BerandaHits
Rabu, 7 Okt 2025 08:52

Cerita Koichi Matsubara, Karakter Film "Perfect Days" di Dunia Nyata

Karakter Hirayama di film 'Perfect Days'. (Wenders Images)

Passive income-nya miliaran Rupiah setiap tahun, tapi Koichi Matsubara memilih hidup jadi tukang bersih-bersih, mirip karakter Hirayama di film 'Perfect Days'. Seperti apa ya ceritanya?

Inibaru.id - Pernah nonton film Perfect Days (2023), Gez? Film yang dibintangi Koji Yakusho dan disutradarai Wim Wenders ini masuk dalam nominasi film terbaik Oscars 2024 dan bahkan masuk dalam daftar film terbaik nomor-83 dalam daftar The 100 Best Movies of the 21st Century versi Readers' Choice of The New York Times.

Banyak penggemar dan kritikus film yang menyukai film yang menunjukkan kehidupan sehari-hari sederhana dari seorang pembersih toilet umum di Kota Tokyo bernama Hirayama. Meski terlihat monoton dan tanpa konflik yang intens, film ini disebut-sebut bisa memberikan sensasi terapi yang menenangkan.

Nah siapa sangka, di Jepang, ada orang yang beneran melakoni kehidupan seperti Hirayama di film ini. Meski sebenarnya punya banyak uang, seperti Hirayama yang berasal dari keluarga kaya, seorang laki-laki bernama Koichi Matsubara memilih sebagai tukang bersih-bersih karena pengin menikmati kehidupan yang tenang.

Koichi Matsubara, Sang "Invisible Millionaire" yang Sederhana

Meskii pendapatan laki-laki berusia 56 tahun ini mencapai lebih dari 30 juta yen (hampir Rp4 miliar) per tahun dari investasi dan properti sewaan, Matsubara memilih untuk hidup sederhana dan bekerja sebagai petugas kebersihan. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya membersihkan area umum di sebuah kompleks apartemen di Tokyo.

Pekerjaannya sebagai tukang bersih-bersih hanya memberinya penghasilan sekitar 100.000 yen (Rp 11 jutaan) sebulan, jauh lebih rendah dari rata-rata gaji di Tokyo yang mencapai 350.000 yen (hampir Rp40 jutaan). Namun, bagi Matsubara, uang bukanlah alasan utama ia bekerja. Baginya, pekerjaan itu adalah cara untuk tetap aktif dan menjaga kesehatannya.

Koichi Matsubara saat melakukan pekerjaan bersih-bersihnya. (SCMP/Handout)

Sejak muda, Matsubara belajar untuk mengelola keuangannya dengan hati-hati. Ia memulai kariernya dengan bekerja di pabrik setelah tamat sekolah menengah, dengan gaji sekitar 180.000 yen (Rp 20 jutaan). Selama bertahun-tahun, ia menabung dan menginvestasikan uangnya, akhirnya mampu membeli properti pertama dan kemudian membeli enam apartemen lain di Tokyo dan sekitarnya. Selain itu, Matsubara juga berinvestasi dalam saham dan dana.

Meskipun memiliki kekayaan yang cukup besar, Matsubara memilih untuk hidup dengan cara yang sangat sederhana. Ia tinggal di sebuah apartemen sederhana, memasak makanannya sendiri, dan belum membeli pakaian baru lebih dari satu dekade belakangan. Bahkan, ia hanya menggunakan ponsel sederhana dan lebih sering berkeliling dengan sepeda ke mana-mana. Mirip Hirayama banget, kan?

Mengapa Bekerja Sebagai Petugas Kebersihan?

Menjadi petugas kebersihan bagi Matsubara bukanlah soal uang, tetapi lebih kepada cara untuk menjaga tubuh tetap aktif dan pikiran tetap jernih. Setiap pagi, ia merasa puas dengan rutinitas bersih-bersih yang ia lakukan.

"Saya bangun, membersihkan, dan membuat semuanya rapi. Rasanya sangat menyenangkan," ujar Matsubara sebagaimana dinukil dari SCMP, Rabu (1/10/2025).

Lebih dari sekadar pekerjaan, rutinitas tersebut memberinya rasa pencapaian dan kebahagiaan yang tidak bisa didapatkan dari uang semata. Matsubara mengatakan bahwa tujuan hidupnya adalah menjalani kehidupan yang memuaskan tanpa perlu pamer kekayaan kepada orang lain.

"Saya berharap memiliki sesuatu yang bisa saya kerjakan setiap hari, tetap sehat, dan berpikir untuk diri saya sendiri," ungkapnya tentang mengapa kehidupannya sekarang membuatnya bahagia.

Cerita hidup Matsubara telah menarik perhatian di media sosial, banyak orang yang memuji cara ia mengelola kekayaan dan memilih kehidupan yang lebih sederhana. Sebagian warganet bahkan menyebutnya sebagai seorang "invisible millionaire" atau jutawan yang tak terlihat. Mereka mengakui bahwa kehidupan sederhana Matsubara adalah cerminan dari kebijaksanaan dalam mengelola hidup dan kekayaan.

Siapa sangka ya, karakter Hirayama di film Perfect Days beneran ada di dunia nyata. Kalau kamu sendiri, tertarik nggak mengikuti gaya hidup sederhana seperti yang dilakoni Koichi Matsubara ini, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: