lancar.

Dia menambahkan, ketakutan-ketakutan pasca-vaksin yang banyak didengungkan orang juga nggak dialami anak-anak didiknya. Anak-anak itu, lanjutnya, bahkan pengin bisa main dulu di sekolah setelah divaksin, yang tentu saja dia larang.

"(Setelah vaksin) anak-anak harus pulang ke rumah, karena mereka butuh istirahat setelah divaksin,” terangnya.

Lebih lanjut, Hana mengungkapkan, agar terhindar dari reaksi negatif anak, edukasi terkait vaksinasi Covid-19 perlu disampaikan dengan cara yang tepat. Selain pemahaman soal pandemi yang belum reda dan virus yang bisa menyerang siapa pun, anak juga perlu diberi penjelasan bahwa vaksin membuat tubuh kebal virus.

"Penjelasan harus dilakukan dengan cara yang menarik, misalnya melalui mendongeng atau bercerita," kata dia.

Kelancaran proses vaksinasi TK Sekolah Kucica, tambahnya, bisa dilakukan karena anak-anak sudah cukup paham dengan hal tersebut. Mereka ingin divaksin agar selalu sehat, bisa pergi ke sekolah, dan bermain bersama banyak teman.

"Mereka juga sudah cukup diberi pemahaman terkait persiapan yang perlu dilakukan sebelum vaksin semisal sarapan dulu dengan makanan bergizi, tidur yang cukup, dan menjaga kondisi tubuh dalam keadaan sehat," tandasnya.

Yap, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun merupakan usaha perlindungan ekstra. Tentu saja manfaat ini nggak cuma akan dirasakan anak, tapi juga keluarga, teman bermain, dan lingkungan sekitar, mengingat anak juga bisa terpapar virus SARS-CoV-2 meski tanpa gejala apa pun. (Ike Purwaningsih/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: