BerandaHits
Sabtu, 28 Jun 2024 11:05

Dikenal Tangguh, Kenapa Banyak Laki-Laki Bunuh Diri daripada Perempuan?

Lebih banyak laki-laki bunuh diri daripada perempuan. (Pexels/Burst)

Ada stigma kalau laki-laki kuat, nggak mudah sedih, dan nggak mudah menangis. Tapi, fakta justru mengungkap kalau lebih banyak laki-laki bunuh diri daripada perempuan yang katanya lebih emosional.

Inibaru.id – Stigma bahwa laki-laki lebih tangguh dan tahan banting ketimbang perempuan masih kuat hingga sekarang. Bahkan, ada yang menyebut laki-laki nggak mudah sedih atau menangis daripada perempuan. Tapi, di balik stigma macho ini, nyatanya lebih banyak laki-laki bunuh diri daripada perempuan. Apakah berarti stigma ini nggak sesuai?

Nova Riyanti Yusuf, Direktur Utama Pusat Kesehatan Jiwa Nasional RS Marzoeki Mahdi di sebuah webinar yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Senin (11/12/2023) mengungkap bahwa ide untuk melakukan bunuh diri memang lebih banyak dipikirkan oleh perempuan. Tapi, angka eksekusi untuk melakukannya justru lebih tinggi laki-laki.

Nova nggak asal cuap. Dia menilik Hasil Survei Nasional Kesehatan Berbasis Sekolah di Indonesia 2015. Dari data itu, ide untuk melakukan bunuh diri perempuan mencapai 5,9 persen, lebih banyak dari laki-laki yang hanya 4,33 persen. Tapi, percobaan bunuh diri laki-laki mencapai angka 2,59 persen, sedikit lebih banyak dari perempuan yang hanya 2,2 persen.

“Kok bisa begitu? Kalau dari riset saya, perempuan cenderung tiga kali lebih besar punya masalah emosional dari laki-laki sehingga punya ide bunuh diri lebih besar. Tapi, soal determinasi untuk melakukannya, masih kalah dari laki-laki,” terang Nova.

Hal serupa diungkap Ketua Komunitas Setitik Cahaya Genz Bony Haning. Dia menyebut perempuan punya tingkat depresi lebih besar. Tapi, laki-laki lebih nekat untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Salah satu penyebab laki-laki lebih mudah melakukan bunuh diri adalah budaya patriarki. (Pxhere)

“Sepertinya hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa laki-laki harus terlihat tangguh dan tegar. Mereka pun jadi nggak bisa membicarakan perasaaannya. Makanya, depresi pada laki-laki terkadang nggak terlihat. Ada yang larinya ke workaholic, kerja terus nggak kenal waktu padahal di hatinya sedang terluka. Kalau di satu titik sudah nggak bisa lagi menata perasaannya, mereka bisa bunuh diri begitu saja,” ungkap Bony sebagaimana ditulis Rri, (11/1/2024).

Setali tiga uang dengan Bony, Nova juga menyayangkan budaya patriarki di Indonesia yang ternyata juga membuat laki-laki menjadi korban. Mereka sejak kecil dididik nggak boleh sedih, nggak boleh menangis. Kalau mengungkapkan perasaannya, dianggap sebagai laki-laki yang lemah. Padahal, layaknya perempuan, laki-laki juga kerap didera masalah dan pasti membutuhkan orang untuk setidaknya mendengarkan keluhannya.

“Sayangnya memang laki-laki lebih jarang mencari bantuan untuk kesehatan mental dari perempuan. Kalau mereka nggak sadar sedang membutuhkan kesulitan, bisa saja mereka akhirnya melakukan hal-hal buruk seperti narkoba atau alkohol, yang justru membuat mereka semakin meningkatkan risiko melakukan bunuh diri,” ungkap psikolog Jill Harkav-Friedman dari American Foundation for Suicide Prevention.

Setidaknya kita sudah tahu ya salah satu akar permasalahan yang membuat laki-laki cenderung lebih mudah melakukan bunuh diri dari perempuan. Semoga saja semakin banyak orang yang menyadari hal ini dan memberikan kesempatan bagi siapa saja, baik itu laki-laki atau perempuan mengungkapkan perasaannya, menjelaskan masalah yang mereka alami, atau setidaknya ditemani agar mereka nggak merasa sendirian di dunia. Hal ini tentu bisa menekan angka bunuh diri. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: