BerandaHits
Sabtu, 27 Sep 2024 10:50

Berebut Kursi Jateng 1 di Pilkada, Simak Visi Misi Masing-Masing Cagub!

Pilkada di Jateng merupakan salah satu pilkada yang menyedot banyak perhatian. (Instagram: @kpujateng)

Sama-sama kuat dan memiliki banyak massa, masing-masing cagub Jateng juga mempunyai visi misi yang menarik untuk disimak.

Inibaru.id - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng menjadi salah satu Pilkada 2024 yang mendapat banyak sorotan. Sebab, di wilayah yang terletak di tengah pulau Jawa ini kursi gubernur akan diperebutkan oleh dua nama besar dari dua instansi penting di Indonesia.

Sudah bukan rahasia, pilgub Jateng bisa kita lihat sebagai ajang adu kekuatan antara dominasi PDIP di Jateng dengan Jokowi effect. Nggak hanya itu, aroma persaingan kian kuat lantaran calon gubernur dari masing-masing kubu berasal dari instansi TNI dan Polri.

Nomor urut 1 diusung oleh pasangan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi. Mereka adalah pasangan andalan PDIP. Sementara nomor urut 2 adalah pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung oleh koalisi besar yang terdiri atas sembilan parpol dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus.

Nah, jika kamu warga Jateng dan akan mengikuti pemilihan gubernur, pasti merasakan vibes persaingan tersebut, Millens. Meski begitu, kamu sebaiknya nggak menentukan pilihan atas dasar fanatisme saja ke salah satu calon. Pilihlah dengan objektif, salah satunya dengan mengetahui secara detail visi dan misi kedua paslon.

Belum tahu apa saja visi misi mereka? Yuk luangkan sedikit waktu untuk mengetahuinya!

1. Andika-Hendi

Jargon pasangan Adika-Hendi adalah Acces Point High Power (APHP). (derapjuang)

Paslon ini memiliki visi "Jembatan Emas Mewujudkan Jawa Tengah Aman, Sejahtera, Berdikari dan Ramah Lingkungan". Sementara itu jargonnya adalah Access Point High Power (APHP).

Apa itu APHP? Itu artinya pasangan Andika-Hendi jika menang akan menjadi gubernur dan wakil yang berfungsi sebagai alat masyarakat dan titik akses dengan daya tinggi untuk meningkatkan jaringan kolaborasi, keterbukaan, sinergitas, pada seluruh pemangku kepentingan pembangunan Jawa Tengah. Harapannya, perencanaan, implementasi, dan hasil pembangunan dapat menjangkau area yang lebih luas.

Ada delapan poin misi yang kelak menjadi komitmen mereka yang berorientasi kepada kepentingan bersama. Berikut poin-poinnya:

  1. Memperkuat komitmen terhadap konsensus nasional: Negara Kesatuan Republik Indonesia, Undang Undang Dasar 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika;
  2. Menciptakan rasa aman bagi seluruh warga, guyub, rukun, gotong royong, toleransi di masyarakat, serta membangun ruang bergerak bersama dalam setiap aspek pembangunan;
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk memenuhi seluruh kebutuhan dasar secara berkelanjutan dan berkeadilan sosial;
  4. Meningkatkan perekonomian daerah yang lebih tangguh, inklusif, dan sumber daya manusia berdaya saing yang berbasis pada ekonomi hijau;
  5. Memperkuat ketahanan budaya, karakter, jati diri masyarakat, dan kearifan lokal, termasuk budaya birokrasi yang melayani, dinamis, kolaboratif dan berintegritas dalam era keterbukaan;
  6. Membuka ruang seluas-luasnya kepada pemuda dalam mengembangkan aktivitas produktif, kreatif, inovatif dan solutif untuk menjawab tantangan masa depan;
  7. Meningkatkan digitalisasi pada berbagai sektor pembangunan terutama pada sistem pemerintahan berbasis elektronik dalam pelayanan publik;
  8. Memperkuat dan mengembangkan ekonomi rumah tangga dan peran perempuan.

2. Luthfi-Yasin

Jargon Luthfi-Yasin adalah 'Ngopeni Ngelakoni'. (Instagram:@komjempol_ahmadluthfi)

Paslon nomor 2 mengusung visi "Terwujudnya Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi yang Maju, Berwibawa dan Berkelanjutan dengan Semangat Kolaboratif dan Responsif Menuju Indonesia Emas 2045. Sementara itu, jargonnya adalah "Ngopeni Ngelakoni" yang dinilai sebagai wujud pemimpin daerah yang menginspirasi.

Pasangan ini memiliki enam poin misi yang juga nggak kalah menarik untuk disimak.

  1. Meningkatkan layanan dasar yang inklusif untuk mewujudkan sumber daya manusia yang mandiri, kompetitif dan berwawasan global;
  2. Meningkatkan pertumbuhan perekonomian perkotaan dan pedesaan berbasis sektor unggulan yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan;
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan kolaboratif dengan mengedepankan nilai-nilai integritas;
  4. Mewujudkan pembangunan infrastruktur Jawa Tengah yang merata dan berkeadilan, melalui perencanaan tata ruang yang responsif;
  5. Menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah dengan pendekatan budaya lokal, serta menjamin kebebasan warga dalam menjalankan ibadah, perlindungan kesejahteraan sosial serta hak asasi manusia yang berkeadilan;
  6. Menjaga iklim investasi yang kondusif dan kolaboratif untuk membuka kesempatan kerja dan berusaha seluas-luasnya bagi warga Jawa Tengah serta mengembangkan pembiayaan pembangunan yang partisipatif, kolaboratif, dan terintegrasi.

Sudah menyimak visi misi keduanya? Menurutmu visi misi siapa yang paling masuk akal dan bisa terealisasi dengan baik di Jawa Tengah nih, Millens? Semoga kamu nggak bingung lagi, ya! (Siti Khatijah/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: