BerandaHits
Minggu, 16 Feb 2019 14:15

Achmad Zaky Kritik Anggaran Riset, Begini Data yang Sesungguhnya

Proses riset dan pengembangan teknologi. (Ofis-soft)

Beberapa waktu lalu, CEO Bukalapak Achmad Zaky mengkritik pemerintah yang dianggapnya kurang memberi perhatian terhadap anggaran bidang R & D (Research and Development). Zaky menulis cuitan Indonesia berada di peringkat ke-43 dari 90 negara, benarkah klaim tersebut?

Inibaru.id - Achmad Zaky mengkritik pemerintah yang dianggapnya belum maksimal dalam memberikan perhatian terhadap dunia penelitian dan pengembangan ilmiah di Indonesia. Dalam cuitannya yang ditulis pada Kamis, (14/2/2019), Zaky sempat mengatakan Indonesia berada di urutan ke 43 dari 90 negara dalam daftar negara dengan anggaran riset tertinggi hingga terendah.

Pernyataan ini kemudian memicu sebagian orang untuk menelusuri kevalidan data yang disodorkan Zaky. Ternyata, data yang digunakan Zaky bukanlah data tahun 2016, melainkan data tahun 2013 yang diambil dari UNESCO.

Dalam data terbaru yakni tahun 2018 yang diambil dari R&D Magazine, Indonesia menempati peringkat ke-28 dari 40 negara. Urutan ini diambil dari survei yang dilakukan R&D Magazine pada 2016 lalu. Pada 2016, pendapatan kotor (PDB) Indonesia mencapai 1.054 miliar dolar AS, sementara dari pendapatan itu pemerintah menyisihkan 0,89% untuk bidang R & DD atau sekitar 9,38 miliar dolar AS.

Data ini menunjukkan bahwa Indonesia memang masih kalah dalam anggaran riset jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Singapura berada di urutan ke-20 dengan anggaran riset sebanyak 12,81 miliar dolar AS, sementara Malaysia berada di urutan 26 dengan anggaran sebesar 11,58 dolar AS. Kendati kalah dari negara tetangga, Indonesia unggul dibandingkan beberapa negara maju seperti Denmark, Finlandia, dan Norwegia.

Menilik peringkat di Asia, Cina, Jepang, dan Korea Selatan masih menduduki peringkat sebagai negara-negara dengan anggaran riset terbesar.

Lepas dari kritikan Zaky yang dianggap sebagian pihak menunjukkan keberpihakannya pada pasangan capres tertentu, pemerintah tentu perlu pula mendengarkan aspirasi warganya. Dengan adanya kritikan ini, semoga pemerintah tetap menunjukkan perhatian serta konsistensinya dalam memajukan bidang penelitian dan pengembangan ilmiah kita. Setuju, kan, Millens? (IB15/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: