BerandaFoto Esai
Senin, 8 Agu 2021 11:09

Kabut, Segelas Kopi, dan Merbabu View and Cafe di Kopeng

Suka lihat pemandangan di ketinggian tapi malas mendaki gunung? Bertandanglah ke Merbabu View and Cafe Kopeng. Di tempat ini, kalau beruntung, kamu bisa menyaksikan deretan 'Lima Gunung' sembari menyesap kopi dan mengudap pisang goreng.

Inibaru.id - Pagi yang dingin menyergap saya begitu tiba di parkiran Merbabu View and Cafe Kopeng. Udaranya sejuk dan menyegarkan. Di depan saya, kabut tebal membuat semuanya "gelap", termasuk lanskap indah yang terhampar di lokawisata yang berlokasi di Getasan, Kabupaten Semarang, tersebut.

Namun, situasi ini nggak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian, kabut tebal itu berangsur sirna, berganti pemandangan indah nan hijau sejauh mata memandang. Gunung Merbabu juga tempak berdiri kokoh di hadapan saya, menjadi mood booster terbaik pagi itu, Selasa (3/8/2021).

Hari itu bukanlah akhir pekan. Namun, tempat wisata yang belakangan banyak di-review di media sosial ini nggak bisa dibilang sepi, meski nggak juga ramai. Beberapa muda-mudi tampak bertandang, duduk-duduk di sudut kafe atau selasar bangunan yang langsung menghadap alam, ditemani kopi dan aneka camilan semisal pisang goreng di hadapan.

Seperti kebanyakan pengunjung, saya juga memilih duduk di salah satu spot di selasar bangunan beratap limas dengan sudut runcing yang bentuknya mirip tenda dari kayu tersebut. Suasananya tenang. Dari kejauhan, saya bisa melihat sejumlah petani yang mulai turun ke ladang di sekitar kafe.

Untuk kamu yang tengah jenuh dengan suasana perkotaan, menepi sejenak ke tempat makan yang dipadukan dengan wisata alam ini bukanlah pilihan yang buruk. Namun, sebelum memutuskan ke sini, pastikan kendaraanmu dalam kondisi prima, karena lokasinya berada di ketinggian 1.700 mdpl.

Butuh effort yang lumayan besar untuk bisa tiba di Merbabu View. Dari Kota Semarang, kamu harus menempuh perjalanan sekitar satu jam ke arah selatan untuk tiba di Desa Kopeng. Dari situ, perjalananmu bakal terus menanjak hingga tiba di Dusun Cuntel, Desa Kopeng, Kabupaten Getasan.

Perlu kamu tahu, Dusun Cuntel merupakan titik pendakian menuju Gunung Merbabu. Jadi, sudah pasti jalan menuju tempat itu cukup menanjak. Kalau mengendarai mobil, pastikan kamu cukup lihai mengendalikan kendaraan di jalan yang sempit.

Meski sudah diaspal, jalur menuju dusun itu memang bikin kurang nyaman saat harus berpapasan dengan mobil lain. Fajar Supriyanto, salah seorang pengunjung mengiyakannya. Laiknya saya, dia juga agak waswas saat harus melalui jalan sempit menuju Merbabu View.

“Memang, jalurnya agak ekstrem tadi waktu naik ke sini. Kalau naik motor sih lumayan lebar, tapi untuk mobil terlalu sempit, walau masih bisa,” ujarnya, yang hari itu datang bersama istrinya.

Dia mengaku sengaja datang ke tempat wisata alam tersebut karena bosan dengan suasana kota tempat dia biasa tinggal. Dia pengin mengajak istrinya melepas penat di alam terbuka, lalu kepikiran untuk datang ke Merbabu View tersebut.

“Bosen banget di kota; kebanyakan drama! Jadi, sesekali pengin refreshing ke sini. Menaikkan imun (imunitas)!” seru Fajar, berkelakar.

Selain nongkrong, mengenyangkan perut, dan bercengkerama dengan partner hidupnya, Fajar juga mengaku sempat bermain-main dengan kelinci liar yang berlarian di taman.

Kabut yang Enggan Beranjak

Hingga menjelang siang, kabut nggak juga beranjak dari tempat saya duduk-duduk santai di selasar kafe. Oya, eksterior kafe ini berbentuk segi enam yang lokasinya menjorok ke ujung tebing. Di tempat inilah biasanya orang-orang berpuas-puas menikmati deretan gunung yang terpampang di depan kafe.

Sayang, hari itu cuaca agaknya kurang berpihak pada saya. Nggak satu pun gunung yang berhasil saya bidik dan abadikan. Saya kian kecewa saat Nugroho, pengelola tempat wisata ini mengatakan, kalau cuaca pagi begitu cerah, pengunjung bakal bisa melihat gunung-gunung itu tegak berdiri.

“Kurang pagi, Mas! Kalau cerah, pagi buta, gunung yang jauh kelihatan semua, termasuk Andong, Sumbing, dan Sindoro,” ujar Roho, sapaan akrabnya.

Menurut lelaki bertopi khas desa pegunungan itu, Merbabu View and Cafe yang baru dibuka pada April 2021 lalu ini belakangan menjadi rujukan orang-orang yang pengin menikmati pemandangan kumpulan gunung yang dikenal sebagai Lima Gunung tersebut. Tiap hari, ada lebih dari 100 orang yang berkunjung.

"Kadang ada yang bermalam dengan mendirikan tenda di sini," akunya.

Ehm, untuk kamu yang suka menikmati pemandangan di ketinggian tapi malas mendaki gunung, boleh banget main ke tempat ini. Eits, tapi protokol kesehatan jangan dilupa kan ya! (Triawanda Tirta Aditya)

Asyik nongkrong di Merbabu View and Cafe.
Arsitektur kafe beratap limas dengan sudut segitiga runcing nan unik.
Foto udara Merbabu View and Café yang diapit perkebunan warga.
Kelinci putih yang bermain di taman dekat kafe.
Spot selfie di atas jembatan.
Kabut masih menyelimuti kafe hingga menjelang siang.
Foto udara Merbabu View and Café.
Minuman hangat dan camilan yang lumayan enak bisa kamu santap di sini.
Paling asyik ngobrol dan nongkrong di sini.
Sosok Roho, sang pengelola tempat wisata ini.

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: