BerandaHits
Sabtu, 5 Apr 2019 17:30

Dibuat Kagum dengan Lukisan Anak Autis di Pameran Lukisan Anak Hebat

Pengunjung sedang mengamati lukisan dalam Pameran Lukisan Anak Hebat, Selasa (2/4/2019) di Gedung Monod Diephuis & Co. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pepatah mengatakan, "Kita bisa menyelami pemikiran seseorang dari karyanya." Nah, itu juga yang bisa dilihat dari lukisan-lukisan yang dipamerkan dalam Pameran Lukisan Anak Hebat 2-6 April 2019.

Inibaru.id – Menghadiri pameran lukisan bukanlah hal yang menakjubkan. Di pameran, kamu sudah pasti menemukan lukisan-lukisan indah yang dipajang di sudut-sudut ruangan. Yang membedakan setiap pameran itu adalah seniman dan cerita di baliknya.

Nah, Selasa (2/4/2019) kemarin saya menghadiri suatu pameran lukisan yang bertajuk Pameran Lukisan Anak Hebat. Nggak seperti pameran biasa yang memajang lukisan seniman tertentu atau seniman yang sudah punya nama, pameran ini justru dipenuhi lukisan-lukisan karya anak autis.

Paling tidak ada lebih dari 100 lukisan yang terpampang di lantai 2 Gedung Monod Diephuis & Co ini. Lukisan-lukisan tersebut berasal dari 40 teman-teman dengan autisme di Semarang dan wilayah sekitarnya seperti Salatiga, Tegal, dan Pekalongan.

Nggak ada tema tertentu yang menyeragamkan lukisan dalam pameran yang digelar dalam rangka Hari Kesadaran Autisme Sedunia itu. Nggak ada bahan atau cat tertentu pula yang dipatok panitia. Satu hal yang pasti, panitia memamerkan semua karya anak autis yang sebelumnya sudah dikirimkan ke alamat penyelenggara.

“Kemarin kami menerima lebih dari 100 lukisan. Karya-karya itu sebelumnya dikirim ke kantor saya dan TK Fun & Play yang saya ajak bekerja sama,” ujar Ketua panitia Pameran Lukisan Anak Hebat Dyah Rara Sari.

Di antara karya-karya itu, ada sejumlah karya yang mengena di hati saya. Pertama, lukisan-lukisan dari teman autis di Sekolah Melana. Lukisan berjumlah enam buah itu dipajang di salah satu sudut ruangan. Abstrak tapi tulus, itulah yang saya tangkap dari lukisan-lukisan itu.

Lukisan Sekolah Melana. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Lukisan lain yang menarik hati saya adalah karya milik Ismail Nugroho. Ada lima lukisan miliknya yang dipamerkan di sini. Namun, lukisan berjudul “Perut Milenial” ini menohok hati saya. Dalam lukisan berbahan cat akrilik itu, terlihat aneka makanan fast food seperti burger, kentang goreng, hingga pizza tersusun rapi dalam kertas berukuran A3. Di sebelahnya, ada pula lukisan potongan pizza dan buah yang diberi judul “Sebatas Mau”.

Lukisan Ismail Nugroho. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Selain lukisan, ada pula gambar kartun karya Kamilah Nariswari Pasaribu. Ada sejumlah gambar cantik milik Kamilah di sana. Salah satu gambarnya itu bahkan membawanya masuk dalam Finalist PAPB International Cartoonist 2019.

Gambar kartun milik Kamilah yang membawanya lolos menjadi finalis PAPB International Cartoonist 2019. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Oh iya, ada pula gambar mobil milik Rama Dani Syafriyar yang dibuat menggunakan pensil. Saat pembukaan acara, Rama juga hadir dan berpidato dalam bahasa Inggris.

“Saya suka mobil jadi gambar saya lebih banyak tentang mobil,” kata Rama.

Lukisan mobil milik Rama Dani Syafriyar dalam Pameran Lukisan Anak Hebat. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Pameran ini sukses membuat saya berdecak kagum dengan karya-karya anak autisme. Kendati dianggap kurang dalam suatu hal, mereka berbakat kok di hal-hal lain. Pameran tersebut masih ada hingga 6 April 2019. Kalau kamu tertarik, berkunjung saja ke gedung cagar budaya di Semarang itu. Eits, tapi hati-hati ya karena gedung itu berada dalam kawasan Kota Lama yang sedang dalam perbaikan. (Ida Fitriyah/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: