BerandaHits
Rabu, 5 Agu 2025 12:59

7 Langkah Menemukan Cinta yang Organik di Supermarket!

Ilustrasi: Supermarket memungkinkan kita mengamati karakter seseorang cukup lama melalui bagaimana cara dia berpakaian, menyapa orang, dan belanjaan yang dibelinya. (Getty Images via Mirror)

Lelah dengan aplikasi kencan yang monoton dan penuh imitasi? Cobalah temukan cinta yang organik di supermarket dengan ke-7 langkah jitu ini.

Inibaru.id - Ketika aplikasi kencan daring masih menjadi andalan di sirkel pertemanannya, Isma telah lebih dulu menyerah. Perempuan yang bekerja sebagai ASN di salah satu kementerian pusat di Jakarta itu bahkan sudah meng-uninstall tiga platform online dating yang dimilikinya setahun ini.

"Padahal, dulu aku rajin banget pakai aplikasi itu. Beberapa kali nyantol, tapi selalu berakhir dengan kegagalan. Kebanyakan karena apa yang dibicarakan beda sama aslinya, sih. Bikin ilfeel!" tutur perempuan 31 tahun tersebut via pesan suara, Senin (4/8/2025).

Baginya, sangat sulit menemukan pasangan yang cocok setelah swipe right atau menunjukkan ketertarikan. Biasanya, kalau nggak berujung kena ghosting, percakapan yang dibangun kebanyakan terasa hambar di tengah-tengah penjajakan.

"Di depan layar, siapa pun pengin tampak sempurna, termasuk aku. Menurutku, inilah yang bikin online dating nggak cocok untukku. Aku butuh sesuatu yang lebih organik dan spontan; bertemu secara fisik, mengamati kejauhan, dan melakukan pendekatan secara perlahan seolah-olah kecelakaan," kelakarnya bernada riang.

'Berburu' Cinta di Supermarket

Sebagai orang yang nggak bisa menjalin hubungan percintaan dengan teman atau orang yang sudah dikenal lama, Isma mengaku harus bertemu dengan orang baru untuk jatuh cinta. Caranya, belakangan dia rajin "berburu" cinta di tempat keramaian, salah satunya supermarket.

"Kalau di luar negeri, namanya grocery dating; semacam mencari kemunckinan bertemu orang yang kita inginkan di supermarket. Kegiatannya normal saja sih; datang ke supermarket seperti biasa, tapi lebih menajamkan radar dan pancaindera untuk 'berburu' cinta yang diinginkan," terangnya.

Di Australia, konon cara ini juga tengah menjadi tren di kalangan Gen-Z. Saat generasi tersebut mulai meninggalkan aplikasi kencan daring yang menurut mereka penuh imitasi, mereka memilih tempat umum seperti supermarket untuk mengamati calon gebetan.

"Sebetulnya nggak hanya supermarket. Bisa tempat kebugaran, trek lari, atau bahkan pasar tradisional; tapi preferensiku supermarket. Alasannya simpel, karena menurutku cowok yang belanja bahan makanan sendiri itu sudah keren. Minimal satu kriteria sudah terpenuhi," tuturnya.

Alasan Mencari Jodoh di Supermarket

Di supermarket, pakar kencan Samantha Jayne mengatakan, kita akan bisa melihat seseorang dalam versi paling jujurnya. Supermarket memungkinkan kita menilai karakter orang secara spontan dan realistis, tanpa profil yang dibuat-buat.

"Seseorang cenderung menunjukkan sisi aslinya di supermarket, termasuk preferensi gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari yang penting untuk membangun hubungan jangka panjang," tuturnya, dikutip dari News (24/10/2024).

Nggak hanya dari personanya, berada di supermarket juga memungkinkan kita mengamati apa saja yang ada dalam keranjang mereka. Qanita misalnya, mengaku lebih dari jatuh cinta pada keranjang belanja alih-alih lelaki yang kini menjadi suaminya itu.

"Aku suka apa yang dia beli, yang menurutku waktu itu menggambarkan karakter yang simpel, peduli pada kesehatan, dan suka kucing. Sesimpel itu kriteriaku!" kata dia baru-baru ini.

7 Langkah Menemukan Cinta di Supermarket

Ilustrasi: Waktu yang tepat akan menentukan peluang menemukan cinta di supermarket. (Angelfish-opinions)

Jika kamu mau mencoba cara ini, berikut adalah 7 langkah yang bisa kamu praktikkan untuk memaksimalkan peluang menemukan cinta di supermarket, yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Pilih waktu yang tepat

Hindari jam sibuk seperti sore hari menjelang akhir pekan atau awal bulan. Dikutip dari Bustle, dating coach Susan Winter mengatakan, pagi hari pada weekdays adalah waktu terbaik untuk menjemput jodoh, karena suasananya lebih tenang dan kamu bisa lebih mudah menjalin interaksi santai.

2. Perhatikan penampilan

Nggak perlu tampil berlebihan, tapi kenakan sesuatu yang mencerminkan dirimu. Pakaian rapi, nyaman, dan sedikit sentuhan personal seperti tote bag favorit atau sepatu yang kamu sukai bisa jadi pemicu percakapan. Cobalah penampilan yang santai tapi terawat untuk memberi sinyal bahwa kamu terbuka untuk bersosialisasi.

3. Sinyal sosial itu penting

Daripada menatap layar ponsel terus-menerus, cobalah berinteraksi dengan sekeliling. Menyapa penjaga kasir dengan ramah, tersenyum pada orang lain, atau sekadar menawarkan tempat di antrean bisa jadi awal interaksi yang natural.

4. Lewati lorong favorit 2-3 kali

Lorong buah dan sayur, rak kopi, atau bahkan bagian makanan siap saji yang menggambarkan dirimu bisa menjadi lokasi awal pertemuan. Untuk memaksimalkan peruntungan, lewatilah lorong favoritmu itu beberapa kali. Ingat, cinta bisa datang dari kesamaan belanjaan!

5. Jadilah diri sendiri

Alih-alih mencoba jadi sosok yang kamu pikir menarik, lebih baik tampil autentik. Saat berhasil berinteraksi, tanyakanlah hal ringan seperti "Merek kopi apa yang kamu rekomendasikan?” atau “Buah apa yang menurutmu cocok untuk buah tangan?” untuk memberi jalan pada pertanyaan besar.

6. Jangan takut gagal

Nggak semua interaksi berakhir dengan saling bertukar nomor. Fokuslah pada pengalaman dan jadikan kegagalan sebagai pengalaman sosial untuk membuatmu lebih percaya diri dalam membangun kemampuan koneksi emosional.

7. Inisiasi langkah lanjutan

Kalau kamu merasa klik pada seseorang, nggak ada salahnya menginisiasi langkah lanjutan seperti mengajak ngobrol lebih lama dengan ngopi di kafe dekat supermarket. Jangan menunggu diajak. Kuncinya adalah tetap sopan dan menghargai kenyamanannya.

Perlu diketahui, mencari cinta di supermarket bukan berarti menjadikan setiap lorong sebagai arena pencarian jodoh. Lakukanlah perlahan, alami, tanpa dipaksakan, hangat, dan tanpa tekanan. Kalaupun nggak bertemu siapa pun hari itu, anggaplah sebagai rutinitas berbelanja biasa. Semangat, Gez! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: