BerandaFilm
Selasa, 30 Okt 2017 14:19

Kenapa Film “Ziarah” Perlu Ditonton?

Adegan dalam film “Ziarah” (brilio.net)

Ceritanya sederhana tapi temanya makjleb. Ada kejutan di dalam cerita film yang mengharu-biru penonton.

Inibaru.id- Beberapa penghargaan dan sambutan bagus setiap ditayangkan dalam perhelatan festival,  lebih-lebih dari kalangan publik internasional menegaskan kualiyas film garapan BW Purba itu.

Film itu berkisah tentang Mbah Sri, yang harus melanglang buana, menyusuri bukit hingga pelosok desa hanya demi menemukan makam suaminya, Prawiro Sahid. Cita-cita Mbah Sri hanyalah ingin dimakamkan di samping makam sang suami. Sederhana tapi mengharu biru.

Baca juga: Tepuk Tangan untuk "Ziarah" di Tokyo

Mengutip Firda Olivia dalam brilio.net (16 Mei 2017), berikut alasan kenapa filmini sangat penting dan perlu ditonton.

1. Keunikan Karakter Tokoh Utama

Pemain utama dalam film ini adalah Mbah Sri yang diperankan oleh Ponco Sutiyem. Nenek berusia 95 tahun ini bukan aktris melainkan perempuan petani asli Gunung Kidul yang dipilih sendiri oleh BW untuk memerankan Mbah Sri.

"Kami berkunjung dari rumah ke rumah, mencari tokoh yang tepat untuk memerankan Mbah Sri, dan akhirnya ketemulah dengan Mbah Ponco Sutiyem," ungkap BW Purba saat pemutaran perdananya di Gunung Kidul.

Adapun pemeran lainnya yang bermain dalam  film Ziarah antara lain Rukman Rosidi, dalang Wayang Kancil Ledjar Subroto, hingga sutradara ternama, Hanung Bramantyo.

2. Kisah tentang Orang Tua

Ziarah berfokus pada cerita Mbah Sri yang menelusuri Gunung Kidul sendirian untuk mencari makam suaminya yang diduga tewas pada Agresi Militer Belanda II pada 1948. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan saksi-saksi sejarah masa lalu saat para pahlawan turut berperang melawan penjajah.

Mbah Sri yang masih belum bisa melupakan sang suami itu berkeinginan dimakamkan di samping makam suaminya bila dia meninggal. Meski pada akhirnya ia harus pasrah dan berbesar hati.

“Pesan dari film ini kan untuk mengajak para penonton agar bisa berdamai dengan masa lalunya, karena kalau selalu tenggelam dalam masa lalu (seperti Mbah Sri), tidak akan ada gunanya, jadi kita harus bisa berdamai," kata BW.

3. Terinspirasi dari Tragedi Tsunami Aceh 2004

BW mengaku bahwa ia terinspirasi untuk membuat film ini dari pengalamannya menjadi sukarelawan ketika ia membantu para korban Tsunami Aceh.

"Inspirasinya banyak saya dapat dari Tsunami Aceh dulu yang sangat membekas di hati saya. Saat Tsunami Aceh dulu saya bertemu dengan banyak orang yang bisa berdamai dengan itu. Saya juga banyak bertemu dengan orang  tua yang bisa bercerita lancar tentang masa lalunya," ungkap BW.

4. Penghargaan Domestik dan Internasional

Film Ziarah sudah meraih beberapa penghargaan, di antaranya Film Terbaik di Salamindanaw Film Festival 2016, Skenario Terbaik versi Majalah Tempo 2016, Nominasi Penulis Skenario di Festival Film Indonesia 2016, Nominasi Film Terbaik di Apresiasi Film Indonesia 2016 dan Kompetisi Film di Jogja Netpac Asian Film Festival 2016.

Selain itu dalam event ASEAN International Film Festival and Awards (AIFFA) 2017 yang diselenggarakan di Hotel Pullman, Kuching, Serawak, Malaysia, Sabtu, 6 Mei lalu, Ziarah mendapatkan penghargaan Best Screenplay dan Special Jury Award.

Penghargaan Special Jury Award diraih Mbah Ponco Sutiyem, yang dinilai luar biasa dalam memerankan Mbah Sri.

"Saya merasa senang sekali (mendapatkan penghargaan), kalau ditawari lagi ya saya minta persetujuan anak sama cucu saya dulu," ucap Ponco Sutiyem sambil tersenyum.

Baca juga: Tak Nonton "Wage, “Youth Zaman Now” Bakal Rugi

5. Cerita Mengalir dengan Plot Twist yang Mengejutkan

Cerita film ini memang sederhana dan memiliki plot yang mengalir dari awal cerita. Namun ada kenyataan pahit yang harus diterima oleh Mbah Sri dan membuatnya terkejut. Bukan hanya Mbah Sri saja, tapi dijamin penonton juga bakal dibikin terbengong-bengong karena plot twist tadi.

Penasaran? Tonton deh! (EBC/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: