BerandaHits
Rabu, 22 Des 2020 11:49

Aksi Beruntun Suporter PSIS Semarang untuk Kembalikan Tim Kesayangan ke Stadion Jatidiri

Stadion Jatidiri Semarang. Suporter PSIS Semarang menggelorakan tagar #2021BaliJatidiri sebagai protes kepada Pemprov Jateng. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Suporter PSIS Semarang melancarkan gelombang protes kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar tim kesayangan mereka bisa kembali merumput di Stadion Jatidiri. Bermacam cara dilakukan, dari menggalakan tagar 2021BaliJatidiri, memasang spanduk di sudut-sudut kota, hingga yang terbaru, memasang karangan bunga di kantor Gubernur.<br>

Inibaru.id - Gelombang protes suporter PSIS Semarang agar tim kebanggaanya bisa bermain di Stadion Jatidiri terus menggema. Seminggu belakangan, berbagai bentuk protes dilancarkan, mulai dari pemasangan spanduk bertagar #2021balijatidiri yang di tembok dan jembatan layang hingga postingan di sosial media.

Nggak berhenti sampai di situ, salah satu kelompok suporter terbesar PSIS, Panser Biru, pada Senin (21/12/2020) lalu bahkan mengirimkan karangan bunga yang dialamatkan ke Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang.

Gerakan demi gerakan protes ini diprakarsai Ketua Panser Biru Kepareng Wareng melalui sosial media. Menurutnya, pengerjaan Stadion Jatidiri cenderung lamban. Ini nggak sesuai janji Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang berjanji menyelesaikan bekas markas PSIS Semarang ini pada akhir 2020.

“Harapan kami, 2021 PSIS bisa main di Jatidiri apa pun kondisinya. Tadi kirim bunga sebagai bukti dari keseriusan,” ujarnya, dikutip dari Detik, Senin (21/12)

Kepareng menegaskan, 2021 Laskar Mahesa Jenar harus kembali ke Jatidiri. Menurutnya, lokasi yang menjadi tempat PSIS melakoni laga kandang saat ini, yakni Stadion Moch Soebroto Magelang, menyulitkan suporter.

Melalui medsos pribadi, dia mengaku keberatan kalau harus ke Magelang tiap PSIS bertanding.

3tahun ber-homebase di luar Semarang itu berat, Pak. Apalagi tahun ini masa resesi, belum teman-teman kami banyak yang mengalami kecelakaan waktu pp Semarang-Magelang, bahkan ada yang sampai meninggal,” tulisnya di akun Instagram @wareng pada Selasa (22/12), yang dimaksudkan kepada Ganjar Pranowo.

Ganjar Mengaku Terkejut

Karangan bunga di depan Kantor Gubernur akan disingkirkan oleh Satpol PP. (RMOL)<br>

Mendapati kiriman bunga di kantornya, Ganjar Pranowo mengaku terkejut. Menurut Ganjar, dari PSIS Semarang belum ada yang menyampaikan protes secara resmi. Setelah adanya pengiriman bunga, Ganjar langsung mengirimkan video itu kepada CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi.

Dia meminta, kalau ada yang mau memprotes kebijakannya, silakan menemuinya, bukan mengotori tempat. “Mbok yao jangan buat spanduk yang ngotorin tempat. Manajemen ngobrol saja dengan saya," tegas Ganjar.

Sementara, terkait Jatidiri, Ganjar mengungkapkan, pengerjaan Jatidiri nggak hanya stadion untuk lapangan sepak bola saja, tapi juga kawasan cabang olahraga lain, sehingga pengerjaan masih dilakukan.

Ganjar mengakui, pembangunan Jatidiri memang terhambat. Salah satu faktor yang membuat pengerjaannya melambat karena saat ini Pemprov Jateng sedang memusatkan anggaran untuk menyikapi pandemi Covid-19.

"Bukan hanya stadion sepak bola, ada kolam renang, tenis, sepatu roda, ini belum selesai. Akan ada beberapa cabor yang akan buatkan gedung. Mohon teman-teman bersabar," pinta Ganjar.

Inisiatif Pribadi, Bukan Manajemen

Yoyok membantah jika gerakan suporter bukan atas kuasanya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>

Menanggapi "kegaduhan" ini, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi pun angkat bicara. Dia menampik anggapan bahwa suporter untuk mengembalikan PSIS ke Stadion Jatidiri digerakkan olehnya. Kendati menjadi Kepala PSIS, dia mengaku bukan berarti punya kuasa penus atas tindakan suporter.

“Perlu digarisbawahi, kiriman karangan bunga tersebut murni dari teman-teman suporter. Bahkan, PSIS juga didesak teman-teman suporter," ungkap Yoyok, yang juga mengatakan sudah dihubungi dan mendapat kiriman video dari Ganjar.

Berkoordinasi dengan Ganjar via telepon, Yoyok mengungkapkan, kalau manajemen PSIS ingin melakukan protes atau mendiskusikan lebih lanjut masalah tersebut, dia diminta melayangkan surat resmi ke Pemprov Jateng.

Yoyok pun bergerak cepat. Dia segera meminta jajarannya untuk mengirim surat resmi ke gubernuran.

"Semoga dalam waktu dekat ada pertemuan membahas mau di bawa ke mana Jatidiri setelah ada tuntutan dari teman-teman suporter," pungkas Yoyok.

Memang, akan lebih mudah kalau markas PSIS Semarang kembali lagi ke tempat semestinya, yakni ke Stadion Jatidiri Semarang. Namun, jangan sampai proses yang terburu-buru bikin pengerjaannya jadi nggak sempurna ya! (IB28/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: